Homo Sovieticus: #arielpeterporn VS #danaaspirasi
Sumber: http://wp.me/p4LFR-sZ
Beberapa hari terakhir, kita di gegerkan dengan dua topik itu. Beredar luasnya 
video porno orang yang mirip ariel peter pan dengan mirip luna maya dan mirip 
cut tari. Video yang bisa di unduh dan diputar di telepon genggam membuat 
persebarannya begitu luas dan akut. Geger bertambah geger ketika terdengar 
kabar masih ada banyak video yang belum tersebar. Tak heran, seluruh dunia 
marah ke orang indonesia gara-gara #arielpeterporn menjadi trending topic di 
twitter selama berhari-hari.
Geger lainnya terjadi di gedung miring DPR kita. Golkar mengusulkan dana 
aspirasi  sejumlah, gak tanggung-tanggung, Rp. 15 Milyar buat setiap anggota 
DPR. Alasannya, agar terjadi pemerataan pembangunan. Wong anggota DPR dari Jawa 
jauh lebih banyak jumlahnya, gimana bisa pemerataan ke pelosok. Dengan dana 
aspirasi, anggota DPR ibarat iblis berkedok malaikat yang membagi-bagikan uang 
kepada rakyat. Alias, legalisasi politik uang. Kekonyolan usulan Golkar ini 
melahirkan hestag#danaaspirasi #tolakdanaaspirasi sebagai bentuk perlawanan 
para penggiat twitter.
Apa yang terjadi di negeri ini?
Dulu, aku pernah membaca buku Jalaluddin Rahmat yang membicarakan soal homo 
sovieticus yang mewabah di negeri ini. Apa itu homo sovieticus? Cara berpikir 
yang dihasilkan pemerintahan totaliter soviet. Salah satu cirinya adalah 
menganggap seluruh properti publik itu sebagai milik pribadi. Hutan negara di 
anggap hutan pribadi. Tambang negara jadi tambang pribadi. Sampai yang 
kecil-kecil, telepon umum jadi telepon pribadi, digunakan sesukanya bahkan 
dirusak. Jalan umum jadi jalan pribadi, jadi mengendarai mobil zig-zag pun 
tidak masalah. Gejala ini juga nampak pada usulan dana aspirasi, dana publik 
untuk pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah tiba-tiba diusulkan dana yang 
digunakan oleh anggota DPR dalam melakukan pembangunan. Apakah negara ini 
warisan nenek moyangnya? Poinnya, apa yang publik menjadi privat. Itu korupsi 
namanya.
Nah, aku mau nambahkan gejalanya. Gejala yang sebaliknya juga terjadi. Dalam 
kasus #arielpeterporn, apa yang privat justru menjadi milik publik. Wah kacau! 
Rekaman video pribadi memang sah-sah saja. Tapi akan jadi persoalan ketika 
video yang harusnya disaksikan secara privat jadi bocor ke publik. Terlebih 
lagi bila video itu bukan video yang layak disaksikan oleh publik, terutama 
anak-anak. Maraknya kasus ini membuat Sony Adi Setyawan prihatin dan membuat 
gerakanJangan Bugil di Depan Kamera (JBDK). Poinnya, privat menjadi publik itu 
pornografi namanya.
Nah herannya, Bakrie Ketua Golkar kok bisa tersangkut paut dengan kedua gejala 
ini. Apa yang publik menjadi privat: Golkar mengusulkan dana aspirasi. Apa yang 
privat menjadi publik: Lapindo terlibat bencana Lumpur Lapindo yang dari 
bencana akibat operasional perusahaan (dana ditanggung privat) menjadi bencana 
alam (dana ditanggung publik).
Menurut anda, Siapa Homo Sovieticus sejati di negeri ini? Bagaimana menyehatkan 
para pengidap homo sovieticus?
Sumber: 
http://bukik.com/2010/06/11/homo-sovieticus-arielpeterporn-vs-danaaspirasi/



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke