Melawan Penjajahan Kompeni AS - FPI Haramkan Pilih SBY

Saat ini 90% kekayaan alam Indonesia dikuras Kompeni Gaya Baru (dulu VOC)
yang bernama Multi National Company (umumnya dari AS). Exxon saja mendapat
Rp 4.900 trilyun/tahun dari migas. Kalau 30 perusahaan mungkin sekitar Rp 50
ribu trilyun/tahun. Gaji CEO Chevron, 7,8 juta dollar/tahun atau sekitar Rp
7 milyar/bulan (100 x lipat gaji presiden kita.

Dari mana Kompeni gaya baru tsb dapat pendapatan puluhan ribu trilyun rupiah
per tahun? Yang jelas Arab Saudi dan Venezuela tidak dikuras migasnya.
Mereka cukup cerdas untuk menasionalisasi perusahaan2 migas dan perusahaan
lain yang menyedot kekayaan alam. Akibatnya di Arab Saudi dan Venezuela
bensin sampai Rp 400/liter dan tidak ada ekonom neoliberalis macam Faisal
Basri/Chatib Basri yang berteriak2 "SUBSIDI" terlalu berat. Ayo naikkan BBM!

Bahkan di Arab sampai bisa memberikan pendidikan gratis dari SD sampai
Universitas. Bahkan untuk Universitas dapat uang saku. Di Arab listrik dan
RS gratis.

Itulah negara2 yang menolak kekayaan alamnya disedot oleh AS sehingga bisa
memakai kekayaan alamnya untuk memakmurkan rakyatnya.

11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar. Banyak yang mati
kelaparan, ada juga yang bunuh diri karena kemiskinan. Jumlahnya mungkin
puluhan ribu lebih.

Jadi Neoliberalisme adalah pelanggaran HAM yang sangat biadab dan harus
dihentikan.

Saya harap para pemimpin bangsa menyadari penjajahan Kompeni AS ini. Amien
Rais berkata bahwa AS adalah satu faktor penentu apakah seseorang bisa jadi
presiden atau tidak di AS. Mudah2an rakyat Indonesia bisa melawannya.

http://infoindonesia.wordpress.com/2009/05/28/kritik-untuk-chatib-basri-neoliberalisme-memang-ada/
==

Dikuasainya 90% kekayaan alam Indonesia seperti minyak, gas, emas, perak,
batubara, dsb oleh perusahaan asing harusnya jadi perhatian para pemimpin
mau pun ekonom negeri ini agar hasil kekayaan alam Indonesia tidak lari ke
tangan asing. Tapi untuk rakyat Indonesia.

Lihat perusahaan-perusahaan Forbes 500 yang ternyata banyak beroperasi dan
menguras kekayaan alam Indonesia. ExxonMobil mendapat US$ 452 milyar
(sekitar Rp 4.970 trilyun), Shell US$ 355 milyar (Rp 3.900 trilyun)
sementara CEO-nya rata-rata dapat lebih dari RP 1 milyar/bulan. Padahal gaji
presiden kita saja kurang dari Rp 70 juta/bulan sementara gaji pokok pejabat
paling tinggi tak lebih dari Rp 3 juta. Begitu beramai-ramai korup Rp 1-2
milyar, segera ditangkap KPK. Sementara pimpinan perusahaan asing bisa
menikmati puluhan milyar tiap tahun tanpa harus korupsi.

==



-- 
*********************************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermilist.multiply.com/
**********************************************
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang  murah dengan prospect yang
besar, Berminat Hubungi [email protected]
=============================
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
=============================
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu.com
=============================
revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive"
hubungi Dieler Suzuki terdekat
http://suzuki.co.id/
============================
Space Iklan
=============================


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke