05/12/2007 23:41 WIB 
Antasari Terpilih, Komitmen DPR Berantas Korupsi Diragukan
Ramdhan Muhaimin - detikcom
  Jakarta - Terpilihnya Antasari Azhar sebagai Ketua KPK periode 2007-2011 
menuai tanda tanya dan polemik. Keputusan Komisi III memilih Antasari sebagai 
Ketua KPK menunjukkan keberpihakan DPR terhadap koruptor.

"Hasilnya tidak terlalu mengejutkan. Ini menunjukkan komitmen Komisi III 
terhadap pemberantasan korupsi sangat rendah. Karena yang dipilih adalah dia 
yang berkomitmen rendah," ujar pengamat politik dan hukum Denny Indrayana di 
gedung DPR, Senayan, Rabu (5/12/2007).

Menurut Denny, rendahnya komitmen DPR terhadap pemberantasan korupsi terlihat 
dari hanya 16 anggota Komisi III yang memilih salah satu pimpinan KPK,Amien 
Sunaryadi. Sedangkan suara lebih besar diberikan kepada Antasari yang dinilai 
publik memiliki persoalan kredibilitas.

"Jadi terlihat cuma sepertiga saja yang masih punya komitmen anti korupsi. 
Sedangkan dua pertiganya sebaliknya dengan memilih Antasari," cetus Denny.

Dengan terpilihnya Atasari, menurut Denny, bisa terjadi pembajakan terhadap 
lembaga pemberantasan korupsi tersebut. Pembajakan yang dimaksudnya adalah 
terjadinya pembusukan dari dalam yang akhirnya dapat berujung pada pembubaran 
KPK.

Kinerja KPK dalam memberantas korupsi di masa mendatang, menurut Dosen UGM ini, 
akan menghadapi tantangan yang sangat besar. Kasus-kasus korupsi besar 
diprediksi akan mengalami kebuntuan. 

"Akan banyak kasus-kasus besar yang dipetieskan dengan kepemimpinan KPK yang 
lemah komitmen seperti ini. Yang pertama kali akan dipetieskan sepertinya 
adalah aliran dana BI ke DPR," pungkas Denny. 
( rmd / ndr ) 

       
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke