02/02/2008 00:46 WIB
  Tak Ada Gema Takbir di Pembukaan Mukernas PKS
  Arifin Asydhad - detikcom
   
  Denpasar - Musyawarah Kerja (Mukernas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah 
dibuka. Ada satu hal yang absen dalam acara PKS kali ini, yakni tak ada gema 
takbir. Hanya ada tepuk tangan dan pekik 'merdeka'.
  Acara pembukaan Mukernas PKS ini digelar di Hotel Inna Grand Beach, Sanur, 
Denpasar, Bali, Jumat (1/2/2008) malam. Mukernas dibuka secara resmi oleh Ketua 
Dewan Syuro DPP PKS KH Hilmi Aminuddin.
  Acara ini dihadiri oleh Ketua MPR yang juga Ketua MPP DPP PKS Hidayat 
Nurwahid, Mentan Anton Apriantono, Menneg Pora Adhyaksa Dault, perwakilan 
Pemprov Bali, tokoh-tokoh Bali, dan jajaran DPP PKS dan delegasi dari semua 
daerah. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Mahkamah Konstitusi 
(MK) Jimly Ash-Shiddiqie batal hadir, karena menjadi korban penutupan bandara 
Soekarno-Hatta gara-gara cuaca buruk.
  Sejak dimulai hingga acara pembukaan berakhir, suasana di dalam hall tampak 
meriah, ceria, dan gembira. Para peserta tampak sering tertawa, karena memang 
menemukan hal-hal atau pidato-pidato yang lucu. Misalnya saja, Presiden PKS 
Tifatul Sembiring saat memulai pidatonya melantunkan sejumlah pantun yang cukup 
menghibur.
  Selain itu, tepuk tangan sering bergemuruh. Bahkan, pekik kata 'merdeka' 
terdengar beberapa kali. Yang mengejutkan, pekik takbir yang biasanya 
digelorakan di acara-acara seperti ini nyaris tak terdengar. Bisa jadi, tak 
terdengarnya teriakan takbir ini karena acara ini digelar di Bali, yang 
mayoritas penduduknya beragama Hindu.
  Perubahan penampilan PKS ini sebangun dengan kampanye pluralisme yang dibawa 
PKS. Hilmi Aminuddin dalam pidatonya dengan tegas menyoroti masalah pluralisme 
ini. Menurut dia, PKS mengakui dan menghargai pluralitas. "Ini bukan strategi, 
tapi ini adalah keyakinan kami dalam memahami ajaran Islam," tegas Hilmi yang 
disambut tepuk tangan peserta Mukernas.
  Sementara Tifatul Sembiring menegaskan penolakannya terhadap kekerasan yang 
mengatasnamakan agama. Tifatul juga menegaskan bahwa PKS tetap berasas Islam 
dan menjunjung tinggi pluralisme. Syariah Islam tetap menjadi pedoman pribadi 
bagi para kader PKS.

       
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke