"Kebesaran Itu Menurun" "Sebesar 80 persen kegemukan pada anak bermula dari
ayah-ibu yang gemuk."

Kami memanggilnya Papi Ageung--dalam bahasa Sunda, *ageung* berarti besar.
Istrinya tentu disebut Mami Ageung. Nama itu tak hanya menunjukkan posisinya
sebagai anak terbesar dalam keluarga, tapi juga karena bentuk badannya yang
besar ke samping dan ke atas. "Kebesaran" itu ternyata hingga kini masih
kami temukan pada keluarga tersebut, bukan cuma pada anak-anaknya, tapi juga
cucu-cucunya.

Ketika melihat sebuah keluarga tengah berkumpul di restoran di Jakarta
Selatan pada suatu sore, saya teringat kepada keluarga *ageung* itu. Maklum,
keempat anggota keluarga tersebut, dilihat dari ukurannya, semua rata-rata
bulat. Semuanya pun tampak tak berhenti mengunyah. Profesor Dr Ir Ali
Khomsan, ahli gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor, menyatakan
faktor keturunan memang mempunyai peranan penting dalam pola makan secara
berlebihan. "Sebesar 80 persen kegemukan pada anak bermula dari ayah-ibu
yang gemuk," ia menegaskan dalam Media Workshop Nestle Indonesia beberapa
waktu yang lalu.

Ketika ayah dan ibunya sudah terbiasa dengan porsi besar, pola itu berlanjut
kepada sang anak. Demikian juga dengan pilihan jenis makanannya. Manakala si
ayah dan ibu punya hobi makanan berlemak, si anak kemungkinan lebih dini
mengenalnya, bahkan bisa menjadi penggemarnya. Ali menyebutkan, dengan
sekali makan di restoran cepat saja, si anak telah memenuhi kebutuhannya
dalam sehari. Lazimnya, si anak dengan pola makan berlebihan tak cukup
mengkonsumsi satu potong ayam dan satu kantong kentang goreng. Selain porsi
ditambah, jenis makanannya pun lebih beragam, misalnya, plus burger dan
minuman soda. Walhasil, sekali kunjungan asupan kalorinya bisa mencapai
1.300 kkal. Padahal kebutuhan anak usia 7-9 tahun per hari hanya sekitar
1.800 kkal.

Erika Wasito, ahli nutrisi dari Nestle Indonesia, menyatakan kebutuhan
kalori setiap orang itu berbeda-beda. Secara umum, ia menyebutkan, setiap
orang membutuhkan rata-rata 2.000 kalori. Namun, kemudian berlainan karena
tergantung usia, jenis kelamin, dan aktivitasnya. Berdasarkan jenis kelamin,
perempuan berusia 19-49 tahun membutuhkan 1.800-1.900 kkal, sedangkan pria
dari kelompok usia yang sama memerlukan 2.350-2.550 kkal. Khusus pria dengan
aktivitas tinggi bisa mencapai 3.000 kkal per hari. Erika menyebutkan, yang
penting energi yang masuk sebanding dengan energi yang keluar. Karena itu,
intinya diet yang seimbang. Diet yang seimbang mencakup karbohidrat (55
persen), protein (15 persen), dan lemak (30 persen).

Dari data SKRT, Ali menemukan tren anak balita yang pendek semakin menurun.
Misalnya pada 2001 mencapai 34,3 persen dan pada 2004 menjadi 25,8 persen.
Lantas, survei pada 2008 di sekolah dasar swasta di Jakarta menunjukkan
persentasenya tinggal 20 persen, sedangkan survei anak sekolah dasar yang
gemuk di Bogor pada 2007 menemukan angka 30 persen. "Persentase yang berubah
itu mengimplikasikan pendapatan orang tuanya," katanya. Semakin tinggi
pendapatan, tentunya anak mendapat asupan yang lebih baik, bahkan hingga
berlebihan. Selain itu, berat dan tinggi badan meningkat.

Masalahnya, menurut Ali, bila kegemukan pada anak-anak terus berlanjut
hingga dewasa, penyakit penyerta pun akan segera menyerang. Selain itu,
kegemukan pada anak memberi dampak sosial-psikologi. Artinya, ia
menyebutkan, anak menjadi pemalu karena diledek teman-temannya. Biasanya, ia
menambahkan, kegemukan itu tidak berlanjut hingga dewasa bila ketika remaja
si anak melakukan berbagai aktivitas fisik.

Namun, bila terus berlanjut, hingga berakibat obesitas, ada risiko ganda.
Erika menyebutkan, ketika mengalami obesitas, serangan *stroke* menjadi
berganda, demikian juga tekanan darah tinggi, *osteoarthritis*, kanker
pankreas, kanker kolon, dan masalah kehamilan. Yang berisiko menjadi tiga
kali lipat adalah batu empedu, kanker payudara, dan rematik. Lantas masih
ada risiko yang lebih tinggi, seperti kanker rahim (lima kali lipat),
jantung koroner (enam kali lipat), dan diabetes tipe 2 sekitar 10 kali lebih
tinggi.

Dari ukuran lingkar pinggang, Erika menyebutkan, bisa dilihat risiko
penyakit. Erika mengatakan, yang tergolong berisiko lebih tinggi bila pria
memiliki lingkar pinggang lebih dari 90 sentimeter dan perempuan lebih dari
80 sentimeter. Dari sisi gender, ternyata perempuan lebih rentan mengalami
kelebihan berat badan. Ali menyebutkan, data 2005 menunjukkan bahwa
kegemukan pada pria di atas usia 30 tahun lebih hanya sekitar 12,1 persen,
sedangkan pada wanita dalam usia yang sama mencapai 27,8 persen. Angka
obesitas pun menunjukkan kecenderungan yang serupa. Obesitas pada pria
berusia di atas 35 tahun hanya 5,6 persen, sedangkan pada perempuan mencapai
17,3 persen.

Untuk menjaga keseimbangan itu, Erika menyarankan mengkonsumsi makanan yang
bervariasi, kemudian melakukan aktivitas fisik yang seimbang. *RITA *

*Menakar Kebutuhan*

   1. Setiap hari anak memerlukan 1.800 kkal.
   2. Sayuran yang dibutuhkan 3-4 porsi. Satu porsi sekitar 25 kkal.
   3. Buah-buahan sebanyak 4-5 porsi, dengan ukuran 40 kkal. Satu porsi
   sebesar bola tenis atau satu gelas jus.
   4. Tiga porsi kelompok padi-padian. Bila berupa nasi atau mi, pilih satu
   takaran bola tenis. Demikian juga kentang, cukup setengah mangkuk. Bila
   pilih roti, cukup dua lembar.
   5. Daging-dagingan 200 gram. Satu porsi bisa disiapkan 100 kkal dan per
   hari bisa dibuat 2-3 porsi.
   6. Produk susu dan olahannya empat porsi.
   7. Dua sendok minyak.

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/22/Gaya_Hidup/krn.20090422.163144.id.html

-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
Kunjungan Kapal Perang TNI AL
Hari/tanggal : Minggu, 03 Mei 2009
Jam : 08.30 – 14.00
Tempat : Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta
Acara : Kunjungan ke Kapal Laut TNI-AL
Kapasitas : Terbatas, maksimal 250 orang
Biaya : Rp 75.000 per orang. Ikka W. Widowati (021)-5260758 –
[email protected]
=============================


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Usaha Berubah, Selalu Kalah ?

Apakah Anda merasa diri Anda sia sia dan tidak berdaya karena semakin Anda 
ingin berubah, Anda semakin kalah, semakin Anda ingin berprestasi justru 
semakin frustrasi ? 

Apakah Anda merasa hidup Anda buruk dan terpuruk karena semakin Anda berusaha, 
Anda semakin menderita, semakin Anda menahan diri justru semakin tidak 
terkendali ? 

No Problem ! Di SERVO Aja !

S.E.R.V.O™ membebaskan Anda dari "jerat” atau “penjara" emosional, menemukan 
potensi dan jati diri Anda serta mengaktifkan "mesin" sukses otomatis Anda 
seperti milik para BINTANG. 

Dengan Terapi S.E.R.V.O™ :
 
- Lebih sehat tanpa obat. Anda tidak lagi perlu mengalami gangguan psikosomatis 
seperti pusing, berdebar debar, leher kaku, sakit perut, insomnia 

- Lebih bahagia tanpa fobia. Anda tidak perlu merasa cemas, takut, gugup, 
panik, bingung, lupa, marah, gangguan seksual 

- Lebih bergairah tanpa masalah. Anda tidak perlu terjebak pada kebiasaan buruk 
seperti kecanduan rokok, obat, makan, tidur, belanja, korupsi 

- Lebih mudah tanpa menyerah. Anda tidak perlu lari dari masalah, merasa malu, 
bersalah, gagal, bernasib sial, depresi, putus asa, malas dan menunda pekerjaan 

- Lebih percaya diri tanpa iri. Semakin awal Anda menemukan potensi dan jati 
diri, semakin cepat Anda menjadi diri sendiri dan menjadi yang terbaik 
dibidangnya 

- Lebih berprestasi tanpa korupsi. Memanfaatkan seluruh waktu produktif Anda 
untuk membuat “cetak biru” kesuksesan pribadi, keluarga dan kehidupan sosial 
Anda.  

Kesaksian !

Nana, Pengusaha. ...Tadinya saya kurang yakin dengan pengobatan ini, tetapi 
setelah saya coba benar benar luar biasa. Saya sudah seperti orang biasa yang 
tegar menghadapi tantangan hidup ini. ... 

Hubungi : http://klinikservo.com/
 
(021) 5574 5555, 554 6009

---

TERAPI GRATIS !

FOBIA terhadap BENDA NYATA seperti Karet, Pepaya, Bulu Ayam, Karpet, Susu, 
Sayur, Nasi dsb. Hanya untuk Peserta Pertama, dari masing masing Fobia !Yahoo! 
Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/TaManBinTaNG/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke