Selain Jeruk dan Hortikultura Lainnya, Ribuan Ha Sawit Dikembangkan di Karo
T Karo (SIB)
Ternyata, sekitar 10 tahun terakhir ini, tanaman sawit sudah mulai ditanam di
wilayah Barat Karo meliputi Kecamatan Laubaleng dan Kecamatan Mardinding,
berbatasan dengan Propinsi NAD. Ribuan hektare (ha) tanaman sawit milik PT
Poncan dalam terakhir ini sudah mulai panen dengan produksi sawit berkisar 40
ton per/hari atau berkisar 1200 ton/bulan. Areal perkebunan sawit ini berjarak
sekitar 180 kilometer dari Medan, atau sekitar 105 Km dari Kabanjahe.
Taksiran produksi ini berdasarkan jumlah truk milik PT Poncan yang membawa
sawit menuju arah Medan, 3 sampai 4 truk tiap hari dengan tonase berkisar 12
ton sampai 14 ton per/truk melintas dan membayar retribusi di pasar Laubaleng.
Hal itu dikatakan Camat Laubaleng Drs Rahmat Sitepu dan anggota DPRD Karo, Leo
Kacaribu dan Kite Malem Peranginangin kepada SIB, Rabu (9/1) di losd pajak
Laubaleng.
Melihat potensi tanaman sawit di luar PT Poncan, masyarakat juga sudah mulai
mengembangkannya. Namun belum mencapai masa panen. Dinas Pertanian dan
Perkebunan Karo diharapkan dapat mensosialisasikan tanaman sawit di wilayah
Barat ini sebagai tanaman alternatif sebagai tanaman rotasi dari tanaman kemiri
dan hortikultura lainnya. Sebab, selain tanaman sawit yang produksinya kelak
dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, produksi sawit dari Karo juga diharapkan
dapat memenuhi kekurangan kebutuhan crude palm oil (CPO) di Sumatera Utara.
Manejer PT Poncan, Pak Galingging yang ingin ditemui wartawan, Rabu (9/1) yang
sebelumnya telah dihubungi Camat Laubaleng Rahmat Sitepu sekaligus
memfasilitasi rencana pertemuan dengan wartawan, tidak berhasil. Jembatan Lau
Mandin, menuju wilayah perkebunan sawit ini sedang rusak dan masih dalam
perbaikan melalui APBD Karo 2007.
Camat Mardinding, Salomo Surbakti dikonfirmasi SIB, Minggu (13/1) melalui
telepon selulernya menyebut, sekitar seribu hektare tanaman sawit milik PT
Poncan sudah mulai berproduksi di Kecamatan Mardinding, Karo. Hanya pajak PBB
dan retribusi sebagai konstribusi perusahaan ke Pemkab Karo dikutip di pos
pasar Laubaleng, ujar Salomo Surbakti.
Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Ir Sidharta Pinem yang
dikonfirmasi SIB, Minggu (13/1) melalui Kabid Perkebunan, Dinas Pertanian Kab
Karo, Adison Sebayang di Kabanjahe, perihal perkebunan sawit PT Poncan
menyebut, data dan bagaimana kinerja PT Poncan di Kabupaten Karo tidak
diketahui pihaknya. Semua ditangani Dinas Perkebunan Propinsi Sumut. Tidak ada
laporan pihak PT Poncan ke kabupaten. Retribusinya pun dibayar ke propinsi.
Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan perkebunan sawit ini, Kabupaten Karo
serba tidak mengetahui. Laporan apa pun tidak ada sampai sekarang, ujar
Sebayang bernada kecewa.
Yang jelas dan yang saya ketahui persis, retribusi PT Poncan ke pasar
Laubaleng ini Rp25.000,-per/truk setiap melintas. Dulu Rp20.000,- Bagaimana
retribusi umumnya perusahaan ke Pemkab Karo, tidak saya ketahui, ujar Camat
Laubaleng didampingi stafnya Naibaho, yang juga bekas petugas pasar Laubaleng
menambahkan. (M37/x)
---------------------------------
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.