BOGOR YANG DINGIN
BOGOR [7/11]- Setelah launching Jangan Marah Records di EX, Thamrin, Jakarta 
Rabu [5/05[ kemarin, gelaran Speedy Trax Present: Indienation Tour in 
Collaboration with Jangan Marah Records menyambangi kota Bogor. Di kota ini, 
acara digelar Jumat [7/11] bertempat di Nu Embrio, kompleks di Nirwana 
Residence, Bogor. Aura dingin khas kota hujan menambah kesan tersendiri bagi 
rombongan tur ini.  
    Di Nu Embrio, rombongan tur Jangan Marah  records berbagi panggung bersama 
band-band lokal kota bogor, diantaranya Elda and The Triggers, Eyeliner, 
Adopta, etc. Tak ketinggalan juga band-band finalis ajang Speedy Trek 
Indienation seperti Scientic 4 dan Baby Eat Crackers. 
    Bangkutaman tampil setelah Scientific Four mempersembahkan “Ode Buat Kota” 
untuk kota hujan. Band yang sebentar lagi merilis album kedua di bawah jangan 
marah records ini tampil mengesankan. The Kucruts memukau publik  indie Bogor 
dengan aksi sang vokalis Omo dengan kacamata khasnya. Sir Dandy tampil maksimal 
berbekal gitar kopongnya sementara Zeke Khaseli dengan tampilan topeng macan 
ditemani beberapa stage berhasil menyedot apresiasi penonton. Terakhir, Efek 
Rumah Kaca mengajak penonton Bogor nyanyi bareng dengan nomor-nomor hits-nya 
dari dua album mereka. Untuk kota kedua, Bogor punya tingkat apresiatif yang 
cukup tinggi. Salut buat kota Bogor. 
 
BANDUNG BURNING 
BANDUNG [8/05]- Setelah kota hujan, Bogor, gelaran Speedy Trax Present: 
Indienation Tour in Collaboration with Jangan Marah Records mendatangi kota 
Kembang, Bandung. Bertempat di Fame Club, pentas kali ini boleh dibilang 
lumayan sukses menyedot animo penonton, padahal di hari yang sama, ada banyak 
acara besar yang diadakan di Bandung, dari konser Copeland, Kampung Jazz, dsb. 
Namun hal ini nggak membuat venue tur jangan marah records tour ini lengang. 
Salut buat crowds di Bandung atas apresiatifnya. Hal ini didukung dengan 
sounding yang maksimal dengan acara ini di beberapa radio swasta di Bandung 
seperti 99ers, Oz, SkyFM, dan Global Radio dari pagi sampai siang sebelum 
konser ini. Tanpa ditemani band-band lokal Bandung, gig ini dibuka oleh 
band-band Speedytrek dari Baby Eat Crackers dan Scientific Four.  The Kucruts 
mendapat giliran sesudahnya dan berhasil membuat penonton ‘panas’, diikuti Sir 
Dandy, yang beberapa kali lupa mengingat kunci lagunya,
 membuat penonton tertawa. Zeke Khaseli menyajikan tontonan ala operet-nya yang 
membuat penonton Bandung terkesima. Bangkutaman pun kembali mengajak crowd 
Bandung untuk memberikan pujian kepada kota Bandung lewat “Ode Buat Kota”, 
dimana tanpa diduga Zeke Khaseli dan Cholil ERK ikutan beryanyi di atas 
panggung. Dan terakhir, Efek Rumah Kaca, adalah yang ditunggu-tunggu. Sebelum 
gig dimulai, terlebih dahulu, Efek Rumah Kaca meresmikan komunitas Efek Rumah 
Kaca Bandung. Meski diterpa udara dingin, namun tur kali ini lumayan bisa 
membakar suasana Bandung. 
 
CIREBON DAN HUJAN 
CIREBON [9/5]- Hujan mengguyur kota perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa 
Timur ini setelah sebelumnya panas berkepanjangan. Namun hal ini nggak 
mengurungkan semangat gelaran Speedy Trax Present: Indienation Tour in 
Collaboration with Jangan Marah Records. Bertempat di Tenda CSB, sebuah 
foodcourt di pusat kota, acara ini ramai dikunjungi penonton dari kota Cirebon 
maupun pendatang dari beberapa kota yang terdekat dengan Cirebon seperti Brebes 
dan Tegal. Penonton pun tetap apresiatip meski hujan mengguyur dengan derasnya, 
demikian juga dengan penampil-penampil yang ada. Jumper Boys, SamaDengan dan 
OkayDokay dan Another Project tampil memanaskan dinginnya malam. Atensi penuh 
diberikan penonton kepada Zeke Khaseli, yang malam itu beraksi dengan ‘mainan’ 
synthesizer’-nya serta dandanan khas yang membuat penonton terheran-heran. 
Bangkutaman menghibur komunitas indie Cirebon, yang akrab dengan acara Sunday 
Pop di KITA FM dengan nomor-nomor lamanya. Tak
 ketinggalan dengan Efek Rumah Kaca yang mengajak penonton beryanyi ke depan 
panggung. Untungnya hujan sudah tidak marah dan berhenti menetes sehingga crowd 
di Cirebon bisa leluasa untuk merapat ke panggung. Salut buat Cirebon. 
 
KEHEBOHAN PURWOKERTO
PURWOKERTO [10/5]- Setelah Cirebon, Purwokerto menjadi kota kelima dalam 
gelaran Speedy Trax Present: Indienation Tour in Collaboration with Jangan 
Marah Records ini. Bertempat di Gd. Sumarjito, Purwokerto, sebuah aula di 
kompleks Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto, awalnya rombongan band 
sempat skeptis dengan ukuran venue yang terlalu besar, mengingat di empat kota 
sebelumnya, mereka hanya bermain di venue yang kecil. Namun yang membuat 
rombongan Jangan Marah Records Tour ini merasa lega adalah sebuah kabar yang 
mereka dengar di Cirebon bahwa 200 lembar tiket Pres-Sale acara ini sudah 
habis. Dan benar saja, pada Senin [10/05] kemarin, venue ini sudah padat 
dijejali penonton yang jumlahnya 700 orang lebih. Sebuah pemandangan yang 
membuat kaget rombongan tur ini. 
    Morning Calls, Pagi Yang Indah dan The Telephone adalah aksi lokal 
Purwokerto yang perlu disimak, mereka membuka gelaran konser ini dengan 
sound-sound yang perlu diacungi jempol. The Kucruts memukau gelak tawa penonton 
atas tampilan kacamata lampu Omo yang eksentrik. Bangkutaman pun mengundang 
penonton untuk naik ke panggung membawakan  “Satelit” dan “Ode buat Kota”, 
diikuti oleh beberapa pengisi acara lain di atas panggung.  Meski demikian, 
Zeke Khaseli cukup menjadi highlight di kota ini. Zeke berhasil membuat 
panggung seperti taman margasatwa di planet pluto, dengan tambahan Acum 
Bangkutaman yang berperan menjadi Nenek Sihir dan Cholil ERK yang berperan 
sebagai Ultraman di dua lagu terakhir, “Don’t Worry Darling” dan “Pig 
Paranoia”. Salut buat Zeke Khaseli atas kegilaan aksi panggungnya. Terakhir, 
Efek Rumah Kaca memanjakan fansnya di Purwokerto dengan bermain set panjang. 9 
lagu digeber di kota ini, semua bervariasi dari
 album pertama dan kedua mereka, Kamar Gelap.  Di nomor terakhir, “Cinta 
Melulu”, trio ERK dikejutkan dengan munculnya pengisi acara dari the kucruts, 
bangkutaman dan gerombolan Zeke Khaseli dari belakang panggung berbagi mik dan 
bernyanyi bersama. Kontan Cholil, Adrian dan Akbar serta penonton yang sudah 
berdesakan makin bergelora bernyanyi. Sebuah klimaks yang menarik terjadi di 
kota ini.  Terima kasih publik Purwokerto. 
 
[ Acum ]

Yurie
Promotion
Efek Rumah Kaca Management
Jangan Marah records

YM : [email protected]
email : [email protected]
Twitter : @janganmarah @efekrumahkaca



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke