Kebaikan Itu Indah

By: agussyafii

Pernah pada suatu hari saya sedang menunggu bis, ada seorang pemuda menuntun 
nenek menyeberangkan jalan. Begitu sampai nenek itu bukannya mengucapkan terima 
kasih malah menangis tersedu-sedu membuat kami orang-orang disekeliling 
terheran-heran. 'Kenapa nenek menangis?' Tanya pemuda yang telah membantunya 
menyeberangkan jalan. Nenek itu mengatakan bahwa dirinya tidak hendak 
menyeberang melainkan sedang mencari cucunya. Kebaikan itu indah, namun kita 
seringkali berbuat baik namun tidak disertai dengan ilmu atau pemahaman akan 
kebutuhan menjadi tidak efektif dan tidak tepat sasaran. 

Demikian halnya ketika kita melakukan kebaikan seringkali menjadi sia-sia bila 
yang kita lakukan tidak memenuhi kebutuhan kepada orang yang hendak kita 
tolong. Materi memang kebutuhan yang tak
 terelakkan namun kasih sayang lebih utama.  Itulah yang kami lakukan di Rumah 
Amalia.  Kami melakukan yang tepat sasaran. Perbuatan baik saja tidak cukup 
bila tanpa mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anak, sama seperti yang 
dilakukan pemuda menuntun nenek menyeberang jalan, padahal sang nenek sedang 
mencari cucunya. Perbuat baik pemuda itu bukan hanya sia-sia mungkin juga malah 
membahayakan bagi nenek itu atau cucunya yang sedang bermain dijalan raya.

Kami mengajarkannya anak-anak Amalia belajar mengaji, mendengar setiap keluhan 
dikala sakit, menumbuhkan kepercayaan dirinya, membangun kebiasaan berpikir 
positif dan berpikir kontributif. Bahkan mengajarkan kepemimpinan dan 
kemadirian adalah bagian yang utama yang kami ajarkan. 

Hari senin yang lalu Rumah Amalia mengadakan Open House dalam rangka Peduli 
Kasih Amalia dengan mengadakan pengobatan gratis dan santunan anak yatim. 
Bersama Mbak Rani, Mas Asep, Dokter Nia dan juga
 teman-teman lainnya, diluar dugaan kami yang datang membludak, dari yang kami 
perkirakan. Kami menjadi merasa begitu dekat, banyak curhat yang disampaikan. 
Bapaknya Ismi yang sopir angkot menceritakan bersyukur sekali dengan adanya 
Rumah Amalia lebih meluangkan waktu untuk anak-anaknya karena kebutuhan anak 
yang paling mendasar adalah kasih sayang.  Ibu-ibu juga hadir menyatu dengan 
kami. Sekalipun kegiatan yang kami lakukan sederhana terasa sekali manfaatnya 
untuk semua orang yang hadir pada kegiatan Peduli Kasih Amalia, bahkan 
anak-anak Amalia seperti Mona, Lita, Lusi, Atun, Apoy, fajar dan Dedek terlibat 
dalam kepanitiaan lebih terbangun konsep dirinya dan kerjasama tim.

Berbuat baik yang tepat sasaran untuk mendidik anak-anak bukan hanya membiayai 
sekolah namun juga mencetak generasi yang disebut oleh Rasulullah sebagai 
Waladun Salihun atau anak yang shaleh dan bertanggung jawab, itulah yang kami 
lakukan di Rumah
 Amalia.

Wassalam,                                          
agussyafii
------                                                      
Senyum menyambut ramadhan, senyum kemenangan adalah 'senyum amalia'. Yuk, 
berkenan berbagi senyuman dalam sebuah program Senyum Amalia. Kegiatan program 
'Senyum Amalia' adalah Obrolan Puasa (Opus), Tadarus, Berbuka Puasa Bersama, 
Santunan Dan Paket Bingkisan Untuk Anak Yatim, akan diselenggarakan pada hari 
Ahad, 30 Agustus 2009 di Rumah Amalia.
 Kirimkan komentar dan senyuman anda di http://agussyafii.blogspot.com, 
http://www.facebook.com/agussyafii atau sms di 087 8777 12431




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke