Presiden Segera Copot Antasari
Polisi menggeledah rumah pengusaha Sigid.

Jakarta- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mencopot sementara
Antasari Azhar dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan
Korupsi.

Staf khusus Presiden bidang hukum, Denny Indrayana, mengatakan surat
keputusan presiden soal itu sudah disusun. Namun, Presiden belum
meneken surat itu karena masih menunggu pemberitahuan status tersangka
Antasari dari kepolisian.

"Keppres sudah didraf. Akan dikeluarkan setelah surat dari kepolisian
diterima Presiden," kata Denny melalui pesan singkat kepada Tempo
kemarin. Menurut Denny, hingga kemarin Presiden baru menerima surat
pemberitahuan status tersangka Antasari dari pimpinan KPK.

Menurut Denny, proses pencopotan sementara Antasari dipercepat untuk
memisahkan persoalan hukum Antasari dari kasus-kasus yang ditangani
oleh KPK. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK menyatakan,
pimpinan Komisi yang menjadi tersangka tindak kejahatan diberhentikan
sementara dari jabatannya. Jika statusnya meningkat jadi terdakwa,
pimpinan Komisi diberhentikan secara permanen.

Senin lalu, Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi menetapkan Antasari
Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Antasari
langsung ditahan setelah dicecar penyidik polisi dengan 24 pertanyaan.

Kemarin jadwal pemeriksaan Antasari mundur dari pagi menjadi petang
hari. Soalnya, pengacara Antasari meminta penangguhan pemeriksaan.
Mereka beralasan, kemarin Antasari tak bisa berkonsentrasi. "Klien
kami meminta waktu untuk merenung," kata pengacara Juniver Girsang
setelah menjenguk Antasari.

Namun, sekitar pukul 17.00, penyidik mulai memeriksa kembali Antasari.
Empat penyidik mencecar Antasari dengan 10 pertanyaan hingga sekitar
pukul 18.30. Tapi, "Belum ada pertanyaan yang menyentuh materi
(perkara)," kata Juniver.

Pertanyaan penyidik, menurut Juniver, masih berkutat pada hubungan
Antasari dengan Nasrudin, Rani Juliani, dan salah seorang tersangka,
Sigid Haryo Wibisono.

Pengacara Antasari lainnya, Mohammad Assegaf, mengatakan kliennya
belum ditanyai soal kontaknya dengan para tersangka lain, seperti para
pembunuh Nasrudin di lapangan. Namun, menurut Assegaf, Antasari
mengaku tidak mengenal salah seorang tersangka. "Saya lupa siapa yang
dia maksud," kata Assegaf.

Kemarin sore polisi juga menggeledah rumah Sigid di Jalan Pati Unus,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari rumah pengusaha teman Antasari
itu, polisi menyita dua buah tas hitam dan satu unit komputer. Namun,
tak ada penyidik yang memberikan keterangan kepada wartawan soal hasil
penggeledahan.

Sumber-sumber di kepolisian menyebutkan, dalam kasus pembunuhan
Nasrudin, Sigid berperan sebagai penghubung otak pembunuhan dengan
para pelaku. Dia pun berperan sebagai penyedia dana. Ninin Damayanti |
Gunanto ES | Mustafa Silalahi | Amirullah


-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
 Space Iklan
=============================

Kirim email ke