diambil dari suatu sumber.....
Jika Hewan Punya
Facebook

Kalau
binatang punya Facebook, kira-kira statusnya apa aja ya? Berikut
beberapa yang sudah ditemukan. Tapi nggak tau apa mereka bener binatang.



Anjing Pudel : Nunggu mo ke salon neh



Kecoak : Baru aja selamat dari injekan maut, yeah!



Sapi : Aku diraba-rabi lagi oleh majikanku



Kucing : Anak gue yang ke- 5 barusan nanya siapa bapaknya. Gue bingung mau
jawab apa. Gue sendiri lupa bapaknya siapa?



Nyamuk: Ane positif HIV AIDS boooo



Ayam : Teman-teman...kalo besok gw ga update... berarti gw udah di goreng... i
luv u all...



Cumi-cumi: Abis isi ulang tinta nich.



Babi: Gw difitnah nyebarin flu. Sialan!!



Kambing : Selamat lebaran haji kemarin ndak disembelih

Menyuruh Istri
Nonton Tinju

Seorang
Pengusaha yang sangat menggemari tinju tidak bisa menyaksikan pertandingan
besar di televisi karena harus menghadiri rapat penting. Maka dia menelpon
isterinya untuk memintanya menyaksikan pertandingan tinju, bukannya menonton
acara kegemarannya sendiri.



"Aku tahu kau tidak pernah menonton pertandingan tinju," kata si
Pengusaha, "Tapi kau akan bisa memahami cukup banyak sehingga bisa
menceritakannya kepadaku setelah aku pulang."



Maka isteri si Pengusaha ini pun menonton pertandingan tinju.



Dan setelah si Pengusaha pulang dia segera menghambur masuk rumah dan bertanya
kepada isternya : "Nah, Sayang, siapa yang memenangkan pertandingan besar
tadi?"



"Tidak ada yang menang," jawab isterinya,.



"Salah satu petinju terluka pada ronde pertama; maka mereka semua bubar
dan pulang kerumah masing-masing."

 

Anjing Hebat

Beberapa
orang Pemburu tengah melepas lelah sambil masing-masing menyombongkan Anjing
peliharaan mereka. Karena tahu ada seorang penduduk asli yang ikut
mendengarkan, mereka semakin membesar-besarkan cerita.



Pemburu I : "Anjingku ini, sewaktu kusuruh ke toko membeli telur, ia tidak
mau kalau telurnya tidak segar. Dia mempunyai hidung yang sungguh luar
biasa!"



Pemburu II : "Itu sih belum apa-apa."



Pemburu II : "Anjingku ini, kalau kusuruh membeli rokok, pasti menolak
jika rokok itu bukan favoritku. Tidak cuma itu, dia tidak akan merokok sampai
tiba di rumah dan kutawari sebatang."



"Begini, Pak Tua," kata seorang yang lain sambil menoleh ke Pak Tua
penduduk setempat, "Apakah Anda pernah mendengar Anjing yang sehebat
peliharaan kami?"



Pemburu III : "Pernah, sekali-Anjing saudaraku."



Pemburu IV : "Kupikir dia sedikit lebih pandai."



Pemburu II : "Maksudnya?"



"Mmm," sambung Pak Tua, "Anjing itulah yang menjalankan toko
tempat Anjing-anjing Anda berbelanja."




Robby Nuzly, S.Si., Apt.

Direktorat Pengawasan Produksi

Produk Terapetik dan PKRT

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI

Jl. Percetakan Negara No. 23 Jakarta

E-mail:[email protected]




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke