Kuis The 19th Wife

Scott dikenal sebagai lelaki tua yang kasar kepada istri-istrinya, terutama
kepada istri-istrinya yang sudah tua. Dia juga dikenal gemar menikahi
gadis-gadis muda tanpa memandang status kekerabatan mereka. Kemudian, pada
suatu pagi, dia ditemukan mati tertembak di ruang bawah tanahnya. Kecurigaan
mengarah kepada BeckLynn, isri ke-19-nya yang terakhir terlihat bersamanya.
Namun, kemudian muncul si anak hilang, Jordan Scott, anak BeckLynn, yang
dibuang di jalan saat berusia 14 tahun tanpa bekal apa pun. Alasannya sepele,
Jordan didapati menggandeng tangan Queenie, saudara tirinya. Queenie sendiri,
karena peristiwa itu, mendapat hukuman menikah dengan Hiram Alton. Scott, sang
kepala keluarga, justru tak berkomentar apa-apa mengenai kejadian tersebut.
Mungkinkah peristiwa 6 tahun lalu itu memiliki kaitan dengan kematian Scott? 

 

Lalu siapakah pembunuh Scott?

a. Jordan Scott, anak Scott 

b. Queenie Alton, anak tiri yang disukai oleh Scott 

c. Hiram Alton, suami Queenie Alton 

d. Sang Nabi, pemimpin tertinggi Aliran Mormon Fundamentalis 

e. BeckLynn Scott, istri ke-19 Scott 

 

Tersedia 5 paket buku dari Bentang Pustaka bagi 5 orang yang bisa menjawab
pertanyaan di atas dengan benar. 

 

Tata cara mengikuti kuis The 19th Wife:

1.Upload foto
cover The 19th Wife ke dalam facebookmu. 

2. Tag 10 orang
teman kamu + Bentang di foto cover itu. 

3. Tuliskan
jawabanmu secara lengkap di caption foto kaver.

 

Cerita harus dikirim pada tanggal 30 Oktober – 4 November 2009. Pemenang
akan diumumkan lewat note Bentang dan milis-milis pada 5 November 2009. 

 

Cover bisa diunduh dari facebook Bentang Pustaka atau di 4SHARED

 

 

SEGERA TERBIT

The 19th Wife karya David Ebershoff. Sebuah novel pemenang Rosenthal
Foundation Award ini menggambarkan cerita kelam kehidupan poligami sebuah
keluarga pengikut Aliran Mormon Fundamentalis. Novel ini terinspirasi dari
perjuangan Ann Eliza Young menghapuskan poligami dari Aliran Mormon pada tahun
1875. Alur cerita yang melewati dua periode waktu ini tetap terasa dekat karena
pemahaman Ebershoff yang mendalam akan fakta sejarah yang ada. Novel ini
merupakan perpaduan apik antara sejarah lengkap sebuah aliran, karakter fiktif
yang kuat dan tak terlupakan, serta pertanyaan mendalam terhadap sebuah
keyakinan. 

 

 

Pujian untuk The 19th Wife 

 

“Ambisius... Impresif... Ebershoff menunjukkan kemampuan luar biasanya yang
sangat besar serta berhasil menceritakan kekuatan misterius sebuah kepercayaan”


—The New Yorker 

 

"The 19th Wife adalah sebuah buku yang besar, dalam segala pengertian.
Novel ini mampu memberikan apa yang harus diberikan oleh semua novel-novel
bagus: Novel ini sangat menghibur.” 

—Los Angeles Times 

 

"[The 19th Wife] menunjukkan perhatian pada misteri-misteri yang sulit
terpecahkan dari suatu keyakinan sama pentingnya dengan arti sebuah keluarga” 

--The New York Times Book Review

 

“The 19th Wife merupakan sebuah kisah kepahlawanan bersejarah yang
berpengaruh besar. Perpaduan antara penelitian seksama Ebershoff dan gaya
penulisan yang tangkas menjadikan novel ketiganya ini sebuah karya sastra yang
memiliki pencapaian kreatif yang luar biasa.” 

—People, 4 out of 4 stars and a People pick

 

“Pencapaian kreatif yang luar biasa. Novel ini merupakan bacaan yang
penting.” 

—Publishers Weekly, Starred and “Pick of the Week”

 

“Sebuah buku yang merupakan perpaduan antara sejarah lengkap sebuah aliran,
karakter fiktif yang kuat dan tak terlupakan, serta pertanyaan mendalam
terhadap sebuah keyakinan.” 

—Washington Post Book World 

 

“[The 19th Wife] terus-menerus memusatkan perhatian pada rasa kemanusiaan
tokoh-tokoh yang terlibat dengan ceritanya, termasuk rasa kemanusiaan para
pemimpin gereja pada masa awal.” 

—Charlotte Observer (4 out of 4 stars) 

 

PT BENTANG PUSTAKA  Jl. Pandega Padma No. 19  Yogyakarta 55284  Indonesia  
Phone 62-274-517373  Fax 62-274-541441  www.mizan.com  
www.klub-sastra-bentang.blogspot.com  www.cpublishing.blogspot.com 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke