Mejuah Juah

Beberapa hari terakhir pemberitaan mengenai kondisi kesehatan mantan presiden 
soeharto selalu saja menjadi topik utama yang di beritakan hampir di seluruh 
media massa yang ada di tanah air, baik itu media cetak maupun media elektronik 
tidak ketinggalan meliput beritanya.

Aksi masyarakat yang menanggapi tentang kondisi kesehatan mantan presiden 
soeharto juga tidak luput dari pemberitaan media massa. Namun menurut 
pengamatan saya bahwa aksi-aksi yang lebih cenderung di beritakan di media 
massa, khususnya media televisi maka aksi masyarakat yang mendoakan kesembuhan 
mantan presiden soeharto sekaligus permintaan kepada masyarakat luas oleh 
sekelompok masyarakat yang mendoakan kesehatan mantan presiden yang lebih 
cenderung di beritakan.

Mungkin aksi kontra dari aksi tersebut juga ada dilakukan oleh masyarakat, 
namun sejauh ini (sejah pengamatan saya) belum pernah diliput di media 
televisi, walaupun ada itu hanya kilasan sementara saja.

Saya pribadi tidak tahu berada pada posisi yang mana, namun dari segi 
perimbangan beritanya saya pikir bahwa media massa khususnya media televisi 
tidak memberikan perimbangan berita, didalam memberitakan aksi-aksi masyarakat 
dalam konteks menanggapi kesehatan mantan presiden soeharto ini.

Endam kel sitik ibas aku nari mbue bujur ras mejuah juah

MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
16/01/2008 13:33 WIB 
Ribuan Aktivis & Korban Orba Ancam Duduki RSPP
Irwan Nugroho – detikcom
  Mengancam mengepung RSPP (Irwan N/detikcom)
  Jakarta - Ribuan aktivis dan korban kejahatan mantan presiden Soeharto akan 
menduduki Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat penguasa Orde Baru itu 
tergolek kritis.

"Kita mau mengepung RSPP, sekarang sedang berkonsolidasi. Kalau dia (Soeharto) 
kaget, ya bukan urusan kita," ujar Sekjen Dewan Nasional Perhimpunan Nasional 
Aktivis '98, Adian Napitupulu, dalam konferensi pers di warung 93, Jl Barito, 
Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2008).

Menurut Adian, usulan mengepung RSPP itu muncul dari rapat Dewan Nasional Pena 
'98 3 hari lalu di Tebet, Jakarta Selatan. Namun, belum disepakati kapan aksi 
itu akan dilakukan.

"Sampai saat ini sudah terkumpul 800 orang," imbuhnya. 

Adian menambahkan, tujuan digelarnya aksi itu agar kasus hukum yang dilakukan 
Pak Harto tidak  terlupakan oleh pemberitaan seputar kondisi kesehatannya. 
"Kita harus lakukan counter karena banyak yang mendukung Soeharto. Kita mau 
tunjukkan bahwa banyak korban atas kasus-kasus Soeharto," jelasnya berapi-api.

Pada kesempatan itu, Adian menguraikan berbagai kejahatan yang dilakukan 
Soeharto selama berkuasa 32 tahun. Mulai dari pembantaian massal, korupsi, 
penculikan aktivis, pembreidelan media massa, dan sebagainya.

Untuk pembantaian massal yang memakan korban ratusan ribu jiwa misalnya, Adian 
memberi contoh beberapa kasus. Yakni pembantaian PKI 1965, Peristiwa Tandjung 
Priok 1984, dan DOM di Aceh pada 1980-1990.

Sedangkan untuk korupsi, Adian mencatat setidaknya 12 korupsi besar pernah 
dilakukan Soeharto. Korupsi tersebut antara lain terjadi dalam penggunaan dana 
Yayasan Supersemar dan DAKAB.

"Jumlah kejahatan yang dilakukan Soeharto, dampak, dan korbannya, lebih banyak, 
lebih panjang, dan lebih kejam beratus-ratus kali lipat dari kejahatan  yang 
dilakukan 117.311 orang narapidana," pungkas Adian.

( irw / nrl )
           

---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html
     
                               


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke