UKURAN RULIH SEBAIKNYA KONKRIT
Adi kita lawes kuta kemulihen nari ku kuta perantauan tentu lit tujuan, ula
asal lawes-lawes saja. Katakenlah ndarami kegeluhen si lebih mehuli,
melanjutkan studi, ndarami dahin ras sidebanna. Adi i kuta misalna
penghasilenta Rp. 50.000 per wari la siakap cukup, tentu adi lawes kita ku
ingan si deban sidarami penghasilen terganjangen, misalna Rp 75.000 per wari.
Sebab adi la sidarami terbelinen engkai maka kita ndube lawes? Masalahna emkap
dat entah lang penghasilen si terbelinen enda ndai. Ijenda enggo berperan soal
karakter ras nilai-nilai (values) si jadi cikepenta sekalak-sekalak tahpe
sebagai komunitas.Nilai mela (positif) adi enggo simulai (lawes)harus berhasil
(rulih) kuakap harus jadi nilai sakral si perlu terus ipertahankem bas kita
Karo. Adi kita kalak Karo pada umumna uga meserana pe kita tentu adi sekedar
man ras ingan cilinggem lit nge i kutanta ndube. Emaka kita kalak Karo adi
enggo pang lawes kuta nari ula darami sibar soal beltek ngenca, sebab adi soal
beltek ngenca sidarami i kutanta pe kuakap lit nge. Sukat-sukat si lebih
konkrit mungkin banci memperjelas soal enda, walau ukuren sekalak-sekalak banci
berbeda berdasarkan prioritas. Misalna, kuakap kaipe pendahinta si perlu si
usahaken ngelitkensa emkap makanan yang bergizi tiap wari, pakaian yang pantas,
rumah sendiri (jumlah ras belinna soal lain), kendaraan sendiri (untuk
mobilitas sehari-hari), dana kesehatan dan sosial, dana pendidikan keluarga dan
wisata. Lebih bagus lagi kalau ada program investasi.Cash-flow keuangan rumah
tangga harus positip, jangan besar pasak dari tiang. Tentu saja itu semua
diraih dengan cara yang benar dan tidak melanggar norma hukum. Jika hal itu
berhasil diraih di perantauan saya kira secara umum dapat kita katakan bahwa
kita telah "rulih", setidaknya secara kasat mata. Tentu sebelum berangkat ke
perantauan (perlajangen) seseorang sudah menghasta diri, menimbang-nimbang
kemampuan, menyiapkan mentalitas petarung dan karakter pemenang.
Berani mencoba peruntungan, tentu baik adanya. Tapi lebih baik lagi kalau tahu
kemampuan dan keterbatasan diri. Salah satunya miliki kesiapan dan kerelaan
bekerja keras dan belajar, walaupun hasilnya belum pasti. Saya beri contoh
untuk perenungan. Kebetulan (sekarang) kita dipecaya mengerjakan proyek Zen
Garden dan kolam air terjun ala Jepang di lantai 3 dan 5 Grand Indonesia
Jakarta (ex HI dan Hotel Wisata). Designernya TM dari Jepang dibantu LJ dari
Filipina. Sebelum kita mendapatkan proyek ini, pihak GI mengharuskan kita
membuat contoh Zen Garden di showroom kita tanpa jaminan apa-apa. Disitulah
rekan Jepang kita ini menunjukkan kualitasnya sebagai pekerja keras dan
petarung. Tiga hari tiga malam cuma diselingi tidur kurang lebih 3 jam si
Jepang ini dengan bantuan karyawan sekadarnya berhasil mewujudkan mini garden
yang meyakinkan GI bahwa kita mampu mengerjakan proyek tersebut. Padahal si
Jepang inipun kita tidak janjikan bayaran apa-apa.Sekarang setelah kita bekerja
di lokasi, Si Jepang kita ini tetap dengan mentalitas dan karakter yang sama
yakni pekerja keras yang efisien, berdisiplin dan berkomitmen kuat akan
kualitas. Padahal dia bisa saja tidak terlibat di proyek ini, kalau dia hanya
memikirkan perut, sebab dia telah memiliki 2 restauran Jepang di area Blok M
dan bisnis ikan segar yang menguntungkan. Endam sada contoh adi ateta rulih
ndai.Lit usur man galaren (pengorbanen) guna mencapai tujuanta ndai.
Contoh-contoh sideban pe banci kang sidarami sekalak-sekalak.
Salam,
RG Munthe
nomi sinulingga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Menarik tuhu ngikut2 diskusi tentang Mela mulih adi la rulih enda ndai...
Tentukal kalimat singkat padat berisi dan sarat filosopi ini bisa ditafsir
dari banyak sisi. Juga merenungkan dan mempertanyakan setiap kata yang
membentuk kalimat itu...bisa-bisa tidak ada habis dan ujungnya.
Sanga ngoge2 tulisan teman2...lit ka turah penungkunen tentang kalimat mela
mulih adi la rulih enda ndai.
Kai maksudna kata rulih? Rulih enda sieteh nge kerina pengertiannya. Koreksi
aku adi salah. Rulih = berhasil = sukses ras sideban si banci nge
siterjemahken. Tapi sayangnya orang lebih suka melihat hasil akhir dari sukses
ini tanpa peduli bagaimana prosesnya. Sehingga banyak orang terkadang
menghalalkan apa saja gelah ujung si iidah jelma sienterem e berhasil tah pe
rulih.
Apa yang menjadi standar dari kata RULIH..janah siapa yang menentukan
standar itu. Pada kenyataannya, hampir semua orang meletakkan standar RULIHna
bagi si istandarken jelma sienterem. Emaka sering sekali kehidupan ini jadi
semakin sulit. Masyarakat sering sekali melihat RULIH dengan jabatan, materi,
fasilitas dan lain-lain. Tapi bagaimana dengan karakter, nilai-nilai moral dan
kehidupan yang damai sering sekali kita abaikan.
Mela mulih adi la rulih...tentukal enda banci gampang i artiken man kalak si
erburu. Tentuna adi lalit hasil erburu, lalit bengkau i rumah. Tapi adi hasil
akhir enda sinen ibas kegeluhen siberbeda dengan pemburu tentunya kita harus
menimbang banyak hal dalam mengartikannya. Hasil tidak membenarkan proses. Adi
prosesna la benar aminna pe tujuan akhirna mehuli, labo mehuli situhuna.
Misalna nangko guna nampati kalak si membutuhkan, enda la bener. Menilai
keberhasilan adalah menilainya secara keseluruhan. PROSES DALAM MENCAPAI
KEBERHASILAN TIDAK BISA DIABAIKAN. Mengambil milik orang lain untuk kesuksesan
diri atau organisasi tentunya tidak baik juga, bukan?
Tidak ada hak siapapun untuk menentukan kalau seseorang lain itu la rulih
tahpe rulih. Karena banci siakap Rulih adi jadi Sarjana bagi sisekolah.
Tapi adi IP seh 3,5 namun karakter dan etika mendekati NOL...epe labo mejile.
Kerina kegeluhen enda proses...adi lenga seh sura2 wari enda, janah la kita
pang ngatakensa rulih tetaplah berjuang, mungkin akan rulih juga dimasa
yang akan datang.
Hmmm....Mela Mulih Adi La Rulih....harus selalu hidup dalam hati setiap hati
orang Karo. Justru adi lanai lit gema kalimat enda bas geluhta, mungkinkah
kehidupan yang dijalani ini sudah berhenti sekalipun masih menjalani hari yang
berganti?
Hmmm...kenyataannya, mari kita koreksi masing2 kita. Ulih si uga nge ateta si
jadi bunga-bunga geluhta.
Bujur
Nomi, si lenga rulih aminna pe la mela mulih...kekekeke
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.