03/02/2008 01:56 WIB
Kalla: Sudah Tidak Ada Lagi yang Benci Golkar
Irwan Nugroho - detikcom
Jakarta - Pada tahun-tahun pertama reformasi, Golkar --kini Partai Golkar--
sangat terpuruk. Golkar dituduh biang kehancuran bangsa, sehingga banyak
dibenci orang.
Akibatnya, pada Pemilu 1999, prestasi partai berlambang pohon beringin itu
anjlok. Namun, pada pemilu berikutnya (2004), partai Golkar bangkit dan
memenangi perolehan suara.
"Pada saat ini tidak ada lagi orang yang benci partai Golkar. Karena itu
kesempatan kita pada pemilu 2009 lebih baik," ujar Ketua Umum DPP Partai
GolkarJusuf Kalla.
Hal itu disampaikannya di sela-sela pembukaan Rakerda DPD Partai Golkar DKI
Jakarta di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Jl Pegangsaan, Jakarta Pusat, Sabtu
(2/2/2008) malam.
Kalla mengungkapkan mengapa partainya bisa merebut kekuasaan kembali kurang
dari 1 dasawarsa. Sebabnya sangat sederhana.
Belakangan ini, menurut pria asal Makassar itu, situasi perekonomian nasional
sudah membaik. Partai Golkar hanya kalah saat perekonomian negara ini merosot.
Sebelum krisis menerpa, pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pertahun.
Golkar bisa mengantongi suara 60 persen di mana-mana saat pemilu.
"Begitu krisis, itu orang bilang Golkar yang kasih krisis, karena Golkar yang
memerintah. Jadi kalau negara maju, pasti orang mengatakan Golkar bagus. Maka
dipilihlah Golkar," imbuh Kalla.
Karena itu, sebagai partai yang berwatak kekaryaan, Kalla mengajak kader
Partai Golkar untuk lebih giat bekerja. "Kita harus bekerja sebaik-baiknya
untuk memenangkan pemilu," pungkasnya. ( irw / nvt
--
KOMENTAR
Sudah tak ada lagi yang benci Golkar?
Kalimat JK ini mengandung makna tendensius. Mengapa justru sekarang ini
"sudah tidak ada lagi" yang benci Golkar, artinya setelah kematian gembong
busuk Golkar sebagai lambang pembantaian dan KKN (Soeharto). Kelihatannya JK
merasa sedikit lega dengan kepergian bosnya, walaupun tadi ingin sebaliknya,
yaitu mengangkat bos ini jadi pahlawan (sandiwara SBY-JK babak pertama dan
kedua di milis).
Kelihatannya JK sudah mengubah arah kapalnya, kepergian Soehartolah yang akan
meringankan beban Golkar, bukan keberadaannya sebagai pahlawan. Situasi
sekarang ini menunjukkan bahwa JK tidak akan meneruskan babak ketiga
sandiwaranya. Tapi kita lihat saja, mungkin juga dia tetap merancang babak
ketiga.
Dan yang jelas ialah bahwa kematian Soeharto bukanlah kematian lambang
pembantaian dan KKN, karena rakyat masih tetap menuntut keadilan.
MUG
--
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum:
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html