10/01/2008 14:09 WIB
Yusril Siap Jadi Capres 2009
Djoko Tjiptono - detikcom
Mataram - Pemilu 2009 masih jauh di depan mata. Namun sejumlah tokoh telah
melakukan ancang-ancang. Yusril Ihza Mahendra misalnya. Dia menyatakan siap
menjadi capres dalam pesta demokrasi rakyat itu.
Penegasan sikap Yusril itu disampaikan kepada wartawan usai menghadiri
Miladnas II Partai Bintang Bulan di GOR Turide, Mataram, Nusa Tenggara Barat
(NTB), Kamis (10/1/2008).
"Insya Allah, kita laksanakan (amanat) dan kita meminta dukungan masyarakat
terhadap Partai Bintang Bulan (partai penerus Partai Bulan Bintang)," kata
Yusril.
Terkait hal ini, Yusril meminta Partai Bintang Bulan merapatkan barisan.
Sebab agar dirinya bisa menjadi capres Partai Bintang Bulan harus kuat dan
mendapat dukungan masyarakat luas.
Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang ini juga menambahkan, tekadnya
tersebut bukan tanpa bekal. Menurut Yusril, dirinya mempunyai banyak pengalaman
dalam menangani berbagai masalah bangsa yang rumit.
"Saya cukup lama menangani masalah-masalah rumit bangsa ini. Kalau sekiranya
mendapat izin dari Allah dan mendapat dukungan masyarakat, maka saya siap
maju," katanya.
Acara Miladnas II Partai Bintang Bulan dihadiri ribuan warga Mataram. Mereka
berbondong-bondong ke lokasi acara sejak pagi hari. Selain Yusril, hadir juga
Ketua Umum DPP Partai Bintang Bulan Hamdan Zoelva. Sedangkan Ketua Umum Partai
Bulan Bintang MS Kaban tidak terlihat di antara deretan undangan. ( djo / ana )
--
10/01/2008 14:30 WIB
Miladnas II PBB Jadi Ajang Promosi Cagub NTB
Djoko Tjiptono - detikcom
Mataram - Acara Miladnas II Partai Bintang Bulan (pengganti Partai Bulan
Bintang) di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi ajang promosi cagub NTB
dalam Pilkada yang akan digelar Mei mendatang. Warga Partai Bintang Bulan
diminta mendukung secara penuh Tuan Guru Bajang alias KH Zainul Majdi.
Nama Tuan Guru Bajang berulangkali dielu-elukan sejumlah tokoh saat berorasi
di atas panggung Miladnas di GOR Turide, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB),
Kamis (10/1/2008).
"Saya tegaskan agar semua warga Partai Bulan Bintang maupun Partai Bulan
Bintang untuk mendukung Tuan Guru Bujang sebagai cagub dalam Pilkada NTB
mendatang," kata Ketua DPP Partai Bintang Bulan Hamdan Zoelva.
Hal senada disampaikan Ketua Majelis Syuro Partai Bintang Bulan Yusril Ihza
Mahendra. Mantan Mensesneg ini mengatakan sudah selayaknya Tuan Guru Bajang
didukung warga Partai Bulan Bintang dan Partai Bintang Bulan.
"Dia tokoh yang memiliki ilmu agama dan ilmu dunia yang tinggi," ungkap
Yusril berpromosi di hadapan ribuan simpatisan Partai Bintang Bulan. ( djo /
ana )
--
--- In [email protected], robinson g munthe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yusril Ihza Mahendra + Yusron Ihza Mahendra CS jelas orang partai yang haus
> kekuasaan. Ketika jadi Menteri memuja-muja SBY, ketika dicopot memaki-maki.
> Coba kita telusuri beberapa kasus Yusril saat terakhir ini.Overacting dengan
> istri muda, penunjukan langsung tender alat identifikasi keimigrasian,
> pencairan dan transfer dana Tommy Suharto CS dari luar negeri. Jaksa Agung
> telah menyatakan bahwa perilaku Yusril membantu transfer dana Tommy tsb
> melanggar administrasi ketatanegaraan.Sebagai Menkum & HAM ketika itu jelas
> tidak patut dia memfasilitasi transfer dana tersebut yang akhirnya
menjadi sorotan publik.Tommy Suharto itu bukan orang biasa. Jika Yusril menolak
alasan SBY memberhentikannya karena desakan publik, maka perilaku Yusril
amatlah menggelikan. Bahkan tanpa alasanpun SBY berhak memberhentikannya,
karena itu hak prerogatif SBY sebagai Presiden. Yusril dan pendukungnya di PBB
berpolitik tanpa kedewasaan dan kebesaran jiwa. Mirip bayi yang menjerit ketika
permennya diambil. Lagipula kinerja yang dituntut sebagai Menteri kan bukan
sebatas teknis departemental semata, tetapi juga menjadi suri tauladan dan
menjaga kewibawaan pemerintahan SBY. Jadi wajar SBY
memberhentikannya sebagai Mensesneg. Yusril suka menantang publik atau ahli
hukum untuk berdebat mengenai kebijakan yang diambilnya, padahal seharusnya dia
tahu logika hukum dan logika berpemerintahan kadang tidak bisa searah. Jadi
saya kira PBB tidak bisa menjadi partai besar jika mengikuti arus dan karakter
Yusril yang kerdil, tidak berjiwa besar. Jika terpaksa, MS Kaban sebaiknya
memilih tetap di kabinet ketimbang mengikuti arus Yusril CS yang
kekanak-kanakan.
Jangan diikuti logika pendendam dan tak tahu diri Yusril CS.
Presiden tetap mempertahankan MS Kaban sebagai Menteri berarti puas atas
kinerjanya. Hormati hal itu dan tetap setia. Kalau Yusril menghormati MS Kaban
sebagai teman seperjuangan seharusnya dia terus mendukung MS Kaban di kabinet,
bukan menghadapkannya dalam pilihan sulit dan dilematis. Yusril memikirkan diri
sendiri, bukan PBB. Yusril jelas memiliki karakter pendendam, iri hati, haus
kekuasaan dan penjebak teman sendiri. Berbahaya orang seperti ini jika menjadi
pemimpin negara.
>
> Salam,
> R.G. Munthe
--
KOMENTAR
"Menurut Yusril, dirinya mempunyai banyak pengalaman dalam menangani berbagai
masalah bangsa yang rumit."
Memang Yusril banyak menangani masalah rumit, cukup dengan membaca
postingan RGM diatas. Mengubah partai bulan bintang jadi bintang bulan juga
cukup rumit, tanpa ketua umum MS Kaban yang dipilih secara demokratis dan suara
bulat oleh dewan pengurus partai bulan bintang tahun lalu. Tentu susah juga
bagi Yusril mencalonkan diri jadi capres kalau masih dalam partai aslinya
karena dia bukan ketua umum tapi hanya ketua majelis syuro PBB. Untuk
mengelakkan hal itu dia ubah PBB jadi PBB, sama PBB untuk menghindari
pengertian partai baru, mengelakkan peraturan 3% mekanisme electoral threshold,
dan yang terutama pastilah mengelakkan atau menyingkirkan MS Kaban dari jabatan
ketua umum atau dari partai sekalian.
Ini bukan kelicikan berjangka panjang atau pendek, hanya bintang dan bulannya
yang pindah tempat hehehe . . .
Di zaman Orla ada partai Bintang Bulan Masyumi, nyanyinya juga ada "bintang
bulan masyumi, palu arit pe ka i . . . . Ketika reformasi, Yusril cs bikin
partia Bulan Bintang, kebalikan bintang bulan masyumi, bukan zaman Orla lagi
pikirnya. Sekarang Yusril cs lagi kembali ke orde lama bintang bulan mas . . .
, pak Yusril memang sudah banyak bikin masalah bangsa yang rumit-rumit hahaha
. . .
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menegaskan, partai yang
dipimpinnya tidak akan terlibat kasak kusuk dalam memberikan dukungan untuk
figur Capres/ Cawapres yang sudah menghangat di tingkat elit politik
akhir-akhir ini. Jakarta (ANTARA News) 27/10/07.
Pak Kaban tidak kasak-kusuk atau bikin yang rumit-rumit adalah cara yang
sangat mantep bagi sifat alamiah nasinalis Karo, tapi harus juga bikin yang
lebih jitu dari tindakan kasak-kusuk, kalau tidak maka kasak-kusuk lah yang
menang. Ini adalah pengalaman praktis kehidupan, dimana orang Karo selalu kenna
asasaran, dan sudah banyak pengalaman pahit dari situ.
Orang Karo banyak kelebihannya, dan memang betul. Kekurangannya ialah kita
sering tidak menggunakan kelebihan kita, terutama dalam menangani kasak-kusik
orang.
"Hanya dengan kemampuan otak orang karo diperhitungkan" nina Kontan Tarigan,
seh kuakap payona.
Bujur ras mejuah-juah
MUG
--
---------------------------------
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic.yahoo.net