Syuro NII Wilayah Jakarta, Muharam 1431 H
Setelah gagal menggulingkan Republik Indonesia (RI) yang terprogram
pada repelita ketiga Negara Islam Indonesia (NII) antara rentang waktu
2005-2009, pemerintahan pusat NII memperpanjang program repelita dengan
tujuan yang sama hingga tahun 2014. Dari hasil evaluasi tingkatan
wilayah, kegagalan program NII disinyalir karena adanya penurunan angka
perekrutan dan penggalangan dana secara signifikan sehingga menganggu
ekspansi jamaah, infiltrasi kedalam birokrasi RI serta pembangunan
Ma’had Al Zaytun. Selain itu, gangguan dari luar, seperti berita-berita
miring yang meluas tentang NII & Al Zaytun, kasus pembajakan jamaah
NII serta gerakan underground mantan aktivis NII yang
menggerogoti jamaah aktif, tidak kalah hebat mambatasi gerak umat NII di
lapangan.
Sebagai keputusan dari evaluasi, pimpinan tingkatan wilayah merubah
beberapa strategi pelaksanaan program. Salah satu yang terpenting adalah
menjadikan wilayah Jawa Tengah sebagai lumbung uang dan perekrutan
setalah Jakarta. Keputusan ini diambil setelah menelaah perjalanan
wilayah Jawa Tengah (Wilayah II / KW2) yang selalu naik grafik
pendapatannya. Dari data per Januari 2010, jumlah jamaah aktif Jawa
Tengah yang berjumlah 1900 personil mampu menghasilkan dana sebesar 1,86
Milyar per bulannya. Ini berarti, bila dihitung rata-rata, setoran
infaq setiap jamaahnya hampir mendekati angka satu juta rupiah. Belum
lagi delapan pos keuangan lain yang harus dipenuhi bulanan maupun
tahunan, seperti Idikhor, Harakah Qurban, Harakah Ramadhan dan Qirodh.
Besarnya angka setoran tersebut didapat dari khasilatul kasab atau hasil
usaha dengan membentuk sentra-sentra ekonomi maupun pembentukan
yayasan-yayasan untuk menarik sumbangan kaum muslimin yang awam. Selain
dari usaha, perekrutan di Jawa Tengah juga mulai menggeliat di beberapa
kampus, bahkan tiga bulan belakangan, jumlah anggota terekrutnya mulai
menyamai target Jakarta. Daerah yang menghasilkan dana dan jamaah
terbanyak di Jawa Tengah berada di tiga titik, yaitu Semarang,
Yogyakarta dan Purwokerto.
Besarnya potensi Jawa Tengah menjadi perhatian para pimpinan wilayah
untuk mensiasati program pendanaan NII yang semakin menurun. Bagaimana
tidak, Jakarta yang biasanya mampu menghasilkan 14,5 Milyar setiap
bulannya, kini hanya mampu mencapai target 7,5 Milyar untuk menutupi
kebutuhan NII sebanyak 20 Milyar setiap bulannya. Belum lagi target
perekrutan yang selalu tidak memenuhi quota hijrah dan besarnya angka
jamaah non aktif pasca hijrah. Dalam syuro wilayah bulan Januari 2010,
Jawa Tengah menyanggupi penyetoran dana sebesar 20 Milyar per tahun.
Namun, itu belum cukup untuk memenuhi target bulanan negara. Untuk
itulah pimpinan wilayah Jakarta memberikan bantuan dalam bentuk sumber
daya manusia dengan mentransfer pimpinan-pimpinan NII Jakarta Selatan
yang berkualitas ke Jawa Tengah untuk mendongkrak angka penyetoran
hingga 10 Milyar dalam waktu dua bulan (berarti mulai Februari dan
seterusnya) dan perekrutan besar-besaran pada setiap kampus di Jawa
Tengah.
Tahun 2010 merupakan tonggak NII menancapkan kukunya di Jawa Tengah
lebih kuat lagi, terutama dikalangan kampus. Kelak, akan ada banyak
korban-korban penipuan seperti di Jakarta atau anak hilang yang tidak
jelas rimbanya serta mahasiswa yang drop out lantaran aktif dalam NII.
Namun, bila pihak berwajib di Jawa Tengah mau tanggap, gerakan yang
dibantu dari Jakarta ini akan menyempit ruang geraknya walaupun tidak
menghentikannya. Juga, semoga pihak universitas mengambil langkah
konkrit untuk mensosialisasikan gerakan NII di kalangan kampus, terutama
bagi mahasiswa baru. Memang tidak ada yang bisa memastikan NII akan
berhasil menuntaskan programnya di Jawa Tengah, tetapi yang pasti,
mereka tidak akan berhenti bergerak!. Dicky Cokro.
Sumber Klik :
http://www.facebook.com/pages/wwwnii-crisis-centercom/223278758297
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]