Tingkatan Nafs Dalam Diri Kita

By: agussyafii

Kemaren sore saya berjumpa dengan seorang teman. Kami berdiskusi tentang Nafs 
atau jiwa. teman itu bertanya, 'apakah nafs diseseorang itu konsisten?' Saya 
katakan padanya, 'Tidak, bergantung bagaimana kita menjaga kesucian nafs atau 
jiwa.' 

Nafs itu diciptkan Allah SWT secara sempurna, tetapi ia harus tetap dijaga 
kesuciannya, sebab ia bisa rusak jika dikotori dengan perbuatan maksiat. 
Kualitas nafs tiap orang bereda-beda berkaitan dengan bagaimana usaha 
menjaganya dari hawa (Q.,s.al-Na-zi'at/79:40), yakni dari kecendrungannya 
kepada syahwat, karena menuruti dorongan syahwat itu, seperti yang dikatakan 
oleh al-Maraghi, merupakan tingkah laku hewan yang dengan itu manusia telah 
menyia-nyiakan potensi akal yang menandai keistimewaannya. 

Dalam bahasa Indonesia, syahwat yang menggoda manusia sering disebut dengan 
istilah hawa nafsu, yakni dorongan nafsu yang cenderung bersifat rendah. 

Al-Qur'an membagi tingkatan nafs pada dua kelompok besar, yaitu nafs martabat 
tinggi dan nafs martabat rendah. Nafs  martabat tinggi memiliki oleh 
orang-orang takwa, yang takut kepada Allah dan berpegang teguh kepada 
petunjuk-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Sedangkan nafs martabat rendah 
memiliki oeh orang-orang yang menentang perintah Allah dan yang mengabaikan 
ketentuan-ketentuan-Nya, serta orang-orang yang sesat, yang cenderung 
berperilaku menyimpang dan melakukan kekejian serta kemungkaran.

Secara ekplisit al-Qur'an menyebut tiga jenis nafs, yaitu

1. (al-nafs al-muthma'innah),
2. (al-nafs al-lawwamah), dan
3. (al-nafs al-ammarah bi al-su)

Ketiga jenis nafs tersebut merupakan tingkatan kualitas, dari yang terendah 
hingga yang tertinggi. Ayat-ayat yang secara ekplisit menyebut ketuga jenis 
nafs itu adalah sebagai berikut:

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi 
diridlai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-Ku, dan masuklah kedalam 
surga-Ku (Q,. s. al-Fajr / 89-27-30).

Aku besumpah dengan hari kiamat, dn aku bersumpah dengan jiwa amat 
menyesali(dirinya senderi) (Q,. s. al-Qiyamah / 75:1-2).

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu 
itu selalu menyuruh kapada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh 
Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyayang (Q., s. Yusuf 
/ 12:53).

Di samping tiga penggolongan tersebut, al-Qur'an juga menyebut term pada anak 
yang belum dewasa, seperti tersebut dalam surat al-Kahf / 18:73:

Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya berjumpa dengan seorang anak, 
maka khidir membunuhnya. Musa berkata: mengapa kamu bunuh jiwa yang suci, bukan 
dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar 
(Q,. s. al-Kahf / 18-74).
    
Maka empat tingkatan itu dapat digambarkan bahwa pada mulanya, yamni ketika 
seorang manusia belum mukallaf, jiwamya masih suci (zakiyah). Ketika sudah 
mencapai mukallaf  dan berinteraksi dengan lingkungan kehidupan yang menggoda, 
jika ia merespons secara positif terhadap lingkungan hidupnya maka nafs itu 
dapat meningkat menjadi nafs muthma'innah setelah terlebih dahulu memproses di 
dalam tingkatan nafs lawwamah telah mencapai tingkat muthma'innah pastilah ia 
menyandang predikat zakiyah pula.Akan tetapi jika nafs itu merespon lingkungan 
secara negative, maka ia dapat menurun manjadi nafs ammarah dengan segala 
karaterristik buruknya.


Wassalam,
agussyafii
--
jangan lupa program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU) Minggu, tanggal 17 Mei 2009, di 
Rumah Amalia, Jl. Subagyo Blok ii 1, no.23 Komplek Peruri, RT 001 RW 09, 
Sudimara Timur, Ciledug. TNG. Program 'Amalia Cinta Bumi (ACIBU)' mengajak. 
'Mari, hindari penggunaan kantong plastik berlebihan, bawalah kantong belanja 
sendiri. Sebab Kantong plastik jenis polimer sintetik sulit terurai- Bila 
dibakar, menimbulkan senyawa dioksin yang membahayakan- Proses produksinya 
menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan.' Mari kirimkan dukungan anda pada 
program 'Amalia Cinta Bumi' (ACIBU) melalui http://agussyafii.blogspot.com, 
http://id-id.facebook.com/people/Agus-Syafii-Muhamad/861635703  atau sms 087 
8777 12431
 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke