aduuuuuuh, pertanyaan ini ironis banget...., Megawati tanpa Sokerano jelas jadi teman kencan paling seru bagi suaminya...,
sorry, aku memang egois, kurang merasa senasib engan orang lain, sorrrrrryyyyy Nande Iting <http://arikena.blogspot.com> 2008/2/4, Mikhail Triwira <[EMAIL PROTECTED]>: > > Soekarno adalah salah satu "history maker" terbesar > dan orang paling berjasa bagi Indonesia. Banyak > predikat diberikan kepadanya seperti: Proklamator, > Penyambung Lidah Rakyat, Pemimpin Besar Revolusi, > Paduka Yang Mulia, the Founding Father dll. > > Kharismanya demikian luar biasa, diakui oleh kawan > maupun lawan. Orang takjub dan bagaikan tersihir > tatkala mendengar dia berpidato. Seringkali orang lupa > akan kesulitan ekonomi dan duka nestapa manakala dia > berbicara.Itulah sekilas tentang kehebatan dan > kualitas diri seorang Soekarno. > > Lantas, bagaimana dengan Megawati? > Seorang Megawati yang sukses menjadi Ketua Umum Partai > Politik kedua terbesar di negeri ini, bahkan berhasil > menjadi Presiden RI mengikuti jejak bapaknya. > > Megawati selalu membawa nama besar bapaknya kemanapun > dia pergi. Terbukti, di mana ada Megawati maka di situ > ada cerita dan poster Soekarno. Jelas, Megawati tidak > pernah percaya diri alias hanya memanfaatkan nama > besar Soekarno. > > Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah Megawati dapat > berhasil tanpa nama besar Soekarno? Jawabnya relatif. > > Tapi bagi saya, perbandingan Soekarno dengan Megawati > ibarat langit dan bumi, bahkan ada sebagian orang yang > eneg saat mendengar dia berbicara karena nada > bicaranya memang paling tidak enak didengar. > > Karenanya, silent is golden adalah paling tepat > buatnya sebagaimana sering dipraktekkan saat terdesak > atau tutup mulut selamanya alias mundur dari dunia > politik dan menjadi IRT saza. > > Eeeeeeeaaak, uga ningkena aron.... > > --- MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] <gintingmu%40yahoo.se>> wrote: > > > Bung Karno Pesan Megawati Tidak Bicara yang Bisa > > Pecah Belah Bangsa Bandarlampung, (Analisa) > > Megawati Soekarnoputri mengatakan bahwa Bung Karno > > pernah memberi pesan kepadanya untuk tidak berbicara > > tentang kondisi bangsa dan kehidupan keluarga Bung > > Karno sampai tiba waktu yang tepat, agar tidak > > memecah belah persatuan bangsa. Pada sambutan saat > > peresmian kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi > > Lampung, di Bandarlampung, Minggu siang, Ketua Umum > > DPP PDIP itu mengungkapkan salah satu pesan dan > > wejangan Bung Karno itu kepada dirinya, yang tetap > > diingat dan dijalankannya sampai sekarang. > > Megawati dalam kesempatan itu menceritakan > > perjalanan hidup Bung Karno dan keluarganya, > > termasuk perjalanan hidupnya hingga bisa mengurus > > PDI yang sekarang menjadi PDI Perjuangan. > > Menurutnya, saat Bung Karno sudah tidak lagi menjadi > > presiden, kondisi keluarganya juga mengalami tekanan > > yang berat. Bahkan setelah Bung Karno meninggal > > dunia, seluruh keluarganya dilarang untuk > > berorganisasi atau berbisnis, dan hanya > > diperkenankan menjadi rakyat biasa. "Saya juga > > saat itu bukan tidak bisa menyelesaikan kuliah > > karena drop out atau tidak mampu, tapi karena waktu > > itu tidak dibolehkan untuk menyelesaikan kuliah," > > ujar Mega pula. Menanggapi kondisi berat itu, > > menurut Mega, Bung Karno justeru berpesan kepada > > dirinya dan keluarganya, untuk terus berjuang dan > > hidup apa adanya, termasuk terus menggali ilmu tanpa > > harus memaksakan diri menyelesaikan kuliah. "Bapak > > berpesan belajar dan menggali ilmu pengetahuan dan > > teknologi itu, bisa dimana saja, tidak harus dari > > sekolah. Bisa belajar sendiri atau otodidak. Itulah > > yang saya jalankan sampai sekarang, sehingga bisa > > menjadi Ketua Umum PDI dan PDIP, menjadi Wapres dan > > Presiden," tutur Megawati lagi. Dia juga > > dipesankan oleh Bung Karno, untuk tidak membuka > > kisah hidup dan perjuangan Bung Karno serta kondisi > > bangsa saat itu, karena kalau dibuka dapat > > "menghantam" pihak lain. "Negara ini bisa pecah > > belah > > kalau semua itu dibuka oleh keluarga Bung Karno," > > ujar Mega pula. Menurutnya, ia dipesan untuk tidak > > bicara tentang hal itu sampai waktunya datang, > > karena dapat mengancam kondisi persatuan bangsa > > Indonesia. "Pesan Bapak itu saya patuhi, sehingga > > kami dan saya lebih banyak diam, tidak mau bicara," > > kata Megawati. Ia juga menyatakan, walaupun > > dirinya tidak bisa menyelesaikan kuliah, tapi tidak > > akan pernah takut untuk diajak diskusi oleh siapa > > saja, asalkan diskusi itu bukan bertujuan untuk > > memancing kondisi yang kurang baik bagi bangsa ini. > > "Saya pernah punya dendam karena kondisi sangat > > berat yang kami alami itu, tapi dendam itu sudah > > dibawa setelah Bapak meninggal dunia," katanya. Ia > > juga mengaku sudah banyak kawan-kawan dan berbagai > > pihak yang mendorongnya untuk menuliskan perjalanan > > hidup sebagai salah satu saksi hidup sejarah bangsa > > Indonesia sejak presiden pertama, Bung Karno, sampai > > sekarang. Namun Megawati mengaku, masih menunggu > > waktu yang tepat sesuai > > pesan Bung Karno, sekaligus mencari penulis yang > > benar-benar mampu dan dapat menuliskan intisari > > perjalanan hidup yang akan diceritakannya seperti > > kondisi yang sebenarnya. "Nantilah, pada saatnya > > semua itu akan saya tulis dan bukukan secara > > khusus," janji Megawati. (Ant) > > > > > > --------------------------------- > > Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare > > bredbandsuppkoppling. > > Sök och jämför hos Yahoo! Shopping. > > __________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. > http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping > >
