Pacu industri kreatif, Unair akan gelar RCIRabu, 24 Februari 2010 | 13:48 wib ET Perajin sabuk dari kulit ular, salah satu subsektor industri kreatif (dok. kabarbisnis.com) SURABAYA, kabarbisnis.com: Potensi industri kreatif di tanah air sangat besar. Namun, masih banyak potensi yang belum tergarap secara maksimal. Untuk memaksimalkan potensi itulah, Magister Perubahan dan Pengembangan Organisasi (MPPO) Fakultas Psikologi Universitas Airlangga bersama Komunitas Imajinasikan Indonesia (I2) menggagas inisiatif baru bertajuk Terbitnya Indonesia Kreatif (The Rising of Creative Indonesia/RCI).
Ketua Panitia Pengarah The Rising of Creative Indonesia, Budi Setiawan, mengatakan, RCI adalah upaya untuk memperluas ruang berbagi kreativitas dari berbagai pihak. ”Kami juga mendorong semua elemen untuk lebih berfikir terbuka, berani mencoba ide baru, dan berani menerima perbedaan untuk memacu industri kreatif,” ujar Budi di kampus Unair Surabaya, Rabu (24/2/2010). Dia menjelaskan, meski industri kreatif di Indonesia digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi masa depan, kenyataannya saat ini sebagian besar pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia masih disumbangkan dari sektor-sektor non-kreatif. Mengutip data Kementerian Perdagangan, selama 2002-2006, kontribusi industri kreatif terhadap PDB mencapai 6,2% atau sekira Rp104,7 triliun. Serapan tenaga kerja juga relatif besar sebesar 5,8% atau sebanyak 5,4 juta pekerja. Industri kreatif di tanah air berhasil membukukan nilai ekspor sekitar 10% dari total ekspor Indonesia. Namun, masih banyak potensi yang belum tergarap. Apalagi, ada kecenderungan penetrasi industri kreatif menurun dari 2002 ke 2006. ”Ini kenyataan ironis mengingat industri kreatif akan semakin menjadi tumpuan harapan kemajuan bangsa di tengah menipisnya sumber daya alam,” terangnya. Sekadar diketahui, industri kreatif terdiri atas 14 subsektor, yaitu periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; busana; video, film, dan fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio; dan riset dan pengembangannya. Padahal, kata Budi, dunia telah melampui tahap ekonomi pertanian dan ekonomi industri, dan kini berada pada ekonomi informasi dan menjelang ekonomi kreatif. Dalam setiap tahapannya, ada tuntutan kapasitas, kemampuan, dan pola pengelolaan yang berbeda. ”Kreativitas bukan sekedar perkara ekonomi atau perkara kecerdasan seseorang, kreativitas adalah perkara pola pikir, mental dan gaya hidup kita,” terangnya. Ketua Panitia Pelaksana The Rising of Creative Indonesia, Romy Hidayat, menambahkan, RCI terdiri atas berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas dan pengetahuan soal industri kreatif hingga teknis produksi berbagai produk yang masuk dalam kerangka industri kreatif. ”Para praktisi industri kreatif akan turut serta, seperti produser film Mira Lesmana hingga penggagas Jember Fashion Carnival Dynand Fariz. Pelaksanaannya pada April mendatang,” jelasnya. Berbagai kegiatan juga akan dihelat, seperti Indipreneurship Festival. Dalam kegiatan ini, para pelaku industri musik indie akan beradu konsep high-tech, high concept dan high touch sekaligus dengan prinsip-prinsip entrepreneurship. kbc5 Sumber: http://www.kabarbisnis.com/aneka-bisnis/289788-Pacu_industri_kreatif__Unair_rilis_RCI.html kunjungi web kami http://berbahaya.org Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/ [Non-text portions of this message have been removed]
