Change and Continuity
Change and Continuity menjadi tagline Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Kedua. 
Bagaimana realitas yang akan terwujud? Keberlanjutan tanpa perubahan 
diprediksikan akan menjadi warna dominan di akhir masa kabinet ini.
Ejekan masyarakat ketika ada pergantian menteri adalah ganti menteri ganti 
kebijakan dan ganti program. Menteri yang lama semisal lebih menekankan 
pendidikan yang humanis, menteri baru lebih ke arah link and match. Logika 
masyarakat awam biasa menyimpulkan pergantian kebijakan lebih terkait persoalan 
distribusi rejeki pada kantong-kantong ekonomi baru. Dalam kenyataannya, ganti 
menteri ganti kebijakan melelahkan semua pihak. Berjalan ke arah barat separuh, 
reorientasi dan berubah arah yang berbeda. Orang didorong untuk berpikir jangka 
pendek, asal bapak menteri saat ini senang. Terciptalah perubahan setengah hati.
Disisi lain, fenomena yang tak jarang muncul adalah adanya menteri yang bermain 
aman. Biaya sosial politik sangat besar untuk dapat menempati posisi baru. 
Semakin besar biaya maka semakin kecil resiko yang akan diambil. Terlalu besar 
taruhannya. Ujung-ujungnya sang menteri hanya menjalankan semua kebijakan dan 
program yang telah ditetapkan oleh menteri pendahulunya. Orang-orang dalam 
departemen tidak terstimulasi melahirkan gagasan-gagasan baru. Jadilah 
kemandegan perubahan.
Dua fenomena ini terkesan kontrakdiktif. Melakukan perubahan kebijakan menteri 
sebelumnya salah. Melanjutkan kebijakan menteri sebelumnya juga salah. Pada 
titik ini, pemimpin perubahan dituntut berpandangan luas. Menggunakan 
helicopter view untuk melihat keseluruhan horizon. Berpikir sistem untuk 
mengenali benang merah antara dua faktor yang terpisah waktu tahunan. Tanpa 
pandangan yang luar, pemimpin perubahan akan bertindak reaksioner, menentukan 
tindakan yang menguntungkan pada saat ini dan pada posisinya.
Salah satu tagline Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Kedua: Change and Continuity 
adalah jawaban paradoks yang berpotensi berhasil menyelesaikan kontrakdiksi 2 
fenomena tersebut. Susilo Bambang Yudhoyono menegaska tak perlu malu 
melanjutkan kebijakan menteri sebelumnya dan jangan ragu melakukan perubahan 
atas program sebelumnya yang tidak efektif. Berpotensi berarti prinsip tersebut 
akan efektif apabila para menteri mempunyai kapasitas untuk mengelola 
perubahan. Tanpa kapasitas itu, tagline change and continuity akan melahirkan 
jurus gado-gado yang tak jelas rasanya.
Kapasitas sebagai pengelola perubahan mensyaratkan kesadaran penuh bahwa 
perubahan yang dilakukan adalah perubahan sistem manusia. Sama sekali berbeda 
dengan membentuk sebentuk tanah liat. Sistem manusia mempunyai kecerdasan yang 
kompleks. Tidak menerima begitu saja tindakan yang dikenakan pada sistem 
tersebut. Semisal, pemberlakuan absensi menggunakan fingerprint dengan 
pemberian insentif belum tentu membentuk perilaku disiplin bekerja. Bisa jadi 
hanya membentuk perilaku disiplin dalam melakukan fingerprint. Setelah itu, 
sudah menjadi urusan setiap orang.
Pengelolaan perubahan (managing change) sistem manusia harus memahami psikologi 
perubahan. Bagaimana individu mengalami perubahan? Bagaimana sekelompok orang 
menjalankan perubahan? Bagaimana sistem manusia berubah? Tanpa pemahaman akan 
psikologi perubahan, perubahan yang terjadi adalah perubahan diatas kertas atau 
perubahan portofolio. Diatas kertas semuanya berubah, senyatanya sama sekali 
tidak terjadi perubahan. Contoh paling mudah, terkadang inisiatif perubahan 
yang telah menghabiskan sekian banyak biaya dan waktu tetap disambut dengan 
pesimisme dan sinisme bahkan dari anggota organisasi sendiri.
Jonas, H., Fry, R., & Srivastva, S, pelopor Appreciative Inquiry, menyatakan 3 
faktor yang menyehatkan sebuah organisasi adalah continuity, novelty (atau 
change) dan transition. Riset menunjukkan bahwa organisasi visioner dan para 
pemimpinnya mempunyai kapasitas untuk belajar dan menerapkan pelajaran terbaik 
dari masa lalu (continuity), menciptakan ide dan tindakan kreatif 
(novelty/change) dan mendorong perubahan nyata dalam sistem dan perilaku yang 
mengarah pada keadaan yang diidealkan (transition). Secara mudah, penjelasannya 
demikian.
Bayangkan saja anda ingin pindah rumah bulan depan. Apa yang anda lakukan? Kita 
akan menentukan barang atau perabot rumah lama yang akan kita bawa ke rumah 
baru (continuity). Apabila cukup banyak barang baik yang dapat kita bawa maka 
akan membangun keyakinan kita mampu pindah rumah dalam jangka waktu dekat. 
Apabila sedikit atau tidak ada maka kita akan bimbang berhitung untuk pindah 
rumah atau melengkapi perabotan terlebih dahulu.
Pindah rumah tentu perlu kejelasan rumah baru yang akan kita tempati 
(novelty/change). Apabila kita mempunyai kejelasan bahwa rumah baru lebih 
nyaman maka kita akan semakin optimis dan gembira untuk pindah rumah. Tanpa 
kejelasan akan rumah baru membuat kita pesimis untuk pindah rumah. Mulai 
bertanya, untuk apa pindah rumah bila rumah baru sama saja keadaannya.
Proses kepindahan tentu butuh memindahkan sebagian barang atau perabotan dari 
rumah lama dan rumah baru (transition). Apa yang akan kita pindah? Tentu barang 
atau perabot terbaik yang kita miliki. Barang atau perabot yang berharga 
menurut kita, sang pemilik rumah. Kita tentu tidak akan membawa barang yang 
sudah tidak berguna atau tak ada lagi artinya. Untuk apa selain merepotkan 
proses kepindahan.
Continuity berdampak psikologis pada organisasi yang dipimpin oleh para menteri 
itu. Ada kejelasan terhadap hasil perubahan yang telah dicapai yang berakibat 
pada: (i) Penguatan komitmen terhadap perubahan; (2) Kejelasan pengambilan 
keputusan; (3) Konsisten terhadap nilai dan misi; (4) Keberanian untuk 
bertindak; (5) Terbentuk dasar organisasi pembelajaran; (6) Orientasi berpikir 
jangka panjang; (7) Kemampuan menyesuaikan perubahan. Dampak positif ini dapat 
dicapai dengan penemuan tindakan dan aset terbaik organisasi melalui proses 
dialog (berbagi pengalaman puncak) multipihak.
Novelty/Change mempunyai dampak yang berbeda terhadap organisasi yang melakukan 
suatu perubahan. Adanya keberanian untuk menciptakan gagasan baru yang akan 
dituju oleh organisasi ke depannya. Terbentuknya intensi belajar dari 
pengalaman kolektif. Kemauan berinvestasi demi pengembangan individu dan 
organisasi. Berpikir ide baru atau berbeda butuh suatu dorongan kuat agar orang 
bersedia melangkah mencapai zona belajarnya. Dalam Appreciative Inquiry, tahap 
ini disebut tahap dream yaitu sekelompok orang memvisualisasikan keadaan 
terbaik yang diinginkan multipihak di masa yang akan datang. Setiap orang 
ditantang bertindak “seolah-olah” perubahan telah terjadi disini dan saat ini. 
Bukan sekedar upaya perbaikan dan korektif semata.
Sementara, transition membangun rasa aman dan nyaman bagi setiap pihak untuk 
melakukan perubahan. Setiap orang yakin dengan asetnya untuk mewujudkan keadaan 
yang diidealkan. Langkah mendesain proses transisi diawali dengan perumusan 
prinsip panduan dalam bertindak dan menjalankan sistem, membangun mekanisme 
umpan balik atas setiap keberhasilan, dukungan penuh atas tindakan 
eksperimentasi dan promosi atas inisiatif perubahan.
Kerangka pandang diatas memperjelas bahwa tagline “Change and Continuity” 
membawa spirit akan perubahan yang berkelanjutan. Spirit yang menjanjikan 
adanya keadaan yang lebih baik di masa mendatang. Spirit yang dapat 
menghapuskan sinisme “ganti menteri ganti kebijakan” maupun kekhawatiran akan 
menteri yang bermain aman.
Pertanyaannya adalah seberapa banyak dan seberapa dalam para menteri memahami 
tagline kabinet mereka sendiri. Secara cepat, kita bersama dapat menilai 
pemahaman para menteri itu dari target-target yang ditetapkan dalam program 100 
hari setiap menteri. Apakah target program 100 hari menyatakan telah terjadinya 
proses continuity? Apakah ada kejelasan kebijakan dan program yang akan 
dilanjutkan? Apakah target program 100 hari menyuratkan visi baru yang menjadi 
pengarah gerak departemen? Kalau target 100 hari sudah ada menteri yang 
ambisius menetapkan target hasil konkret maka kita patut mempertanyakan 
kapasitas menteri tersebut sebagai pengelola perubahan yang efektif.
Artikel lain tentang Perubahan:
klik saja di http://bukik.org


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke