Telepon Call Center ATM Palsu Rp 100 Juta Melayang *Pembobolan Rekening Bank Bermodus Mesin Bermasalah*
*BATAM* - Pembobolan rekening nasabah bank dengan modus pemasangan *call center* palsu kembali terjadi. Kali ini korbannya nasabah Bank Internasional Indonesia Batam, Wahid Mochamad Asfari. Tabungan senilai Rp 100 juta milik lelaki berusia 25 tahun tersebut raib setelah beberapa hari ATM-nya tertelan mesin. Saat itu dia menghubungi nomor *call center* bank tersebut yang tertera pada stiker di mesin ATM. Alih-alih kartu ATM keluar, tabungannya di bank itu malah dibobol. Saat melapor ke Mapolsek Batam Kota kemarin (20/5), Wahid menceritakan berniat mengambil uang di ATM BII Mega Mall Batam Center pada Minggu (17/5) sekitar pukul 10.00. Dia gagal mengambil uang karena kartu ATM itu tertelan mesin. Dia melihat stiker yang terpasang di samping kiri mesin ATM. Stiker itu menunjukkan nomor telepon *customer service*. Tanpa berpikir panjang, Wahid menelepon nomor tersebut dan melaporkan kejadian itu. Yang menjawab teleponnya saat itu lelaki. Lewat telepon tersebut, lelaki itu memberikan beberapa perintah kepadanya. "Tekan *cancel*, lalu *masukin*nomor seri mesin, nomor PIN, dan *enter*. Itu dilakukan sampai tiga kali, tapi kartu ATM saya malah tertelan," ungkap Wahid. Setelah kartu itu tertelan, lelaki yang mengaku sebagai *customer service*tersebut mengatakan bahwa kartu ATM itu telah diblokir. "Silakan datang ke kantor dan mengganti dengan kartu ATM baru," tuturnya menirukan pesan lelaki tersebut. Beberapa hari kemudian, Wahid datang ke BII Jodoh untuk membuat ATM baru. Dia meminta petugas BII membuatkan *printout* rekening tabungannya. Begitu rekening tersebut selesai di-*printout*, lelaki yang bekerja di Batam Fast itu terkejut melihat saldo tabungannya habis. Dia kemudian melaporkan kasus tersebut ke petugas BII Jodoh. Untuk memastikan larinya uang itu, Wahid meminta BII membuat jurnal terperinci mengenai saldo tabungannya. "Saya minta dibuatkan jurnal mulai 29 April. Tapi, sampai hari ini belum selesai. Katanya, *nunggu* dari pusat. Jadi, saya melaporkan ke polisi," ucap lelaki yang tinggal di jalan R E. Martadinata, Sekupang, tersebut. Kapolsek Batam Kota AKP Robertus Heri menyatakan, kasus seperti itu baru kali pertama dilaporkan ke polsek. "Penyelidikan akan dilanjutkan. Sementara itu, dia ditetapkan sebagai korban pencurian lewat media mesin ATM," ungkap dia. Kasus serupa sebenarnya pernah terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Bahkan, petugas keamanan berhasil membongkar sindikat tersebut dengan menangkap beberapa anggotanya. Dalam pemeriksaan, para tersangka membeberkan modus operandi yang melibatkan beberapa orang. Seorang di antaranya memasang stiker *call center* palsu di mesin ATM. Orang tersebut sekaligus bertugas mengganjal lubang kartu ATM dan menunggu korban. Begitu ada nasabah memasukkan kartu ATM ke mesin itu, otomatis kartu tersebut tertelan. Saat itulah anggota sindikat tersebut menyarankan orang itu untuk melapor ke nomor telepon yang tertera pada stiker tersebut. Ketika nasabah menghubungi nomor telepon itu, yang menerima adalah anggota sindikat lain. Anggota itulah yang mengarahkan nasabah untuk menunjukkan nomor PIN kartu ATM. Saat nasabah yang gagal mengambil uang tersebut pergi, sindikat itu beraksi. Mereka membobol rekening nasabah tersebut dengan nomor PIN yang sudah didapatkan. *(cr6/jpnn/ruk)* -- ********************************************* Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermilist.multiply.com/ ********************************************** Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang besar.. Berminat Hubungi [email protected] ============================= (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com ============================= Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu.com ============================= Space Iklan ============================= [Non-text portions of this message have been removed]
