Sebuah keluarga kecil yang bahagia tentu akan semakin ramai dengan kehadiran 
sang anak, suara tangisannya yang manja akan menghilangkan penat di dada ketika 
lelah memuncak setelah seharian bekerja. Tatapan matanya yang polos akan 
membawa kita pada dunianya yang penuh ceria.

Namun, jika Allah berkehendak lain maka apalah daya manusia menolaknya. 
Demikianlah yang dialami oleh keluarga P. Pitrasahriar Panduaji, setelah 
dianugrahi anak pertama yang sehat, bersama sang istri, Erni Fitriani, mereka 
diberi ujian yang cukup berat. Anak keduanya yang lahir pada Tanggal 13 
November 2009 tidak memiliki lubang anus. Sebuah realita yang tidak 
terbayangkan bagi keluarga sederhana ini.

Kisah keluarga yang sedang dalam kesusahan ini terekam dalam surat yang mereka 
tulis kepada kami (LAZ YKSU BALI). Berikut isi surat tersebut.

"Saya suami (P. Panduaji) dan istri (Erni Fitriani) menikah pada tanggal 16 
Juli2007 di Ds. Patas, Dsn Yeh Biu, Kec. Gerokgak, Kab. Buleleng Bali. Semenjak 
menikah dengan perhitungan dana pribadi yang minim dan mendapat bantuan yang 
cukup dari pihak keluarga saya dan pihak keluarga istri. (Alhamdulillah) 
pernikahan tersebut dapat berjalan dengan baik & lancar. Walaupun sebenarnya 
dari saya [pribadi hanya sebatas ingin menikah di KUA saja, begitupun dari 
orangtua istri. Karena dari orangtua istri  juga sangat tidak memiliki 
dana/uang untuk keperluan kami menikah. Alhamdulillah dengan berjalannya waktu, 
kami dianugrahi seorang anak perempuan (Dewi Ajeng Rahmawati) umur 2 tahun saat 
ini. Ketika melahirkan anak pertama kami melahirkan di bidan dengan normal dan 
ada sedikit operasi pada istri saya karena ada pendarahan, sehingga pembiayaan 
kami membengkak menjadi 1,6 juta, akhirnya kami dapat melakukan pinjaman di 
Bank BRI Malang, saat ini Alhamdulillah sudah lunas.
Waktu demi waktu, pekerjaan saya yang tidak tetap ini masih kurang / belum bisa 
sepenuhnya membelikan kebutuhan pada istri dan anak, sehingga kami melakukan 
beberapa pinjaman pada teman, orangtua, bank keliling, seperti itulah adanya.
Hingga istri hamil lagi yang ke 2, walaupun sebelumnya kami (saya) telha 
menyuruh istri untuk ikut KB, dengan kelalaian istri sehingga hamil lagi untuk 
anak ke-2 hingga melahirkan dengan normal di bidan Titin dengan kondisi bayi 
sehat dengan berat 3,5 Kg, tinggi 50 cm. dan besoknya ketika bayi setelah 
dimandikan baru diketahui kalau anus bayi buntu / tidak ada lubang anus. 
Sehingga kami sekeluarga kaget dengan adanya musibah yang kami alami. Dengan 
petunjuk bidan dan dokter spesialis anak, kami dianjurkan untuk membawa bayi 
berobat / operasi di RSU Kerta Usadha, SIngaraja Bali.
Sejak tanggal 14 November 2009 pada 11.00 Wita kami telah membawa bayi kami di 
RSU Kerta Usadha, Singaraja, hingga sampai hari ini, kamis 19 November 2009. 
Bayi kami masih dalam perawatan di RSU tersebut, perkembangan sekarang yaitu 
bayi telah dioperasi dengan lubang di perutnya untuk supaya bisa buang air 
besar, sementara untuk ASI / Susu formula bayi masih belum bisa minum, hanya 
bisa dibantu dengan suntik dan infuse. Untuk biaya sampai saat ini kami masih 
belum tahu berapa total biaya perawatan & operasi bayi kami. Hanya beberapa 
obat dan alat infuse saja yang sementara kami belikan untuk bayi.
Sehingga kami sedikit banyak ucapkan terimakasih banyak sebelumnya kepada 
Yayasan YKSU yang mana dengan keadaan musibah yang kami alami ini dapat 
sekiranya YKSU berkenan membantu kami dalam segi pembiayaan pengobatan pada 
bayi kami hingga selesai nantinya."

Demikian isi surat yang ditulis oleh Panduaji. Untuk itu kami saat ini sedang 
menggalang dana untuk membantu keluarga Panduaji dalam menghadapi musibah ini. 
Informasi terakhir, tindakan operasi selanjutnya yaitu operasi pembuatan lubang 
anus yang akan dilaksanakan di RSUP Sanglah Denpasar. Dan setelah bertanya di 
sana-sini kebutuhan biayanya adalah sekitar 15 jutaan!!! Sebuah nominal yang 
tidak sedikit bagi keluarga Panduaji. Penggalangan dana juga dilakukan oleh 
tetangga-tetangga Panduaji di desanya. Tentunya kepedulian dari anda akan 
sangat meringankan beban keluarga ini.

Kami akan membuka penggalangan dana melalui rekening LAZ YKSU, untuk tertib 
administrasi kami mohon untuk mencantumkan angka 110 pada tiga digit terakhir 
nilai transfer anda (mis. Rp. 500.110,-) atau konfirmasikan kepada kami setelah 
transfer.

Semua pemasukan akan kami laporkan melaui media LAZ YKSU (Majalah, Bulettin, 
website, email) kepada masyarakat luas.

Kami mengucapkan terimakasih atas kepedulian anda, dan jika berkenan mohon 
untuk memforward email ini kepada teman atau handai taulan anda. Terimakasih. 
(Foto: Lihat www.lazku.com)
Bantuan dapat disalurkan melalui :
LAZ YKSU BALI, Jl. Kalimantan 19 Denpasar Bali, Telp. 0361-232692
No. Rekening : 
BNI : 0049400457
BSM : 0850015339
BCA : 0401744711
Bank Mandiri : 1450002182877
Muamalat : 7510269322
Mohon Konfirmasi Lewat tlp. Atau sms ke 085237455556 setelah transfer
Email : [email protected] // website : www.lazku.com

Kirim email ke