indiePreneurship: Sebuah Pengantar
Jaman selalu berubah. Bangsa ini mengalami dari jaman agraris, jaman industri,
dan jaman informasi yang baru saja kita pijak. Perjalanan jaman menempatkan
kita berhadapan dengan jaman kreatif. Setiap jaman membutuhkan pola kerja dan
relasi sesuai dengan karakteristik masing-masing.
Pada sisi lain, bangsa Indonesia masih saja belum bisa mengoptimalkan kekayaan
ter sebut. Sumber daya alam terekploitasi tanpa imbal balik kesejahteraan
masyarakat yang se tara. Sumber daya manusia terekploitasi se bagai tenaga
kerja dengan upah murah di negeri tetangga. Bahkan sumber daya budaya kita pun
telah mulai ditandai sebagai milik budaya bangsa lain.
Kedua kenyataan itu adalah isyarat bagi kita tentang perlunya melangkah dalam
jaman baru, jaman kreatif. Banyak orang Indonesia menunjukan kiprahnya dalam
menciptakan maha karya kreatif.
Kita bisa sebut sosok Dynand Faris yang dengan penuh keberanian luar biasa
mengimajinasikan Jember sebagai pusat fashion dunia. Paduan pijakan modal
lokal, ditambah partisipasi penuh masyarakat lokal, menjadi pelengkap imajinasi
liar yang mendunia dan melahirkan Jember Fashion Carnaval (jemberfashion
carnaval.com).
Kita juga bisa sebut Singgih Susilo Kartono dengan desain maha karyanya Radio
Magno (magno-design.com). Dengan desain sangat kuat, ada kemewahan yang
sederhana. Ada kesan antik yang dipadu dengan manfaat kekinian. Nuansa alami
masa lalu berbaur nuansa futuristik. Kekayaan alam kayu hutan tropis dipadukan
dengan imajinasi tak terbatas anak manusia. Sebuah teladan me-ngenai pola
kreatif mendayagunakan sumber daya alam bangsa ini. Pantas saja berbagai
penghargaan internasional didapatkan. Sebuah pengakuan dunia atas keindahan
Magno.
Kiprah mereka mengajarkan pada kita bagaimana kreativitas menjadi sumber energi
yang berdampak positif pada bangsa. Tak urung Departemen Perdagangan menangkap
dinamika masyarakat tersebut dan bergerak meng-gagas Pengembangan Ekonomi
Kreatif Indonesia 2025, sebuah blueprintyang tulen dan bernas. Sebuah inisiatif
yang perlu berjumpa dengan lebih banyak kepeloporan praktis di lapangan.
Kenyataan di lapangan, banyak kendala dihadapi dalam menciptakan Indonesia
Kreatif pada tahun 2025. Dari sisi sumber daya manusia ada 3 kendala besar,
yaitu kreativitas dipandang eksklusif dan tidak merakyat, kecenderungan untuk
bekerja di organisasi mapan dengan kesempatan terbatas dalam mengekspresikan
kreativitas; dan kurangnya kesempatan dan sarana bereksperimen dan bereskpresi.
Pada sisi lain, kekuatan ekonomi-politik dan bisnis kita masih berkutat pada
proses transaksional untuk mendapatkan nilai tambah. Nilai tambah didapatkan
semata dari prinsip “siapa lebih murah dan siapa lebih cepat”. Penjualan
kekayaan alam secara langsung menjadi pola utama dalam mendapatkan nilai tambah
untuk mensejahterakan bangsa Indonesia.
Imagine Indonesia berkolaborasi dengan Magister Perubahan dan Pengembangan
Organisasi (MPPO) mencetuskan inisiatif yang kami sebut sebagai
indiePreneurship Competition.
***
Pernah dengar musik indie? Pernah nonton film indie? Apa yang terbayang dalam
benak anda? Banyak orang bilang, indie itu melambangkan keberanian menampilkan
dirinya yang unik. Berbeda dari yang umum (mainstream), pengusung indie tidak
mau didikte dan mengikuti selera kebanyakan. Indie juga menyiratkan kreativitas
pilihan yang menjadi pilihan hidupnya maupun bagaimana cara menujudkannya.
IndiPreneurship mengusung semangat yang serupa.
indiePreneur? Orang-orang yang menggunakan kapasitas terbaik diri sendiri dan
lingkungan sekitar dalam menciptakan dan mengelola usaha kreatif berdasar
prinsip entrepreneurship dan berdampak positif pada masyarakat lokal maupun
global. Bagaimana menciptakan karya yang berdampak luas sesuai dengan kapasitas
dirinya yang unik dan berdasarkan prinsip entrepreneurship.
indiePreneurship competition merupakan sebuah ajang bagi kaum kreatif muda
mengekspresikan kapasitas kreatif setiap orang muda Indonesia untuk menciptakan
nilai tambah bagi bangsa Indonesia maupun untuk menciptakan perubahan sosial
yang positif.
Apa mimpi indiePreneurship?
1. Kami memimpikan anak indonesia tumbuh dan berkembang menjadi dirinya
sendiri.
2. Kami memimpikan anak indonesia berani tampil beda dan berani
mengkreasikan hal-hal baru.
3. Kami memimpikan antar generasi saling belajar dan berdialog
mengkreasikan indonesia bersama.
4. Kami memimpikan warga kota dan warga desa saling berbagi pengetahuan
dan saling memperkaya keterampilan untuk mewujudkan kota dan desa idaman.
5. Kami memimpikan indonesia menjadi masyarakat kreatif (creative
society).
Berani?
Info lebih lanjut:
http://bukik.org
Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]