Dua 'Kartini' ?

Wajahnya cantik berpoles make up tebal, senyum lebar selalu mengembang dari 
bibirnya disertai kikikan tawa .Tubuhnya semampai dibalut jeans dan kaus ketat, 
jalannya berlenggok siap menghampiri laki-laki hidung belang. Di episiode lain, 
seorang wanita yang redup paras cantik nya, menggendong keranjang yang penuh 
dengan botol dan gelas bekas aqua yang baru saja diperolehnya.
Gambaran di atas adalah dua sisi kehidupan perempuan yang serupa namun tak 
sama. Dikatakan serupa karena mereka sesungguhnya mereka memiliki alasan yang 
sama melakukan kedua kegiatan tersebut, yaitu kemiskinan. Namun menjadi berbeda 
terhadap apa yang mereka lakukan, ibarat dua mata uang logam yang saling 
berpisah. perempuan cantik pertama dengan mudah menjual kohormatannya untuk 
sesuap nasi demi mengganjal perutnya. Namun perempuan kedua tak secuilpun 
manggadaikan kehormatan dan keimannya seharga sesuap nasi.
Kemiskinan memang memudahkan manusia lebih dekat kepada kemungkaran, lebih 
mudah terlepas dari jalan Tuhan dan mencari jalan-jalan yang penuh kenikmatan 
sesaat. Oleh karena itulah Islam mengajarkan penganutnya menghindari diri dari 
kemiskinan. Islam mengajarkan untuk menjadi tangan yang di atas bukan tangan 
yang dibawah, menjadi orang yang memiliki. Karena kita tidak bisa memberi bila 
tidak memiliki.
Sebagai seorang perempuan seharusnya mereka tidak bangga dengan predikat mahluk 
yang lemah. Melainkan harus tetap menjadi yang kuat dengan tetap memperhatikan 
kodrat . Menjadi perempuan cardas yang kaya dengan kreatifitas, menjadi 
perempuan mandiri, namun tidak mengabaikan laki-laki. Hingga bila hadir 
saat-saat sulit, terhimpit masalah ekonomi misalnya, ia dapat segera keluar 
dari himpitan masalah tersebut dengan segenap kekuatan yang dimilikinya. 
Sehingga tidak berbuat seperti perempuan cantik di atas, berpoles make up 
tebal, tertawa lebar, berlenggok menghampiri laki-laki hidung belang yang 
menatapnya binal.

(Fw from: Ningsih)
PK Sejahtera 

Kirim email ke