Assalamualikum WR WB. Jadi pengen juga ketemuan, ):...bukan ikut ikutan, pi ya emang udah terlalu banyak tulisan dan cerita Ustadz Agus yg menjadi pelita akal dan jiwa,...akan afdhol tentunya kl nanti bisa suatu saat bertemu dan doialog langsung.Asyiek pasti,...pengen owei,...salam dari kami sekeluarga.
--- On Thu, 10/1/09, agus syafii <[email protected]> wrote: From: agus syafii <[email protected]> Subject: Re: TaManBinTaNG >>> Badut To: [email protected] Date: Thursday, October 1, 2009, 1:20 AM Selamat siang Mas Bambang, Insya alloh mas..bila Alloh berkenan mempertemukan kita bisa berbincang banyak hal mas..terima kasih banyak sebelumnya teriring doa kami semoga Mas Bambang dan keluarga senantiasa dalam kelimpahan kesehatan dan keberkahan selalu..amin Wassalam, agussyafii --- In TaManBinTaNG@ yahoogroups. com, Bambang Narayana <bambang_narayana@ ...> wrote: > > > Selamat pagi Mas Agussyafii, > > > > Saya sangat tertarik membaca tulisan-tulisan Mas Agussyafi, semoga kita bisa > bertemu suatu saat nanti untuk mendengarkan langsung cerita-cerita lainnya. > > > > salam, > > Bambang N > > > > To: agussya...@. .. > From: agussya...@. .. > Date: Fri, 25 Sep 2009 19:11:01 -0700 > Subject: TaManBinTaNG >>> Badut > > > > > > Badut > > By: agussyafii > > Malam di bulan suci Ramadhan masjid nampak bermandikan cahaya. Riuh anak-anak > berlarian dijalanan terdengar petasan, pedagang juga meramaikan dengan > jualannya. Kumandang adzan Isya' sudah lama berlalu. Pengurus masjid > mengumumkan pemasukan yang diperoleh pada malam kemaren dan juga pengumuman > yang menjadi Imam sholat tarawih serta penceramah. Parmin duduk terdiam > membisu dibarisan belakang tak memperdulikan apapun yang terjadi > disekitarnya. Bahkan ia menggeleng kepalanya keada seorang laki-laki yang > memintanya untuk mengisi shaf didepannya yang kosong. > > Hampir seminggu pada bulan puasa lalu Parmin tidak lagi bergairah untuk > bekerja. Setiap hari dia sengaja untuk berangkat lebih siang daripada > temannya. Tangannya seolah segan memakai topeng badut yang menemani selama > hampir setahun. Ada sesuatu yang menyesakkan didadanya. Parmin ingin berhenti > dari pekerjaannya sebagai badut keliling dari kampung ke kampung. > > Saya mengenal Parmin sewaktu sholat berjamaah dimasjid. Biasa sehabis maghrib > Parmin suka membaca al-Qur'an, katanya sambil menunggu adzan Isya, 'tanggung > mas..' Bila mengaji bacaannya cukup bagus, saya suka mendengarkan, menurut > pengakuannya dia pernah dipesantren. 'biar jelek-jelek begini aku jebolan > pesantren lo mas..' tuturnya. Setahun lalu Parmin terdampar di belantara > Jakarta. Ketika tertipu calo TKI yang menjanjikan dirinya memberangkat ke > Arab. Berbekal dengan sedikit bahasa arab yang dipelajari di pesantren Parmin > memiliki kepercayaan diri untuk menjadi TKI di Arab yang terjadi malah > tertipu. Maupulang ke kampung malu sementara Parmin tetap harus makan maka > dia memilih pekerjaan jadi badut keliling. 'Aku iki iso opo to mas? Ya cuman > jadi badut keliling dari kampung ke kampung.' > > 'jakarta itu kejam mas Agus..hidup disini bila malu tidak bisa makan. Aku > ndak merampok, ndak mencuri, kenapa malu? Koruptor aja yang merampok uang > rakyat nggak malu, aku yang cuman menjadi badut yang berjuang untuk hidup > kok malu?' Begitu ucapnya berdalih dengan penuh semangat untuk membenarkan > apa yang dilakukannya. Tetapi belakangan ada perubahan dalam sikapnya sejak > Parmin mampir di Rumah Amalia melihat anak-anak yang sedang belajar. > Terkadang bila Parmin habis pulang kerja, saya minta Parmin untuk mampir > selalu menjawabnya 'malu mas sama anak-anak Amalia.' > > Parmin pernah bercerita, Dikampung dirinya memiliki adik laki-laki dan > perempuan. Sejak bapak dan ibunya meninggal, mereka hidup bertiga. > Keinginannya pergi ke Arab ditentang oleh kedua adiknya. 'Aku sudah bosan > hidup begini terus.' tukas Parmin pada adik-adiknya. 'aku pengen koyok > konco-konco kae..pulang bisa bawa motor, hanphone dan barang-barang mewah > sehabis pulang dari Arab.' lanjutnya. Dia ingin merubah nasib. Tapi kini > sudah setahun berlalu di Jakarta, dadanya mulai disesaki penyesalan. Ternyata > dia tidak menemukan apa-apa yang ada malah berlumuran dosa, katanya. 'aku > ngiri ambek sampeyan lo mas. Bisa ngurus anak-anak Amalia.' katanya pada > suatu malam. > > Setelah lebaran Parmin mengabarkan bahwa tekadnya sudah bulat mau pulang > kampung saja mengurus anak-anak ngajarin ngaji kayak anak-anak Amalia. 'Mosok > mau jadi badut seumur hidup? ya ndak to mas. Saya ingin melakukan apa yang > diajarkan Kanjeng Nabi, Khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baiknya manusia > adalah yang berguna bagi orang lain.' Parmin berkemas, topeng badut, rambut > palsunya, baju gombrong warna-warni telah diberikan temannya. 'Banyak hal > yang bisa saya lakukan dikampung, selain jadi guru ngaji, bisa ngurus sawah > ama ngurus adik-adikku Mas,' kata Parmin. > > Siang panas terik, motor melaju dengan kencang. Saya mengantarkan Parmin > menuju terminal bus Lebak Bulus untuk pulang kampung. Tak terasa sudah > sampai. Saya hendak membelikan tiket bus namun ditolaknya. Beberapa lembar > lima puluh ribuan saya sodorkan untuk tambahan tetap ditolaknya, 'mbak rika > lebih membutuhkan mas..'begitu ucapnya. Airmata tak terasa mengalir begitu > saja seolah kehilangan saudara. Parmin memeluk saya, mengucapkan terima kasih > telah menyadarkan dirinya untuk tidak menyerah pada kehidupan. "Matur nuwun > mas..aku sudah banyak belajar dari mas agus, salam buat mbak Rika, Hana dan > anak-anak Amalia.' Katanya. Bus tujuan ke Jawa tengah itu telah datang. > Parmin berpamitan. Meninggalkan kota jakarta kembali ke kampung impiannya > yang telah terwujud. 'Selamat jalan Parmin, selamat berjuang kawan.' ucap > saya dalam hati melepas bepergiannya. > > -- > Ayat ini sering dibaca Parmin ketika bulan suci Ramadhan kemaren: > 'Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan > harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya disisi Alloh dan > itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan mereka menggembirakan > mereka dengan memberikan rahmatNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh > didalamnya kesenangan yang kekal. (QS At-Taubah: 20-21). > > Wassalam, > agussyafii > > -- > Yuk, ikutan tebarkan cinta dan kasih sayang bersama Amalia. Dalam program > kegiatan 'Cinta Amalia' (CINMA) pada hari Ahad, 11 Oktober 2009 di Rumah > Amalia. Kirimkan dukungan dan cinta anda di http://agussyafii. blogspot. com > atau http://www.facebook .com/agussyafii atau sms di 087 8777 12 431 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > See all the ways you can stay connected to friends and family > http://www.microsof t.com/windows/ windowslive/ default.aspx > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]
