Jaman selalu berubah. Kita sebagai bangsa telah mengalami perjalanan mulai dari 
jaman agraris, jaman industri, dan jaman informasi yang baru saja kita pijak. 
Perjalanan jaman ini terus mengalami dinamika yang menempatkan kita berhadapan 
dengan jaman kreatif. Setiap jaman menciptakan pola kerja dan relasi sesuai 
dengan karakteristik masing-masing. Jaman agraris telah membuat kira bertempat 
tinggal dan bercocok tanam. Jaman industri telah menciptakan pola kerja yang 
efisien. Jaman informasi telah membuat kita bisa terkoneksi kapan saja, dimana 
saja dan dengan siapa saja. Jaman kreatif akan menawarkan pada kita pola-pola 
penciptaan yang dapat meningkatkan kualitas hidup bersama.
Pada sisi lain, Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan berbagai sumber daya 
masih saja belum bisa mengoptimalkan kekayaan tersebut. Sumber daya alam 
terekploitasi tanpa imbal balik kesejahteraan masyarakat yang setara. Sumber 
daya manusia terekploitasi sebagai tenaga kerja dengan upah murah di negeri 
tetangga. Bahkan sumber daya budaya kita pun telah mulai ditandai sebagai milik 
budaya bangsa lain. 
Kedua kecenderungan itu telah menjadi isyarat bagi kita sebagai sebuah bangsa, 
akan perlunya kesiapan perubahan-perubahan jaman baru. Beberapa orang telah 
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia dapat menciptakan maha karya kreatif yang 
berdampak positif. Kita bisa sebut sosok Dynand Faris yang dengan penuh 
keberanian luar biasa mengimajinasikan Jember sebagai pusat fashion dunia. 
Paduan pijakan pada modal lokal, partisipasi penuh masyrakat lokal, dan 
imajinasi liar yang mendunia telah melahirkan Jember Fashion Carnaval. Jember 
Fashion Carnaval (JFC) telah memasuki tahun ke-9 ini, menyedot perhatian 
Indonesia dan bahkan dunia. Lebih dari itu, JFC berhasil membangkitkan energi 
kreatif lokal yang tiada tara dan mengenakan hasil karya sendiri bisa menjadi 
suatu kebanggaan yang luar biasa.
Kita bisa sebut juga Singgih Susilo Kartono yang mendesain maha karya yang 
disebut sebagai Radio Magno (www.magno-design.com). Radio yang sangat kuat 
desainya. Ada kontras terkandung didalamnya. Ada kemewahan yang sederhana. Ada 
kesan antik yang dipadu dengan kemanfaatan masa kini. Nuansa alami masa lalu 
berbaur nuansa futuristik. Ada perpaduan kekayaan alam berupa kayu hutan tropis 
dengan imajinasi tak terbatas anak manusia. Sebuah teladan tentang pola kreatif 
mendayagunakan sumber daya alam bangsa ini. Pantas saja kalau berbagai 
penghargaan internasional didapatkan, sebuah pengakuan dunia atas keindahan 
Magno
Capaian-capaian inti kreatif indonesia tersebut telah memperkenalkan pada 
bangsa ini bagaimana krativitas menjadi sumber energi yang berdampak positif 
pada bangsa. Tak urung Departemen Perdagangan menangkap dinamika masyarakat 
tersebut dan bergerak menggagas Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025, 
sebuah blue print yang tulen dan bernas. Sebuah inisiatif yang menarik dan 
perlu berjumpa dengan lebih banyak kepeloporan praktis di lapangan.
Di lapangan, ada banyak kendala yang di hadapi untuk menciptakan Indonesia 
Kreatif pada tahun 2025. Pada sisi SDM, kita dapat mengidentifikasi 3 kendala 
besar yang dihadapi  SDM kreatif bangsa kita yaitu:SDM  kreatif  berbasis  
artistik  belum  memahami  konteks  kreativitas  di  era  industri  kreatif  
secara  menyeluruh.  Sehingga  masyarakat  melihat  dunia  artistik  sebagai  
dunia  yang  eksklusif dan tidak merakyat.  SDM  kreatif  berbasis  
non‐artistik  (sains  dan  teknologi)  terlalu  mikroskopis  dalam  melihat  
keprofesiannya  sehingga  kadang  terlalu  mekanistis  dalam  berpikir  
sehingga  kurang  inovatif.  Dalam  bekerja  orang‐orang  ini  lebih  
termotivasi  bekerja  pada  perusahaan‐perusahaan  besar  yang  membuat  
mereka  tenggelam  di  dalam  rutinitas  sehari‐hari  dan  memiliki  
keterbatasan  dalam  mengekspresikan  kreativitas  yang  ada 
 
dalam diri.  SDM kreatif baik yang berbasis artistik maupun yang non‐artistik kekurangan sarana
 untuk bereksperimen dan berekspresi sehingga hasil karya mereka masih kurang 
kreatif dan  kurang  inovatif.  Akibatnya  industri  lokal  dan  internasional  
belum  
melihat kepentingan yang besar untuk mengadopsi ide‐ide baru dari mereka.  
Pada sisi lain, kekuatan ekonomi-politik dan bisnis kita masih berkutat 
proses-proses transaksional semata untuk mendapatkan nilai tambah bagi diri 
maupun bangsa ini. Dunia bisnis masih bertumpu pada pola perdagangan yang 
memberi titik tekan lebih pada siapa yang lebih murah dan siapa yang lebih 
cepat yang akan mendapatkan nilai tambah. Dunia ekonomi-politik tidak jauh 
berbeda. Penjualan secara langsung kekayaan alam kita menjadi pola utama dalam 
mendapatkan nilai tambah untuk mensejahterakan bangsa Indonesia.
Kendala-kendala tersebut menantang kita semua untuk menerobos pakem-pakem yang 
berlaku selama ini. Terobosan yang mewadahi penyatuan apa yang selama ini 
dibedakan dan dipisahkan. Daniel L. Pink (2005) menyatakan perlunya 
mensintesakan antara high-tech, high concept dan high touch. Penyatuan antara 
kemampuan teknologi  (high tech) dengan kemampuan keindahan artistik (hich 
concept) dan kepekaan emosional (hich touch). Kreatifitas adalah perkawinan 
teknologi, seni dan emosi.  Terobosan ini akan mempertemukan kekayaan alam, 
budaya, dan manusia Indonesia dalam melahirkan maha karya kreatif yang 
berdampak luar biasa pada kesejahteraan bangsa Indonesia.
imagine Indonesia sebagai sebuah komunitas mencetuskan inisiatif yang kami 
sebut sebagai IndiPreneurship Festival, sebuah pola pendidikan yang melampui 
batas-batas mengenai apa itu pendidikan. IndiPreneurship Festival merupakan 
sebuah ajang bagi kaum kreatif muda Indonesia untuk menyatukan high-tech, high 
concept dan high touch sekaligus dengan bisnis. IndiPreneurship Festival akan 
menjadi wadah untuk melatih diri sekaligus sebagai ajang mengekspresikan 
kapasitas kreatif setiap orang muda Indonesia.
Konsep indiPreneurship Festival
IndiPreneurship Festival terdiri dari serangkaian kegiatan yang menjadi suatu 
kesatuan tatapi dapat juga berdiri sendiri. Aktivitas-aktivitas itu adalah:
1. indipreneurship Competition (April 2010)
Ajang tahunan bagi kaum kreatif muda Indonesia mendapatkan apresiasi luas atas 
karya-karya kreatif mereka dari segenap masyarakat Indonesia maupun dunia. 
Karya yang tampil di ajang ini harus memenuhi kriteria kreatif sekaligus 
kriteria bisnis. Kaun kreatif muda yang ikut dalam kompetisi dapat mengikuti 
indinPreneurship Workshop secara cuma-cuma.
Tujuan:Adanya apresiasi yang luas atas karya-karya yang kreatif sekaligus layak 
dari sudut pandang bisnisAdanya peluang-peluang bisnis kreatif baru yang dapat 
berdampak positif pada masyarakat Indonesia2. indipreneurship Workshop (Mei 
2010)
Ajang bagi kaum kreatif muda belajar membangkitkan kapasitas kreatif tak 
terbatas melalui penyatuan antara kemampuan teknologi  (high tech) dengan 
kemampuan keindahan artistik (hich concept) dan kepekaan emosional (hich 
touch). 
Tujuan:Adanya ajang yang memungkinkan kaum kreatif muda belajar menciptakan 
karya kreatifAdanya karya-karya yang kreatif sekaligus layak dari sudut pandang 
bisnisAdanya peluang-peluang bisnis kreatif baru yang dapat berdampak positif 
pada masyarakat Indonesia
3. indiPreneurship Festival (Desember 2010)
Ajang tahunan bagi kaum kreatif muda Indonesia mengekspresikan karya kreatif 
mereka baik yang menjadi bagian kompetisi maupun karya kreatif 
lepas.Tujuan:Adanya ruang perjumpaan multipihak dalam ekonomi kreatif yang 
memberbincangkan karya dan peluang kreatifAdanya ruang ekspresi bagi kaum 
kreatif muda Indonesia untuk menampilkan karya kreatif mereka
Sumber: http://appreciativeorganization.wordpress.com
Bagi semua kawan yang ingin berkonstribusi, bebaskan diri anda bertindak yang 
sekiranya dapat membantu terwujudnya Indonesia Kreatif 2025.Silahkan hubungi 
Bukik diYM : bukik_psi, Facebook: bukik psikologi, email: [email protected], 
BB: 25222123Kabar Baik Indonesia!!!Bergeloraaaa!!



      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke