NB: Tempat terbatas. Bagi yang berminat hadir, mohon konfirmasi
terlebih dahulu. Wartawan Gratis.
DISKUSI BULANAN VI
Belajar Islam: Perbandingan Timur dan Barat
Sebagian orang
menyebutkan bahwa belajar Islam tak afdal kalau belum belajar ke Timur Tengah.
Kawasan itu bukan hanya dianggap sebagai pusat
Islam, tapi juga sebagai kawasan suci yang memiliki aura tertentu. Wilayah yang
dianggap sebagai lokasi penyebaran Islam
pertama dan turunnya para Nabi.
Kawasan lain dianggap tak punya otoritas untuk itu. Amina Wadud, professor
studi Islam di Virginia Commonwealth University, AS, dalam wawancara dengan
Majalah Madina (Edisi Juli 2009) mengakui hal itu. Islam di Barat, khususnya
Amerika, sering dianggap nomor ke sekian
setelah Saudi Arabia, Pakistan, dan
sebagainya. Sehingga identitas Islam hanya dilekatkan pada kawasan Timur
Tengah.
Tapi, belakangan
ini telah terjadi fenomena yang lain. Kawasan Timur hanya satu dari berbagai
pilihan studi Islam bagi umat Islam di seantero jagad raya ini.. Kawasan Barat
menjadi pilihan lain bagi para lulusan pesantren
dan universitas Islam Indonesia.
Ada yang menyebutkan bahwa studi Islam di Barat beserta berbagai tawaran
beasiswanya
hanya untuk menghancurkan Islam dari dalam. Sebagian lagi menyebutkan bahwa
belajar Islam di Barat lebih unggul dari Timur. Barat dianggap lebih kaya
metodologi. Sedangkan di Timur miskin analisis.
Benarkah demikian? Apa saja keunggulan dan kelemahan belajar Islam di dua
wilayah itu? Apakah definisi Timur dan Barat dibedakan lantaran aspek geografis?
Apakah keduanya memiliki rujukan dan metodologi yang saling bertentangan satu
sama lain? Mungkinkah keduanya dapat bersinergi? Bagaimana Islam dihayati di dua
kawasan itu, khususnya pasca tragedi 9/11? Berbagai pertanyaan itulah yang akan
dijawab dalam Diskusi Bulanan bertajuk “Belajar Islam: Perbandingan Timur dan
Barat ”, yang akandiadakan, pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 7 Juli 2009
Waktu : 19.00-21.30 WIB
Tempat : PARAMADINA
Pondok Indah Plaza I, Kav. UA
20-21
Jl.
Metro Pondok Indah (depan RSPI/belakangMc.Donald). Telp: (021) 7501969
Pembicara : Ulil Abshar-Abdalla (Kandidat Doktor
di Harvard University, AS)
Muhammad Baqir,
M.A (Islamic Seminary in Qom, Madrasah Hujjatiyyeh, Iran)
Moderator : Rani A. Dewi
Kontribusi : Rp. 75.000,-
(makalah + snack)
Contact Person: Rahmat (0815 9700 178 / 0811 902 581), Rifki
(0852 1613 3584)
[Non-text portions of this message have been removed]