Harian Komentar, 4 Feb 2004
Babi ‘Berkepala Manusia’ Hebohkan Kabupaten Mitra
Warga Minahasa Tenggara (Mitra), khususnya di Desa Watuliney, Kecamatan
Be-lang, dihebohkan atas kela-hiran anak babi yang memi-liki wajah dan bagian
kepala mirip manusia. Tak heran jika warga kemudian ber-bondong- bondong
menyak-sikan peristiwa langka ter-sebut Sabtu hingga Minggu (03/02) kemarin.
Babi ‘berkepala manusia’ itu sendiri dilahirkan induknya pukul 22.00 Wita,
Jumat (01/02). Keesokan paginya, seorang penjaga peternakan babi milik keluarga
Joutje Pondaag-Tumboybela, dika-getkan saat melihat anak bayi yang dilahirkan
tersebut. Pasalnya, muka babi itu lebih menyerupai manusia.
Babi mungil itu memiliki bulu putih dengan berat 1,5 kilogram. Kalau muka,
hi-dung dan lidah babi itu mirip manusia, namun suaranya le-bih mirip monyet.
Lebih unik lagi anak babi berkelamin betina tersebut memiliki dahi layaknya
dahi manusia serta memiliki pusar di atas kepalanya.
Informasi yang diperoleh koran ini, proses pembibitan babi itu terhitung 10
Oktober 2007 silam. Ini artinya, babi ini berada dalam kandungan induknya
selama 3 bulan, 21 hari. Babi aneh ini memiliki 12 saudara yang dilahirkan
induknya. Namun ke 11 sau-dara-saudaranya berfisik normal sebagaimana lazim-nya
seekor babi.
Sementara berita anak babi mirip manusia ini menjadikan lokasi peternakan Ko’
Uce te-rus dipadati warga dari segala penjuru desa, bahkan dari ke-camatan
tetangga. Pemanda-ngan ini terjadi sejak Sabtu hingga Minggu kemarin. Hu-kum
Tua Desa Watuliney, Max Manampiring mengatakan, sejak hebohnya berita tersebut,
kini anak babi itu tak lagi berada di kandangnya, karena oleh pemilik langsung
dipin-dahkan ke rumah. “Pemin-dahan ini semata-mata untuk memudahkan siapa saja
yang ingin melihat anak babi ini,” kata Kumtua Manampiring sambil menggendong
anak babi langka tersebut.
Sementara itu, fenomena babi berkepala mirip manusia itu, mengundang beragam
tang-gapan. Camat Belang Sumar-yadi Umar yang sempat ikut menyaksikan babi
tersebut, mengatakan bahwa ini menun-jukkan tanda-tanda akhir zaman. Sedangkan
Kumtua Manampiring menambahkan, ini menandakan bahwa ma-syarakat Kabupaten
Mitra harus lebih banyak bergumul lagi. “Lihat saja, tak hanya ke-anehan temuan
anak babi ini yang terjadi di Mitra, sebab beberapa hari lalu di wilayah kita
juga ditemukan anak ayam berkaki tiga,” ujar Manampiring.
Lain halnya dikatakan tokoh pemuda Mitra, Viddy Ngan-tung. Menurutnya, temuan
ini merupakan tanda awas bagi masyarakat dalam mengha-dapi pilkada.
“Singkatnya, da-lam Pilkada Mitra nanti boleh jadi akan tersaji pertarungan
sengit antara masing-masing kandidat. Sebab itu, sudah sepantasnya kita sebagai
warga menyadari itu sambil tetap terus menjaga kondusi-vitas daerah kita,”
ungkap-nya.( dax)
Never miss a thing. Make
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping