Keuntungan bagi yang sedang menuntut Ilmu
“Satu orang yang faqih (ahli dalam ilmu fiqih),lebih ditakuti oleh syetan
daripada seribu ‘abid(ahli ibadah tetapi tidak faqih).” (Hr. Tirmidzi).
Dari Anas r.a., sesunguhnya Rasulullah saw. Bersabda:
“Barang siapa pergi keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah
hingga ia kembali.”(Hr. Tirmidzi)
Dari abu Sa’id al Khudri r.a., sesungunya Rasululah saw. Bersabda:
“Tidak akan pernah merasa kenyang (puas) seorang mukmin terhadap kebakan yang
didengarnya, sehingga ia mencapai puncaknya yaitu surga.”(Hr. Tirmidzi)
Dari Abu Hurirah r.a.. sesunguhnya Rasulullah saw bersabda:
“Perumpamaan ilmu yang tidak dimanfaatkan (dengan cara mengamalkan dan
menyampaikannya), bagaikan harta yang tidak di infakan di jalan
Allah.”(Ht.Ahmad)
Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Rasululah saw. Bersabda:
”Barangsiapa menempuh jalan utuk menuntut ilmu, maka Allah akan menya jalan
menuju mudahkan bagsurga.” (Hr. Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a. Rasululah saw. Bersabda
“Tidaklah uuk (berkumpul) suatu kaum sambil berzikir kepada Allah,kecuali
malaikat mengerumi mereka, rahmat meliputi merela, sakinah (ketenangan) turun
ke atas mereka, dan mereka disebut-sebut oleh Allah di hadapan mereka (Para
malaikat) yang berada di sisi-Nya (Hr. Muslim)
Dari Umul mukminin, Juwairiyyah binti Harits r.a.
menceritakan.”Sesungguhnya Rasulullah saw. Keluar dari rumah Juwariyyah r.a.
pada waktu pagi untuk mengerjakan shalat subuh, dan ketika itu ia berada di
tempat shalatnya (sedang beribadah dan berdzikir). Kemudian Rasulullah saw.
Pulang dari mesjid setlah waktu dhuha, sedangkan Juwairiyyah masih duduk di
tempat shlatnya tadi. Lalu Rasulullah saw. Bersabda padanya:
“Apakah keadaanmu di tempat shlatmu masih tetap seperti ketika aku
meninggalkanmu pagi tadi?” Ia menjawab, “Ya.” Nabi saw. Bersabda,”Sesungguhnya
aku tadi telah membaca empat kali kalimat sebanyak tiga kali yang jika kalimat
itu ditimbang dengan bacaan-bacaanmu sejak hari ini, niscaya kalimat itu lebih
berat daripada bacaan-bacaanmu, yitu:Subhaanallaahi wabihamdihii ‘adada
khalqihii wa ridhaa nafsihii wa zinata ‘arsyihii wa midaada kalimaatihii (Maha
Suci Allah dan dengan segala pui-Nya sebannyak makhluk-Nya, seridha dirinya,
seberat’Arasy-Nya, dan sebanyak kalimat-Nya (Hr. Imam yang lima selain Imam
Bukhari)
Sumber: dalil-dalil dakwah dan tabligh, Sa’ad bin Ibrahim Syilbi)
Dari Abu hurairh r.a., sesungguhnya Rasulullah saw. Bersabda,”Sesungguhnya
Allah swt. Mempunyai malaikat-malaikat yang tugasnya berkeliling di jalan-jalan
untuk mencari majelis-majelis ahli dzikir. Apabila merka menjumpai orang-orang
yang sedang berdzikir kepada Allah,mereka saling memanggil satu sama lain,”
kemarilah, inilah yang kalian cari!” Lalu para malaikat itu menerumuni majelis
tersebut dengan sayap-sayap mereka sampai ke langit. Apa bila pada ahli dzikir
itu sudah berpisah dari majelis, para malaikat itu pun naik kembali ke langit.
Allah swt.bertanya kepada mereka-seang Dia Maha Mengetahui,”Dari manakah kalian
dating? Para malaikat menjawab,”Kami dating dari hamba-hamba-Mu yang sedang
sibuk mensucikan, mengagungkan dengan memuji Dzat-Mu.”Allah swt.
Bertanya”Apakah mereka dapat melihat-Ku?” Para malaikat menjawab,”Tidak, mereka
tidak melihat Engkau.” Allah swt bertanya,”Bagaimanakah seandainy mereka
melihatku.”Para
malaikat menjawab,”Jika mereka melihat Engkau, tentulah mereka kan lebih giat
lagi beribadah kepada-Mu”Allah bertanya lagi, Apakah yang mereka minta?” Mereka
meminta surga-Mu, jawab para malaikat. Allah bertanya.”Apakah mereka pernah
melihat surga itu?” Mereka belum pernah melihat surga itu,” Jawab para malaikat
lagi. Allah bertanya lagi,” Bagaimana sekiranya mereka telah melihat surga-Ku
itu?” para malaikat menjawab,” Sekiranya mereka telah melihat surga-Mu, tentu
mereka lebih ingin dan lebih berusaha lagi sekuat mungkin untuk mendapatkanya.”
Kemudian Allah bertanya,”Dari apakah mereka berlindung?” Para malaikat
menjawab,”Merka berlindung dari neraka jahannam.”Allah swt. Bertanya,”Apakah
mereka pernah melihat neraka jahannam itu?” Tidak, mereka belum pernah melihat
neraka Jahannam itu,” Jawab para Malaikat. Allah bertanya lagi,”Bagaimana
sekiranya mereka telah melihat neraka itu?” Malaikat menjawab, “Sekiranya
mereka pernah melihat neraka itu, tentu mereka akan lebih dan lebih berusaha
lagi supaya dijauhkan sejauh-jauhnya darinya.” Kemudian Allah
berfirman”Hendaknya kamu sekalian menjadi saksi bahwa Aku telah mengampuni
semua peserta majelis itu.” Salah satu malaikat berkata,” Ya Allah, si fulan
itu dating secara kebetulan, karena urusannya sendiri, ia bukan termasuk
peserta majelis itu.”Allah berfirman,”Majelis itu adalah majelis yang amat
berbahagia, maka tidak akan merasa kecewa orang-orang yang duduk di majelis
itu.”(Hr. Bukhari Muslim).
Cara Mendapatkan Hakikat Ilmu:
1. usaha atas diri sendiri: dengan cara menghadiri dan duduk bersama
ahli-ahli ilmu(ulama) dan memperhatikan serta mendengarkan kalamullah dan
sabda-sabda Nabi saw.
2. Usaha atas orang lain: dengan cara berdakwah (mengajak) orang lain
mencari ilmu untuk mensahkan (membetulkan) ibadah dan menyempurnakan aqidahnya
3. Usaha terhadap Allah swt: dengan cara berdo’a kepada Allah swt. Agar dia
mengaruniakan kepada kita hakikat ilmu.
Sumber: dalil-dalil dakwah dan tabligh, Sa’ad bin Ibrahim Syilbi)
[Non-text portions of this message have been removed]