Penyidikan Misteri Baru di Kampus Nanyang Kasus kematian David Hartanto Widjaja, mahasiswa Singapura asal Indonesia yang tewas terjatuh dari lantai IV di kampusnya, sudah sebulan berlalu. Namun, tanda-tanda kepastian penyebab kematian mahasiswa berusia 21 tahuan yang tidak wajar itu belum juga menemukan titik terang. Kepolisian Singapura hanya mengatakan, kasus itu masih dalam penyelidikan.
Dari KBRI Singapura, Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya, Yayan G.H. Mulyana, menyebutkan bahwa penyebab kematian mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) itu akan diputus melalui pengadilan koroner ( *coroner's court*) Singapura. *Coroner's court *adalah peradilan untuk kasus-kasus kematian tidak normal yang mendadak, seperti akibat kecelakaan di jalan raya, industri, sel penjara, kekerasan, dan bunuh diri. Proses peradilan itu, menurut Yayan, akan dimulai April ini setelah Kepolisian Koroner merampungkan hasil otopsi dan penyelidikan. Nanti, persidangan itu akan menghasilkan keputusan hakim yang menyatakan penyebab kematian: apakah kematian murni, akibat bunuh diri, kecelakaan, atau terbuka untuk penyelidikan lanjutan (*open verdict*). Mulanya, pers Singapura mengabarkan bahwa David tewas bunuh diri setelah lompat dari lantai IV kampusnya. Juara olimpiade matematika dunia itu juga disebutkan bunuh diri setelah lebih dulu menikam punggung dosen pembimbingnya, Prof. Chan Kap Luk, dan menyayat pergelangan tangannya sendiri. Pada saat itu ada dugaan, David tengah depresi karena beasiswanya dicabut sedangkan penelitiannya belum rampung. Namun, keluarganya menemukan kejanggalan. Mereka, antara lain, tidak menemukan sayatan di pergelangan tangan David. Ayah David, Hartanto Widjaja, malah menemukan tiga plester yang melintang di leher pada jasad David yang kala itu sudah terbungkus plastik. Hartanto juga menyangkal beasiswa sebagai penyebab kalutnya Davis. Sebab, keluarga sudah mengetahui pencabutan beasiswa David, dua pekan sebelum insiden itu. Bahkan, ketika itu NTU menawarkan kredit selama 20 tahun. Tanda tanya di balik kematian David kian membesar ketika empat hari kemudian, Zhou Zheng, staf NTU, ditemukan gantung diri di apartemen kampus, Nanyang Heights. Kasus itu dinilai Gabriel Sai, teman sekampus David asal Malaysia, penuh kebetulan. Soalnya, sebagaimana ia tulis dalam *blog-*nya, kedua korban itu berada pada tempat yang sama pada saat David tewas, yakni Laboratorium S2-B3a-06 Gedung Electrical and Electric Engineering. Wajar saja, tertutupnya informasi resmi tentang penyebab kematian David itu membuat jagat maya diramaikan oleh spekulasi kematian David. Teman-teman David di kampusnya, seperti Sai, mengadakan investigasi partikelir yang di-posting dalam blog mereka. Belakangan, investigasi itu ditindaklanjuti oleh para *blogger *di Indonesia yang dikoordinasikan oleh reporter *citizen journalism* Iwan Piliang. Iwan, yang menelusuri kasus ini hingga ke Singapura, menduga kematian tidak wajar David didasari oleh motif ekonomi. Penelitian David tentang konfigurasi multikamera untuk displai tiga dimensi itu diduga bernilai ekonomi tinggi. Sebagaimana disampaikan kepada Putri Mira Gayatri dari *Gatra*, Iwan, antara lain, menghubungi Anthony Seger, lulusan Electrical Electronical Engineering NTU. Dalam kalkulasi Anthony, untuk gambar visual di *mobile* *per second*, perlu resolusi 320 x 240 dengan data 150 Kbps. Sedangkan untuk resolusi gambar (data) 185 x 185 perlu 60 Kbps. ''Nah, jika data visual yang berat itu bisa dikompres dengan sangat kecil, bisa dibayangkan bagaimana mudahnya video streaming, misalnya lintas *mobile phone*,'' ujar Anthony seperti ditulis Iwan dalam *blog-*nya. Optimalisasi teknologi Bluetooth, lanjut Anthony, juga akan besar. Pengiriman data besar dilakukan dengan mudah dan murah. ''Lebih jauh untuk dunia enkripsi, kebutuhan data intelijen, juga sangat lebih memungkin lagi,'' ia menambahkan. *Misteri Kematian Ketiga* * *Misteri kematian anggota sivitas akademika NTU tak berhenti di sana. Sebab, akhir Maret lalu, seorang peneliti yang sekampus dengan David, Dr. Hu Kunlun, tewas dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Peneliti asal Cina itu, menurut *Electric New Paper*, tertabrak sedan Mazda merah, pukul 09.00. Peneliti yang baru tiga bulan bergabung dengan NTU itu, menurut saksi Lin Yaoming, 50 tahun, kala itu akan menyeberang hendak menaiki bus Nomor 179 jurusan Boon Lay-NTU. Di tengah penelusuran fakta oleh para* blogger*, surat elektronik berantai juga berdatangan di berbagai *mailing list*. Subjeknya menggoda: "Akhirnya Kekejaman Prof. Chan Terungkap!" Artikel panjang yang ditulis bergaya cerita pendek itu menceritakan sosok Angel, teman dekat David, yang menjadi saksi kunci penelitian David. Dari Angel diketahui bahwa Prof. Chan sengaja menghabisi David demi menguasai hasil penelitian mahasiswanya itu. Namun, tentu saja keberadaan Angel sulit dilacak. Karena mahasiswi NTU itu cuma rekaan Agnes Davonar yang dimuat di *www.agnesdavonar.net*. Adapun cerita itu semata-mata hanyalah kisah fiktif yang terilhami oleh kasus kematian David. Tetap saja, pemuatan fiksi itu sempat menyesatkan pembaca. *Visum et Repertum Tidak Sah* * *Faktanya, sebulan dari yang dijanjikan, keluarga David baru menerima salinan hasil otopsi (*visum et repertum*) David. Itu pun dikirim NTU lewat *e-mail *setelah didesak keluarga, bukan dari KBRI Singapura. Karena hasil otopsi itu berbahasa Inggris dan penuh dengan istilah kedokteran, keluarga David kemudian menyerahkan salinan dokumen itu kepada dokter ahli forensik Universitas Indonesia. Tapi, ''Tim ahli forensik tidak bisa memproses hasil otopsi jika tidak dilegalisasi oleh KBRI. Seharusnya mereka duluan yang tahu hasilnya,'' ujar William Widjaja, kakak David. Karena salinan dokumen itu tidak dibubuhi stempel KBRI, ahli forensik Universitas Indonesia, Dokter Mun'im Idris, tidak bisa memproses hasil otopsi David. Padahal, menurut Yayan G.H. Mulyana, KBRI juga perlu mendapatkan salinan hasil otopsi itu. ''Kami masih mencoba mendapatkannya dari rumah sakit (General Hospital),'' ujarnya. Namun, ia diminta mendapat izin terlebih dahulu dari keluarga David. Hasil otopsi warga negara Indonesia, kata Yayan, biasa diterima KBRI bila tidak ada ahli waris atau keluarga di Singapura. ''Untuk almarhum David, penyampaian hasil itu disampaikan kepada NTU yang mengurus janazah dan salinannya diprioritaskan kepada keluarganya,'' ujarnya. Yayan juga jika ia selalu mendesak NTU serta kepolisian Singapura untuk segera menuntaskan kasus ini. Dengan catatan, tetap tidak melewati garis intervensi atas penelidikan yang terjadi di negara asing. ''Tapi pihak kepolisian juga tidak pernah memberikan jawaban substansif,'' katanya. Informasi terakhir yang didapat KBRI, kepolisian Singapura sudah meminta NTU agar diberi akses ke Pusat Komputer NTU untuk menelusuri korespondensi *e-mail *antara David dan Prof. Chan Kap Luk. ''Permintaan itu sudah disetujui oleh pihak NTU dan saat ini polisi sedang menyelidikinya,'' kata Yayan lagi. Tentu saja, publik masih harus menunggu hasil penyelidikan itu hingga hakim pengadilan koroner mengambil keputusan. *Rita Triana Budiarti dan Bernadetta Febriana* [*Hukum*, *Gatra* Nomor 23 Beredar Kamis, 16 April 2009] http://gatra.com/artikel.php?id=125186 -- ********************************************* Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermilist.multiply.com/ ********************************************** ========================================================= Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang besar.. Berminat Hubungi [email protected] ========================================================= (Iklan) Kunjungan Kapal Perang TNI AL Hari/tanggal : Minggu, 03 Mei 2009 Jam : 08.30 14.00 ( datang tepat waktu untuk daftar ulang ) Tempat : Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Acara : Kunjungan ke Kapal Laut TNI-AL Kapasitas : Terbatas, maksimal 250 orang Biaya : Rp 75.000 per orang. Tetapi bila mendaftar dan membayar sebelum tanggal 22 April , maka akan didiskon 15 ribu, Ikka W. Widowati (021)-5260758 [email protected] Erwin Arianto (021) 8970061 - [email protected] ========================================================= Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu.com Gunakan Untuk Kepentingan Anda ========================================================= Ruang Iklan Untuk disewakan ========================================================= [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Usaha Berubah, Selalu Kalah ? Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru semakin frustrasi ? Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak terkendali ? No Problem ! Di SERVO Aja ! S.E.R.V.O membebaskan Anda dari "jerat atau penjara" emosional, menemukan potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda seperti milik para BINTANG. Dengan Terapi S.E.R.V.O : - Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia - Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual - Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi - Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan - Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik dibidangnya - Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda untuk membuat cetak biru kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial Anda. Kesaksian ! Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... Hubungi : http://klinikservo.com/ (021) 5574 5555, 554 6009 --- TERAPI GRATIS ! FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
