Bung Karno Pesan Megawati Tidak Bicara yang Bisa Pecah Belah Bangsa
Bandarlampung, (Analisa) Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa Bung Karno
pernah memberi pesan kepadanya untuk tidak berbicara tentang kondisi bangsa dan
kehidupan keluarga Bung Karno sampai tiba waktu yang tepat, agar tidak memecah
belah persatuan bangsa. Pada sambutan saat peresmian kantor DPD PDI
Perjuangan Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Minggu siang, Ketua Umum DPP
PDIP itu mengungkapkan salah satu pesan dan wejangan Bung Karno itu kepada
dirinya, yang tetap diingat dan dijalankannya sampai sekarang. Megawati dalam
kesempatan itu menceritakan perjalanan hidup Bung Karno dan keluarganya,
termasuk perjalanan hidupnya hingga bisa mengurus PDI yang sekarang menjadi PDI
Perjuangan. Menurutnya, saat Bung Karno sudah tidak lagi menjadi presiden,
kondisi keluarganya juga mengalami tekanan yang berat. Bahkan setelah Bung
Karno meninggal dunia, seluruh keluarganya dilarang untuk
berorganisasi atau berbisnis, dan hanya diperkenankan menjadi rakyat biasa.
"Saya juga saat itu bukan tidak bisa menyelesaikan kuliah karena drop out atau
tidak mampu, tapi karena waktu itu tidak dibolehkan untuk menyelesaikan
kuliah," ujar Mega pula. Menanggapi kondisi berat itu, menurut Mega, Bung
Karno justeru berpesan kepada dirinya dan keluarganya, untuk terus berjuang dan
hidup apa adanya, termasuk terus menggali ilmu tanpa harus memaksakan diri
menyelesaikan kuliah. "Bapak berpesan belajar dan menggali ilmu pengetahuan
dan teknologi itu, bisa dimana saja, tidak harus dari sekolah. Bisa belajar
sendiri atau otodidak. Itulah yang saya jalankan sampai sekarang, sehingga bisa
menjadi Ketua Umum PDI dan PDIP, menjadi Wapres dan Presiden," tutur Megawati
lagi. Dia juga dipesankan oleh Bung Karno, untuk tidak membuka kisah hidup
dan perjuangan Bung Karno serta kondisi bangsa saat itu, karena kalau dibuka
dapat "menghantam" pihak lain. "Negara ini bisa pecah belah
kalau semua itu dibuka oleh keluarga Bung Karno," ujar Mega pula.
Menurutnya, ia dipesan untuk tidak bicara tentang hal itu sampai waktunya
datang, karena dapat mengancam kondisi persatuan bangsa Indonesia. "Pesan
Bapak itu saya patuhi, sehingga kami dan saya lebih banyak diam, tidak mau
bicara," kata Megawati. Ia juga menyatakan, walaupun dirinya tidak bisa
menyelesaikan kuliah, tapi tidak akan pernah takut untuk diajak diskusi oleh
siapa saja, asalkan diskusi itu bukan bertujuan untuk memancing kondisi yang
kurang baik bagi bangsa ini. "Saya pernah punya dendam karena kondisi sangat
berat yang kami alami itu, tapi dendam itu sudah dibawa setelah Bapak meninggal
dunia," katanya. Ia juga mengaku sudah banyak kawan-kawan dan berbagai pihak
yang mendorongnya untuk menuliskan perjalanan hidup sebagai salah satu saksi
hidup sejarah bangsa Indonesia sejak presiden pertama, Bung Karno, sampai
sekarang. Namun Megawati mengaku, masih menunggu waktu yang tepat sesuai
pesan Bung Karno, sekaligus mencari penulis yang benar-benar mampu dan dapat
menuliskan intisari perjalanan hidup yang akan diceritakannya seperti kondisi
yang sebenarnya. "Nantilah, pada saatnya semua itu akan saya tulis dan
bukukan secara khusus," janji Megawati. (Ant)
---------------------------------
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.