Artikel: Melirik Kemasa Silam, Menatap Kemasa Depan
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Sudah selesai pesta tahun barunya? Ya, tentu saja. Meski terompet masih 
berfungsi, Anda tidak lagi tertarik untuk meniupnya kencang-kencang dimalam 
hari. Meski kembang api masih tersisa, anda tidak akan membiarkan nyalanya 
menggantikan kerinduan anda atas kasur empuk dan bantal guling. Hari ini kita 
kembali kepada realitas yang jauh dari segala hingar bingar bunyi terompet dan 
gemerlap kembang api. Namun, hari ini kita layak merenungkan jika setelah 
perayaan besar-besaran itu masa depan anda menjadi lebih cerah dari sebelumnya 
atau tidak?    
 
Saya sedang mencari alamat didaerah yang agak asing ketika tiba-tiba saja 
sebuah mobil melesat kencang dari arah depan. Dalam hitungan sepersekian detik 
sejak saya melihatnya, tiba-tiba mobil itu menghantam kaca spion sebelah kanan 
saya dengan suara yang mengejutkan. Dan setelah bunyi keras itu, kaca spion 
kami tidak lagi berada ditempatnya. Saya menepi dan berhenti. Namun, mobil yang 
menabrak itu terus melaju dalam kecepatan tinggi. Sementara ditengah jalan, 
kaca spion mobil kami tergolek pasrah terpecah-pecah. 
 
Saya tidak menyukai apa yang terjadi. Namun, tidak ada gunanya mengejar mobil 
yang kabur itu. Jadi, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan; tanpa kaca 
spion. Sungguh, saya tidak pernah benar-benar menyadari betapa bernilainya 
keberadaan sebuah kaca spion sebelum kejadian itu. Tiba-tiba saja, saya 
menyadari betapa pentingnya benda kecil itu. Karena, meskipun ukurannya kecil, 
namun kaca spion membantu kita melihat ke belakang. Yaitu,  ke area yang tidak 
mungkin kita jangkau dengan memalingkan muka kearahnya. Bayangkan seandainya 
saat menyetir kita memutar leher dan melihat kearah belakang. Tentu sangat 
membahayakan keselamatan, bukan? Tetapi, dengan bantuan kaca spion yang kecil 
itu, kita bisa mengetahui situasi dibelakang tanpa harus mengarahkan wajah kita 
kesana.
 
Hey, sebentar dulu. Apakah saya berungkali menyebut kaca spion yang ’kecil’? 
Ah, ya. Faktanya memang ukuran kaca spion sangat kecil dibandingkan dengan 
kaca-kaca lain dalam mobil. Dengan fakta itu, tiba-tiba saja saya menemukan dua 
kesadaran. Pertama, secara fisik ukuran kaca spion memang jauh lebih kecil 
dibandingkan dengan kaca depan mobil kita. Dan kedua, kita tidak melepaskan 
pandangan kita kearah depan saat melirik kaca spion untuk mengetahui situasi 
dibelakang. Dan bagi saya, kedua fakta itu mengisyaratkan dua pelajaran yang 
sangat luar biasa.
 
Pelajaran pertama; ukuran kaca depan mobil yang lebih besar dari spion 
mengingatkan kita tentang ’porsi’. Artinya, kita memang harus memberi porsi 
yang lebih besar terhadap masa depan, bukan ke masa silam yang sudah kita 
tinggalkan. Kenyataannya, kita sering terjebak dengan masa silam. Sehingga, 
kita memberi porsi perhatian yang terlampau besar kepada masa silam daripada 
masa depan. Misalnya, saat menghadapi situasi sulit; kita sering merintih 
sambil membandingkan situasi ini dengan saat-saat indah dimasa lalu. Sehingga 
semakin mengingat masa silam, semakin sakit rasanya kesulitan yang tengah kita 
hadapi saat ini.
 
Bayangkan seandainya kita lebih banyak melihat kaca spion, dibandingkan dengan 
kaca depan mobil kita saat berkendara. Mungkin kita lebih sering mengalami 
kecelakaan daripada selamat sampai tujuan. Barangkali hidup kita juga demikian. 
Jika kita terlampau banyak mengurung diri dengan kesuksesan dan kegembiraan 
masa lalu, kita bisa lengah terhadap masa depan. Oleh karena itu, barangkali 
memang seharusnya kita lebih banyak melihat kedepan daripada bernostalgia 
dengan kenangan-kenangan masa silam. Jadi, kita tidak terjebak dalam jeratan 
kisah sentimetil masa silam yang membuat gerak langkah kita terhambat.
 
Pelajaran kedua; kita tidak melepaskan pandangan kearah depan saat melirik kaca 
spion. Mari ingat-ingat kembali saat kita berkendara. Kita tidak pernah melihat 
kaca spion terlampau lama. Bahkan sesungguhnya, kita tidak ’benar-benar’ 
melihat kaca spion itu. Kita hanya meliriknya beberapa detik saja. Dan saat 
kita meliriknya, kita tidak pernah melepaskan padangan kearah depan. Karena 
sungguh, mata kita berfokus kearah depan yang menjadi arah laju kendaraan. 
 
Jangan-jangan, hidup kita juga demikian. Kita memang perlu sesekali menengok ke 
masa silam. Agar kita bisa menarik pelajaran dari pengalaman. Dan terlebih lagi 
bisa mensyukuri semua anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan. Namun, kita 
tidak boleh terjebak disana. Karena, roda kehidupan kita tidak berhenti dimasa 
lalu, melainkan terus melaju kini. Untuk menuju masa depan. Sungguh berbahaya 
jika kita membiarkan jiwa ini tertinggal di masa lalu. Terbelenggu oleh 
kenyaman yang telah lampau. Terjerat oleh kenikmatan hari kemarin. Dan 
terperangkap dalam bayang-bayang pencapaian dimasa silam. 
 
Jika kita merasa perih kini, tidak berarti masa lalu kita jauh lebih baik. Jika 
kita merasa berat sekarang, tidak serta merta menandakan masa depan kita akan 
suram. Sebab, seperti tengah mengendari kendaraan; kita tidak pernah tahu apa 
yang akan terjadi didepan. Namun, selama berkendara itu; kita tidak sedikitpun 
berpaling dari masa depan. Bahkan, sekalipun kita sedang ingin tahu ada apa 
dibelakang. Karena, meski kita melirik kaca spion pun, kita tidak pernah 
melepaskan tatapan kita kearah depan. Sebab, ketika kita memandang kemasa 
depan; kita tidak lagi terpengaruh oleh apa yang kita tinggalkan. Disepanjang 
lintasan. Masa silam. Masa silam adalah energi untuk berterimakasih kepada 
Tuhan. Sedangkan masa depan adalah alasan mengapa kepada-Nya; kita 
menggantungkan harapan. 
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator  
http://www.dadangkadarusman.com/  
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta
 
Catatan Kaki: 
Kita tidak akan pernah sampai kemasa depan, jika disepanjang perjalanan; mata 
kita selalu melihat masa silam.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul 
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara 
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan 
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo 
atau gmail) lalu kirim ke [email protected] 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke