*refleksi: Gaji Buruh Rp 900rb (UMR) gaji DPR & Tunjangan (Bermilyar-milyar) Dimana keadilan di negeri ini* * Aliansi Buruh Menggugat Dukung Capres Pro Buruh By Republika Newsroom Senin, 08 Juni 2009 pukul 21:33:00
JAKARTA--Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) menyatakan akan mendukung calon presiden (capres) - calon wakil presiden (cawapres) yang pro buruh dan berani menentang kebijakan asing. "Selain itu, ABM akan mendukung calon yang bisa menasionalisasi aset-aset nasional, mampu menjadwalkan pembayaran utang, dan industrialisasi terhadap aset-aset nasional," kata Mas`ud Ibnu Rasyid, pengurus ABM, di Jakarta, Senin. Dia mengaku hingga saat ini ABM belum menentukan sikap tentang capres-cawapres yang akan didukung karena masih menunggu perkembangan kampanye. "Kita akan memberikan dukungan pada detik-detik terakhir karena ingin melihat dulu visi misi yang disampaikan capres-cawapres dalam kampanye," kata Mas`ud. Bercermin dari pengalaman kepemimpinan nasional, katanya, selama ini buruh selalu berada pada posisi yang dirugikan. Mas`ud juga mengkritik Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparmo yang dalam mengambil kebijakan tidak melibatkan para buruh. Selama ini yang diikutsertakan tiga konfederasi, yang tidak mewakili buruh. "Kondisi berbeda justru terjadi pada era Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakob Nuwawea yang selalu melibatkan buruh," katanya. Dia menyorot soal kebijakan "outsourcing" yang sifatnya kontrak, dan pekerjaan yang disubkan dengan perusahaan lain, kini banyak terjadi pelanggaran. Kebijakan "outsourcing", kata Mas`ud, sebenarnya hanya untuk empat komponen yakni petugas kebersihan, keamanan, usaha katering, dan pekerja di pantai. Sementara yang terjadi di Indonesia, hampir semua bidang pekerja di-"outsourching". "Kebijakan `outsourching` hanya cocok di luar negeri. Di Indonesia belum bisa, karena semua biaya-biaya di negeri ini mahal. Kebijakan `outsourcing` selama ini tidak menyejahterakan buruh," ucapnya. Terkait dengan dukungan pada capres, Mas`ud akan menyatakan dukungannya pada capres-cawapres yang mencabut Undang-undang No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang `melegalkan` penerapan sistem outsourcing. "Buruh akan mendukung capres yang memiliki konsep kemandirian, dan berani menantang kebijakan asing sebab selama ini semua kebijakan negara kita diintervensi asing," ujarnya. Dia juga menyebutkan ABM akan terus memperjuangkan Upah Layak Nasional, sehingga bisa menyejahterakan pekerja/buruh. Di Jakarta, katanya, layaknya upah pekerja atau buruh adalah Rp1.690.000. Sedangkan Upah Layak Nasional adalah Rp1,5 juta. Mas`ud menyatakan bagi ABM aksi demonstrasi merupakan jalan terakhir ketika saran tidak diterima pemerintah. Hanya saja, selama ini elite pemerintahan cenderung saling lepas tanggung jawab. ABM merupakan sebuah aliansi Serikat Buruh-Serikat Buruh (baik yang berbentuk Federasi Serikat Buruh maupun masih berbentuk Serikat Buruh tingkat Pabrik) yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, di antaranya berada di Jakarta, Lampung, Bandung, Karawang, Cikarang, Medan, Makassar dan beberapa Kota lainnya di Indonesia. ant/pur * * * -- ********************************************* Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermilist.multiply.com/ ********************************************** Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang murah dengan prospect yang besar, Berminat Hubungi [email protected] ============================= (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com ============================= Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu.com ============================= revolusi produk skuter matik Suzuki "Skydrive" hubungi Dieler Suzuki terdekat http://suzuki.co.id/ ============================ Space Iklan ============================= [Non-text portions of this message have been removed]
