Positive Emotion, Positive Change
Proposisi
Emosi dan interaksi positif memicu perubahan positif
Penjelasan
Emosi menentukan tindakan kita. Ketika kita marah seakan mata gelap dan
seolah-olah hanya ada dua pilihan: serang atau lari, bertarung atau menghindar.
Hal yang sama terjadi ketika kita merasakan emosi negatif lainnya. Begitulah
cara kerja emosi negatif, menyempitkan daftar respon kita hanya menjadi dua
pilihan respon tersebut, yang menjadi respon otomatis kita. Emosi negatif kita
perlukan dalam situasi terancam, berperan menyelamatkan diri kita dari situasi
krisis.
Berbeda dengan emosi negatif, emosi positif justru memperluas daftar respon
terhadap situasi. Emosi positif memungkinkan kita untuk melepaskan diri dari
respon positif, menciptakan respon-respon berbeda, membuka
kemungkinan-kemungkinan baru. Ketika kira berada pada mode emosi positif, kerja
kita menjadi lebih efektif. Kita menjadi lebih kreatif, lebih bersemangat
menampilkan kinerja puncak, lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan.
Contoh
Apakah pernah melihat bagaimana karyawan yang habis dimarahin oleh atasan?
Sehabis semua keburukan diungkapkan atasan langsungnya? Atau anda sendiri
pernah mengalaminya? Apa yang dirasakan? Bagaimana respon karyawan itu atau
anda terhadap sang atasan? Menghindar atau menantang? Bagaimana rasanya ketika
bertemu dengan sang atasan?
Aplikasi
1. Ketika anda ingin mengembangkan perilaku atau kinerja karyawan,
lebih baik dengan cara memberi umpan balik positif
2. Sesekali selingi upaya kerja keras dengan momen yang membuat semua
orang relaks dan gembira
3. Dengarkan keluhan karyawan, bantu sang karyawan untuk mengubah
keluhan itu menjadi harapan.
Bagaimana emosi yang berkembang di tempat kerja anda? Andaikan emosi itu sebuah
lagu, apa lagu yang terdengar di tempat kerja anda? Apakah menciptakan emosi
positif atau negatif?
Prinsip lain Appreciative Inquiry dapat dibaca dengan klik disini
http://bukik.com/artikel/appreciative-inquiry/prinsip-prinsip/
[Non-text portions of this message have been removed]