Salam kenal juga buat kam.... Ketertarikan aku menulis cerita berlatarbelakang sejarah/history, karena aku akan belajar banyak untuk itu. Aku akan mempersiapkan semuanya. Mulai dari membaca buku-buku yang mengacu pada latarbelakang cerita yang akan kutulis, sampai bertanya pada orang-orang yang mengetahui terutama tua-tua, pakar antropolog, dan anak-anak kuta. Sehingga sekali menyelam minum air, sekalian belajar juga menghasilkan karya.
Lalu aku akan memainkan imajinasi untuk merangkai ceritanya. Akhirnya menulis dengan latarbelakang sejarah menjadi keasyikan tersendiri bagi aku. Perlu imajinasi yang tinggi, karena semuanya belum pernah kita lihat dan kita ketahui. Itu sebabnya menulis gaya ini aku sebut salah satu 'ritus' Karo tempo dulu. Sering aku masuk sebuah kampung di Karo, aku bayangkan tokohku sedang berada disitu. Mungkin sedang minum kopi di kede itu. Atau sedang menangis di salah satu sudut kuta. Mungkin tokohku sedang bercinta di sebuah ture di salah satu rumah adat. Jadi imajinasi kita terus kreatif. Kebetulan aku suka sekali karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Banyak generasi muda Karo yang tidak mengetahui sejarah. Malah banyak malas baca sejarah. Mungkin dikarenakan banyak sejarah ditulis dengan gaya essai maupun artikel yang tidak semua orang suka membacanya. Mudah-mudahan dengan cerita-cerita yang kutulis generasi muda Karo lebih mengetahui lagi tentang adat dan sejarah sukunya. Sehingga adat dan latarbelakang suku Karo dapat terus lestari. Besar harapanku untuk itu, semoga! Bujur ras Mejuah-juah man banndu kerina generasi muda Karo..... Joey Bangun ----- Original Message ---- From: jonihendra tarigan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, January 7, 2008 11:58:28 PM Subject: Re: [tanahkaro] Cerbung : RUDANG + Foto : INLANDER Buat Bang Joey Bangun Pertama salam kenal saja lbe bang. Mejuahjuah. Penikmat karya sastra si mungkin belum bang, tapi aku senang kali baca karya sastra ( cerpen, novel ) yang dilatar belakangi History. Membaca cuplikan cerpenndu enak, pilihan katanya sor aku. MJJ ----- Original Message ---- From: Joey Bangun <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com; komunitaskaro@ yahoogroups. com; Seniman Karo <senimankaro@ yahoogroups. com>; Permata <permata-gbkp@ yahoogroups. com>; GBKP <[EMAIL PROTECTED] com> Cc: Ita Sembiring <itasembiring@ hotmail.com>; Dameria Hutabarat <[EMAIL PROTECTED] n.co.id>; Sisca Bangun <[EMAIL PROTECTED] .com>; amandabrahmana@ yahoo.com Sent: Sunday, January 6, 2008 10:36:20 PM Subject: [tanahkaro] Cerbung : RUDANG + Foto : INLANDER Turi-turin JOEY BANGUN RUDANG (I) Sekejap saja dia menarik pelatuk pistol dalam genggamannya, akan terburai isi otak wanita itu. Herman Janssen ingin mengakhiri segalanya. Dia benci kebohongan. Dia tahu persis wanita Karo dihadapannya adalah pembual. Wanita itu hanya sampah yang tidak lebih dari ‘inlander’ primitif kasta terendah. Wanita itu mengaku bernama Rudang. Detik ini, manusia paling dia benci adalah Rudang! Rudang merasakan keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. Tidak pernah sepanjang hidup harkatnya diperlakukan seperti ini. Dia beru Ginting dari Juhar. Detik demi detik serentetan kejadian terbersit cepat di ingatannya. Bagaimana dia begitu percaya dengan keindahan yang dijanjikan lelaki Tarigan itu. Tapi si pembual itu malah mencampakkannya seperti kotoran yang jatuh dimakan babi piaraan di kolong rumah adat. Entah kenapa bapa dan nandenya dulu memberinya nama Rudang. Mungkin untuk mengingatkan mereka pada kembang-kembang wangi yang terhampar di lereng Sibayak. Namun sekarang! Rudang bukan lagi kembang wangi itu. Dia hanyalah kotoran bau yang dikerubungi lalat-lalat sampah. Sekarang dia harus menanggung segalanya. Menanggung perlakuan asusila yang pernah diperbuatnya dengan lelaki Belanda itu. Anak kandungnya sendiripun sekarang akan menghantarnya ke akhirat. “O Dibata.... kelengi anakNdu....” *** JUHAR, 1895 Tidak banyak anak kuta mengenal lelaki Tarigan itu. Dia datang begitu saja. Sendiri, tanpa ada yang menemani. Beberapa kali dia singgah ke kede kopi ujung jalan. Kepada orang-orang disana dia mengaku bernama Nuhit. Dia berasal dari kuta Munte. (SELENGKAPNYA DI TABLOID SORA SIRULO XVI EDISI JANUARI 2008) Sebenarnya cerita bersambung berjudul RUDANG di atas adalah pengembangan dari cerpen INLANDER (cerpen ini pernah dipentaskan oleh Teater Aron Mei lalu di Bandung). Inlander pernah dimuat di milis ini Mei lalu. Tokoh utamanya tetap sama. Yaitu seorang wanita Karo bernama Rudang, wanita Jawa bekas kuli kontrak bernama Ruminah, dan Herman Janssen seorang saudagar muda Belanda pemilik perusahaan tembakau Deli. Hanya dalam RUDANG background tokoh dan problem cerita digali lebih dalam. Klimaks poblematikanya adalah ketika Herman tidak mau mengakui Rudang sebagai ibunya dan darah pribumi (baca : Inlander) yang mengalir dalam tubuhnya. Rudang adalah sebuah balada keteguhan seorang wanita Karo dalam menjalani kenyataan hidup. Walau kepahitan yang mendera sepanjang hidupnya, namun keluguan dan filosofi Karonya yang kental membuat dia tegar menerima semua kenyataan. Rudang dilahirkan sebagai simbol perjuangan wanita Karo masa kini untuk persamaan status/gender dan eksistensi kehidupan sosial masyarakat. RUDANG merupakan cerita bersambung karya kedua saya. Sebelumnya saya pernah menulis cerbung berjudul SIBAYAK (18 episode) di sebuah media. Kali ini cerita RUDANG saya bangun dengan gaya multi plot penuh kejutan. Seperti fiksi-fiksi saya sebelumnya yang lebih mengedepankan Kisah Karo Tempo Dulu, RUDANG merupakan perpaduan antara tangis, tawa, nyanyian, puisi, yang dibalut dalam kisah romantis beraliran noir. Sepanjang tahun 2008 anda akan ditemani kisah yang bersetting keelokan Karo Gugung dan romantisme Karo Langkat ini. Jadi segera simak edisi perdananya di tabloid Karo Sora Sirulo mulai edisi Januari 2008. Jangan sampai terlewat karena di setiap cerita ada kejutan. Saya persembahkan secara eksklusif RUDANG sebagai hadiah awal tahun hanya untuk anda semua! JOEY BANGUN Tukang Cerita Karo Klasik Saya sisipkan foto pementasan INLANDER yang dibawakan oleh Teater Aron Mei lalu di Bandung. RUDANG adalah pengembangan dari kisah INLANDER. Semua tokoh utamanya adalah sama. Keterangan gambar : Rudang memperlihatkan pada Ruminah kain gendong yang dulu dipakainya ketika menggendong anaknya Herman Janssen saat masih bayi. Herman Janssen adalah anak hasil perbuatan zinahnya dengan seorang lelaki Belanda pemilik perkebunan tembakau Deli. Rudang menemui Ruminah di rumah Herman, ketika lelaki itu sedang pergi. INLANDER sutradara Joey Bangun dipentaskan oleh Teater Aron di Gedung Teater UK Maranatha Bandung 31 Mei 2007 Rudang (kiri jongkok) diperankan oleh Sisca br Bangun Ruminah (duduk) diperankan oleh Amanda br Sembiring Brahmana Fotografer : Ari Angin (moderator milis Fotografer Karo) Sumber gambar : dokumentasi Teater Aron website : //teateraron. wordpress. com Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
