Tanah Karo (SIB)
 Terakhir ini, coklat sudah mulai menjadi tanaman primadona di Tanah Karo, 
khususnya di 6 kecamatan yaitu Mardinding, Laubaleng, Tigabinanga, Juhar, 
Kutabuluh dan Munte dan sudah berproduksi mencapai seratusan ton/minggu dengan 
harga relatif tinggi, rata-rata Rp16000-Rp17500/kg.

 Pantauan SIB di pekan Laubaleng dan di pajak Tigabinanga, Selasa (15/1), 
transaksi coklat antara petani “meriah”. Sedangkan transaksi kemiri dan jahe 
menurun dan harga pun relatif murah.

 Bahtiar Ginting asal Munthe, Leo Kacaribu warga asal Laubaleng dan Arapen 
Sitepu, warga Tigabinanga kepada SIB, Selasa (15/1) mengatakan, coklat sudah 
3-4 tahun terakhir ini telah menjadi tanaman primadona bagi petani Karo.
 Diharapkan menjadi tanaman rotasi dari tanaman jeruk, kemiri, karena nilai 
jual produksi coklat relatif tinggi dibandingkan dengan produksi jeruk, kemiri 
dan hortikultura lainnya.

 Selain itu, cost pertanian coklat juga lebih ringan dibandingkan dengan jeruk, 
kentang, cabe dan sejenisnya perawatannya juga lebih ringan.

 “Memang terakhir ini, produksi kemiri mulai menurun dan mulai ditebangi petani 
dan menggantikannya dengan jagung yang saat ini harga jualnya mulai membaik. 
Kebun kemiri banyak yang ditebang dan batangnya laris dijual.
 Coklat juga cocok ditanam di daerah panas seperti 6 kecamatan di atas. 
Sehingga warga di 6 kecamatan ini cenderung merotasi tana

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke