rekan2 sekalian, saya ingin bertanya sedikit mengenai etika HRD di Indonesia yang berlaku pada saat proses rekrutmen pegawai baru. karena kebetulan saudara saya punya pengalaman yang tidak menyenangkan, saudara saya di panggil interview oleh sebuah perusahaan, setelah test dia di interview hinga 2 kali kedatangan, dan dijanjikan pada saat interview yang terakhir akan di hubungi dalam 2 hr kerja oleh perusahaan tersebut untuk final decisionnya. saudara saya menunggu namun tidak ada kabar sampai sudah seminggu sejak interview terakhir. Dan sampai saat ini pun tidak ada kabr, telpon, email ataupun surat. Yang menjadi pertanyaan saya:
1. apakah etika HRD di Indonesia seperti ini, kandidat tidak diberitahu sama sekali untuk hasil final test/interviewnya bagaimana? 2. apakah HRD di Indonesia sering melakukan janji2 yang tidak bisa ditepati? karena hal ini terjadi pada perusahaan lokal yang bisa dibilang baru berkembang, lain halnya dengan perusahaan asing, selalu ada follow up walaupun kandidat tidak lolos seleksi atau pada intreview terakhir langsung di infokan apakah lolos seleksi berikutnya atau tidak. 3. apa sebenarnya keuntungan HRD tersebut dengan melakukan hal seperti itu? bukankah hal ini menunjukkan tingkat profesionalitas yang bersangkutan yang rendah dan berakibat pula orang memandang perusahaan tersebut memiliki orang2 yang tidak profesional? rata-2 HRD begitu sifatnya, mungkin mereka punya prinsip terhadap kandidat "kalo ga ada kami hubungi lagi ya anda ga berhasil". Tanpa mempertimbangkan bahwa kandidat memenuhi panggilan mereka itu memerlukan tenaga, waktu dan biaya Maaf kalau pertanyaan saya tidak sopan, hanya saja disayangkan kalau memang kualitas HRD di Indonesia seperti ini, sebagai bahan informasi perusahaan yang kami maksud itu adalah sebuah LSM yang didirikan oleh pemerintah RI dan menangani penyakit sangat berbahaya di dunia dan belum ada obatnya. Mungkin dari rekan2 atau HRD yang bersangkutan dari LSM tersebut membaca email ini bisa menjawab pertanyaan saya. terima kasih kepada Sintesa untuk dimuatnya email ini. [Non-text portions of this message have been removed]
