Masih tetep diambil dari suatu sumber...Berhitung
Dipinggir Jurang

Seorang
pendaki gunung yang sedang berjalan-jalan di daerah pegunungan yang bertebing
curam.



Tidak disangka, ada seorang kakek tua yang sedang berdiri
persis di pinggir jurang sambil bergumam "301...301...301...".



Dengan penuh rasa penasaran si pendaki menghampiri si kakek (dengan hati-hati
tentunya, karena mereka sedang berada di pinggir jurang yang curam).



"Kakek sedang ngapain di sini? bahaya lho kek, berdiri dipinggir jurang
seperti ini..." kata si pendaki.



Tapi, si kakek tetap diam dan bergumam "301...301...301...". Karena
merasa diacuhkan, si pendaki lebih mendekat dan berkata dengan suara lebih

nyaring "KAKEK, JANGAN BERDIRI DI SINI, BAHAYA LHO KEK.." 



Belum selesai si pendaki berucap, tiba-tiba si kakek mencengkeram lengan si
pendaki dan mendorongnya ke jurang... kemudian si kakek meneruskan hitungannya

"302...302...302..

Nasihat Dari
Mbah Dukun

Suatu
hari Bejo pergi ke dukun minta nasehat karena setiap bulan gajinya selalu
habis.



Bejo : "Pak dukun bagaimana caranya supaya uang saya tidak habis, setiap
bulan gaji saya tidak pernah tersisa."



Dukun : "Coba bawa sini selembar uang kertas 1000 an"(lalu pak dukun
membubuhkan tanda tangan pada selembar uang ribuan tsb sambil berpesan)



Dukun : "Nah, uang yang sudah saya tandatangani ini kamu masukkan ke
dompet, jangan dipakai untuk beli apapun. Kalau sampeyan taat, maka sampeyan
akan tetap punya uang. Nggak mungkin uang mu habis......."

Berbohong
Dibalik Jemuran

Pak
Timbul seorang tukang kredit datang kesebuah rumah dan seorang anak tanggung
langsung menyambutnya sambil berkata : "Ibu saya baru saja pergi ke pasar.
Pulangnya baru nanti siang."



Pak Timbul yang sudah bisa memastikan bahwa si anak berbohong merasa jengkel,
karena baru saja ia melihat dua kaki wanita bersandal jepit bergerak
mondar-mandir di bawah kain seprei dan gorden yang terentang di kawat jemuran
di halaman samping.



Kesal, sambil melangkah pergi Pak Timbulpun berkata : "Tolong katakan
kepada Ibumu nanti, kalau ke pasar, kakinya jangan di tinggalkan di bawah
jemuran."

Bisik-bisik
Pasien Rumah Sakit Jiwa

Pihak
Rumah Sakit Jiwa mengambil kebijaksanaan mengundang sebuah rock band untuk
menghibur para pasien.



Pada hari yang ditentukan, terjadilah pertunjukan itu. Para pasien di kumpulkan
dan segera kemudian band metal itu beraksi di atas panggung, lengkap dengan
segala aksesorinya, lengkap dengan gayanya yang urakan dan meledak-ledak.



Seorang pasien berbisik kepada sejawatnya : "Kalau kita terlalu lama di
rumah sakit ini, kita juga akan seperti mereka.

Robby NuzlyDirektorat Pengawasan ProduksiProduk Terapetik dan PKRTBadan  
Pengawas Obat dan Makanan RIJl. Percetakan Negara No. 23 
JakartaE-mail:[email protected]. 




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke