Semoga bisa jadi bahan pertimbangan bagi yang masih merokok, silahkan baca
beritanya...

Salam Sukses,
*Zuhairan*
*------------------------*
**
*Setiap Hari 1.000 WNI Meninggal Akibat Rokok
*


sumber :
http://news.okezone.com/read/2009/05/30/1/224476/setiap-hari-1-000-wni-meninggal-akibat-rokok

YOGYAKARTA - *Indonesia hingga kini masih berada di peringkat tiga sebagai
negara dengan penduduk terbanyak mengonsumsi rokok setelah China dan India.
*

Menurut peneliti dari Pusat Kajian Bioetik dan Perilaku Kesehatan Fakultas
Kedokteran (FK) UGM Yayi Suryo Prabandari, kondisi tersebut sama dengan
keberadaan masyarakat Indonesia yang terserang TBC.

"Indonesia masih tinggi di urutan ke tiga setelah China dan India. Ini sama
halnya dengan posisi masyarakat Indonesia yang terserang TBC," kata Yayi di
FK UGM, Jumat (29/5/2009).

Yayi Suryo menambahkan sebagaimana hasil survei dari Ikatan Ahli Kesehatan
Masyarakat Indonesia ini maka setiap harinya di Indonesia diperkirakan 1.172
orang tewas akibat tembakau khususnya rokok ini.

Dari jumlah itu memang masih didominasi kaum pria yang mencapai 67 persen
dan perempuan sekira 5 persen. Namun demikian saat ini telah ada tren
peningkatan jumlah remaja terutama kaum putri yang merokok hingga 30 persen.


Sementara itu menurut peneliti lainnya Prof Sunarto, hingga sekarang di
kawasan Asia Pasifik, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang belum
menerapkan Konvensi soal pemakaian tembakau dalam Framework on Tobaco
Control (FCTC) yang telah ditandatangani 160 negara. Padahal dalam konvensi
itu diatur secara ketat pemakaian tembakau untuk rokok seperti produksi,
iklan dan penggunanya.

"Dalam konvensi itu ketat diatur bagaiamana produksi rokok diturunkan, iklan
rokok dihapus, anak-anak dilarang merokok hingga pemakaian kawasan rokok,"
kata Sunarto.

Dalam kesempatan tadi Sunarto juga mendesak agar pemerintah bisa menerapkan
kebijakan yang telah ditempuh oleh beberapa negara dalam iklan rokok. Di
sejumlah negara seperti Thailand, pada setiap bungkus rokok selain ditulis
bahaya merokok juga disertai gambar korban bahaya merokok sehingga lambat
laun akan mengurangi jumlah perokok.

"Dari beberapa survei hal itu juga berpengaruh terhadap tingkat pengguna
merokok yang turun jika disertai gambar korban perokok," tutur Sunarto.
(Satria Nugraha/Trijaya/ful)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke