memang benar kata orang bijak:
'dari ucapannya (tulisannya) kita bisa menilai orangnya'
yg kita nilai itu bisa macam2:
pengetahuan/pendidikannya (dangkal atau tidak)
wawasannya (sempit atau tidak, tapi ini sulit karena biasanya yang wawasan
sempit, krn keterbatasannya, dia sudah merasa yg paling luas)
cara pandangnya (menyimpang atau tidak)
kecerdasannya (bodoh atau tidak, ini lebih sulit lagi karena orang bodoh
saking bodohnya sering tidak menyadari kebodohannya)
etika/moralitasnya (amoral atau tidak)
kalau tulisan saya ini, saya mesti pakai kata MUNGKIN, mungkin benar, mungkin
tidak......
satu lagi cara menilai orang menurut saya: dari RESPON / REAKSI nya
jadi saya lagi tunggu kali-kali aja ada yang bereaksi/respon atas tulisan saya
ini....
Hehehe....
salam,
-eddyefratasinulingga-
PS: ternyata mudah membuat tulisan yang provokasi, kalau tulisan membawa damai
yang agak susah kali yaa..... memang tulisan di atas hanya memakai otak
(baca:kepintaran) saya saja, akibatnya ya tulisannya agak provokatif dan saya
kurang yakin bisa dipertanggungjawabkan hehehe....
tapi ada 1 hal lagi (kalau ini benar2 serius), 'saya mohon maaf jika tulisan
ini atau tulisan sebelumnya kurang berkenan di hati para anggota milis ini,
Tuhan memberkati kita semua'.
Eethore <[EMAIL PROTECTED]> wrote: dulu waktu sma
saya pun pernah mengajukan hal yang mirip dengan itu ke seorang teman seiman,
saya bilang "seandainya adam dan hawa tidak memakan buah pengetahuan, pastinya
kita masih ada di taman firdaus". Dia langsung protes dan dengan keras bilang
bahwa jangan pernah punya pikiran seperti itu, kalau saya punya pikiran seperti
itu lama-kelamaan saya akan pindah agama. Ya, waktu itu karena takut...saya
mengikuti saran dia.
Tapi toh, seperti kata mama simson...kalau bayi, ya makan bubur...kalo dewasa,
ya makan nasi.
Hal ini toh harus tetap bisa dijawab oleh iman percaya kita.
Kalau tidak bisa dijawab, kalau orang yang tidak seiman dengan kita bertanya
kepada kita...seperti apa jadinya?
Hal-hal ini menjadi berkaitan memang, 'dosa' - 'kasih karunia' - 'pertobatan'
- 'pengampunan' - 'hidup yang kekal'. Pilihan untuk bunuh diri berarti merasa
diri tidak mendapatkan pengampunan, dan berpikir itulah satu-satunya cara untuk
"selamat" (dengan bunuh diri).
SEANDAINYA Yudas tidak jadi membuat Yesus menjadi tersalib, maka MUNGKIN nama
murid Yesus yang disebut di alkitab bukanlah Yudas, BISA JADI yang lain.
SEANDAINYA Yudas tidak jadi membuat Yesus menjadi tersalib, maka MUNGKIN...
Pikiran 'menyimpang' dari kebiasaan tentunya harus punya jawaban berdasarkan
iman percaya kita. Tapi bukanlah menjadi sebuah dosa kalau kita menjawabnya
dengan kata "MUNGKIN".
Tapi apakah menjawab dengan kata MUNGKIN membuat kita menjadi kurang percaya?
Jawabannya...MUNGKIN...
Hehehe...
2008/1/24 simson gintings <[EMAIL PROTECTED]>:
Menarik apa yang dikatakan Itor.
Topik disukusi yg diajukan Pak Tepu Perbarung Peceren ini memang
menarik. Tapi harus diingat, ibarat makanan, ini termasuk makanan
keras, bukan susu atau bubur.
Kalau usus kita baru sanggup mengolah bubur jangan kita makan "nakan
keras".
Soal pendapat Benyamin Sitepu, seperti ditulisnya "Setiap mausia
yang berbuat baik akan masuk surga karena mendapat imbalan atas
kebaikannya, dan manusia berdosa akan masuk surga karena mendapat
hadiah karena kerahiman Tuhan", saya tidak tahu dari sudut pandangan
agama mana ini.
Bagaimana pun pendapat atau keyakinannya ini harus dihormati. Kalau
menurut iman Kristen berbeda. Tidak berlaku prinsip "what goes
around comes around". Dan ada satu hal yang tidak ada di dalam agama
lain, yaitu "grace".
Kembali kepada Judas. Satu kesalah Judas yang paling fatal adalah
dia menyesali kesalahannya, tapi solusinya fatal, dia bunuh diri.
Rasul Petrus juga berbuat salah, menyangkal Yesus 3 kali, dia
menyesal (menangis) lalu bertobat.
Semua itu tidak ada disebutkan di dalam nubuat para nabi (kalau
memang mau disebut ada "grand scenario"). Dan, manusia diciptakan
Tuhan memiliki kebebasan, bisa mengambil keputusan, karena manusia
bukan robot yang 100% mengikuti "grand scenario" itu.
Adam ketika jatuh ke dalam dosa, tidak berarti dia tidak punya
pilihan lain. Dia bisa mengatakan "tidak" kepada godaan ular. Ketika
dia melakukan pelanggaran dgn memakan buah larangan, maka dia
bertanggung jawab atas perbuatannya itu.
Dalam nubuat ttg Yesus, termasuk kematianNya, tidak ada disebut nama
Judas. Soal Yesus mati di kayu salib itu sudah ditentukan Tuhan.
Tapi apakah seandainya Judas tidak berkhianat Yesus tidak akan mati
dengan cara seperti yg telah terjadi?
Saya kira Judas tidak bisa berdalih dgn berkata, "Itu sudah grand
scenario sih". Sama seperti Adam ketika jatuh, dia
berdalih "Perempuan ini", lalu Hawa berdalih "Si ular ini yg jahat".
Setiap orang harus bertanggung jawab atas tindakannya. Termasuk
Judas.
sg
--- In [email protected], Eethore <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ya...
> jangan pula terlalu takut ngebahas.
> nanti waktu ditanya orang, kita malah ga bisa jawab.
>
> ada 2 sikap yang salah dalam menanggapi ini,
> satu terlalu mau tahu...dan satu tidak mau tahu :)
>
> peace !
>
> 2008/1/22 eddy efrata sinulingga <[EMAIL PROTECTED]>:
>
> > Sebenarnya membahas topik ini di milis sangat berbahaya,
karena kalau
> > salah analisa dan pemikiran maka bisa-bisa kita masuk dalam
katagori nabi
> > palsu atau penyesat-penyesat baik karena disadari maupun tidak
yang
> > disebabkan oleh ketidakmengertian kita. Ini sangat berbahaya
karena
> > ujung2nya kalau kita ternyata sesat: Harus berurusan dengan
Tuhan Pencipta
> > Alam, Langit, Bumi, Laut dan segala isinya.
> >
> > Karena topiknya Judas yang sumbernya berasal dari Alkitab jadi
ya mesti
> > jawabannya harus dari Alkitab juga, jangan hanya dari pemikiran
atau
> > kepintaran kita saja. Dalam 1 Tesalonika 5:23 dikatakan bahwa
manusia
> > terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. Pikiran kita hanya salah satu
bagian dari
> > Jiwa. Artinya dengan pikiran kita yang sangat terbatas yang
mungkin IQ-nya
> > tidak sampai 150, tidak akan mampu mengerti pikiran Tuhan yang
adalah ROH
> > (Yohanes 4:24). Biar 'connect' kita mestinya 'mengaktifkan' roh
kita juga
> > (Baca Yoh 3:1-8 tentang Lahir baru) sehingga kita tidak seperti
yang Tuhan
> > Yesus sampaikan di Yoh 3:12 yang saya kutip sesuai aslinya
demikian: 'Kamu
> > tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-
hal duniawi,
> > bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu
tentang
> > hal-hal sorgawi?'
> >
> > Sebenarnya kalau mau menyelami pikiran Tuhan mudah kok, baca dan
renungkan
> > Firman Tuhan di Alkitab sampai kita tahu apa maksud dan tujuan
Tuhan (tentu
> > saja hrs dgn doa lebih dahulu biar yang kita baca tidak hanya
sekedar
> > tulisan yang mati - logos), setelah itu silakan berargumen tapi
dasarnya
> > mesti Alkitab (Back to Bible). Kalau kita belum baca dan
mengerti secara
> > utuh tahan dulu keinginan untuk argmentasi karena bisa-bisa
salah tapi
> > ternyata telah mempengaruhi orang lain karena disampaikan di
milis.
> >
> > Rekan-rekan terkasih, mohon jangan salah paham dengan tanggapan
saya ini,
> > saya hanya tidak ingin kita semua (termasuk saya), karena
keinginan untuk
> > menguji kemampuan berpikir dan analisa kita di milis ini
akhirnya secara
> > tidak sadar telah membelokkan suatu 'jalan kebenaran' yang
sebenarnya
> > 'mutlak' dan 'pasti'. Kalau pembahasan mengenai Isi Bible tidak
boleh pakai
> > kata 'mungkin' karena semuanya sudah jelas, tentu saja harus
didasarkan oleh
> > ayat-ayat yang tertulis disana. Mari kita gunakan waktu kita
untuk membaca
> > dan merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. (Mazmur 1:1-3).
> >
> > Bujur ras mejuah-juah,
> > Tuhan Yesus Memberkati,
> >
> > -eddyefratasinulingga-
> >
> > *Benyamin Sitepu <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> >
> >
> > manusia hanya melihat sebatas kemampuan dia mendalami.
> > kalau kita bisa melihat seperti Tuhan melihat, berarti
> > kita bukan manusia lagi. Mungkin malaikat atau setan
> > (yang katanya beda tipis dengan malaikat). Tuhan
> > mengatur semua mahluk dan perannya masing masing.
> > Tugas manusia hannya menjalankan peran dengan benar.
> > kalau peran kita jadi petani, jadilah petani yang
> > benar, ula jungut jungut saja la kenca kena erga
> > sinuan-sinuan na. Tapi harus mengatakan : Ate ndu
> > Tuhan, jumandu kap enda. aku ndahikensa saja ngenda
> > ngenca. Mungin Tuhan tidak menginginkan berhasil agar
> > kita petani semakin dekat dengan Tuhan.
> >
> > Kalau peran kta sebagai pemulung, jadi lah pemlung
> > yang baik, ula ka calungken barang kalak.
> >
> > So, kalau peran jadi judas, jadilah judas yang
> > menjalankanperannya dengan baik. Tentu setiap orang
> > akan mendapatkan imbalan pada akhir hidupnya sesuai
> > dengan kesungguhan dan ke jujuran dalam melaksanakan
> > peran.
> >
> > " masih kah kita harus menghukum Judas? Atau kita
> > harus menertawakan diri sendiri karena "mulai"
> > mengambil peran Tuhan dalam mengadli dan menghukum"
> >
> > My Belieft : Karena Tuhan Maha Pengasih dan Maha
> > rahim:
> >
> > " Setiap mausia yang berbuat baik akan masuk surga
> > karena mendapat imbalan atas kebaikannya, dan manusia
> > berdosa akan masuk surga karena mendapat hadiah karena
> > kerahiman Tuhan"
> >
> > Bujur
> >
> > __________________________________________________________
> > Be a better friend, newshound, and
> > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
> > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
> >
> >
> > ------------------------------
> > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo!
Mobile. Try it
> >
now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=
Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ>
> >
> >
>
>
>
> --
> www.eethore.com
> ::faith is seeing the unseen, believing what others not::
>
--
www.eethore.com
::faith is seeing the unseen, believing what others not::
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.