Selamat berakhir pekan Karo sebelang-belang dauni ........... Tabik, pakai istilah Karo Julu berkata dauni. Maklum saja, penyiar anda kali ini, Loreta Karosekali, adalah Urang Julu; siterbaba ate mesui, piah mombak ku Taneh Urang Jahe, ernandeken si jaluk erlayam, erbapaken tonggal perlebeng.
Bagaimana pula kin ernandeken jaluk erlayam, Beru Karo Sekali? Kam bilang pula, para pendengar kami sekalian. Jaluk itu sama dengannya kidal, pendengar kami. Kalau jaluk erlayam artinya layam-layamnya nyerong ke kiri. Bagaimana pula kin erbapaken tonggal erlebeng, beru Karo centil? Kantandu pula, pendengar Radio Erdeso yang budiman. Kam taunya kalo di Karo Gugung sana laki-laki bikin lobang menanam padi (lebeng) dengan dua tugal (perlebeng). Kalo di Karo Jahe, pendengar kami la pernembeh, mereka hanya pakai satu tangan menugal. Itulah kumaksud erbapaken si tonggal erlebeng, pendengar kami sekalian. Sudahlah membahas bilang-bilang ate mesui, pendengar Radio Erdeso sekalian (apa ada bilang-bilang bukan tentang ate mesui, ya?).Sekarang kami kru Radio Erdeso hendak mengajak kam erbual-bual la bual. Memang kami bual-bualkan, tapi taknya kami erbual, pendengar kami yang kami muliakan (setidaknya itulah kata tokoh Bual-bual La Bual, bengkila kami Pa Canggah dari Orange. Salam man impal kami Cecio, kila). Ada kin kam rasa tempas kami tempas perbual? Memang orang-orang Radio Erdeso (yang bergabung ketat dengan orang-orang Sora Sirulo) kelihatannya seperti main-main saja semua. Pegas kata orang, pegasna. Tapi, pendengar kami yang budiman, RE dan SS sangat penuh perencanaan. Biar kubilang sama kam satu rahasia, ya. Sebentar lagi akan terbentuk PT Radio Erdeso. Bualnang nge itu, kam bilang? Tunggundu saja. Begitu kin langgam kami. Kami nggak sukanya nuduh-nuduh orang yang kurang mehuli, kurang bagadah kurang begitu. Usur-usur kami tujuan bersama itu. Kalo mbilangin orang kurang beres, gak perlu kam ajari kami. Pokokna jangan kam bilang kami yang tak beres, diam saja nge kami. Kalo kam bilang kami yang tak beres, tunggundu saja, entah beluhen nge kami kari mbongkar cungik kalak asangken si sedekah enda lalap cungik kalak daramindu? Cubaken saja. Bukan tantangan, bukan undangan. Anda jual kami tukul. Hihiihihihi ..... Selamat berhari pekan, nake. Salam khusus untuk Reza Tarigan di Libia. Oh .. di Libia kam? Menggantikan impal kami yang telah tiada Kosmos Bangun? Ah, tak terlupakan film Si Buta Dari Gua Hantu. Salam sama abang bapakndu cameraman Si Buta Dari Gua Hantu (FES Tarigan). Radio Erdeso
