sumber:
http://www.kompas.co.id/read.php?cnt=.xml.2008.02.06.16553742&channel=1&mn=20&idx=97
LONDON, SELASA - Seorang dokter harus menanggung malu akibat dari perbuatan
tidak senonoh yang dilakukannya. Ia dipecat setelah ketahuan berhubungan seks
dengan seorang pasien wanita di tempat praktek.
Setelah sempat tersimpan cukup lama, skandal yang melibatkan Dr Michael Moore
(62) akhirnya diproses di sidang pengadilan medis. Moore dinyatakan bersalah
karena melakukan pelecehan seksual serta pelanggaran dengan kategori sangat
berat.
Skandal itu berawal ketika ia bekerja sebagai dokter pengganti (locum) di Lower
Broughton Medical Centre, Salford, Manchester, Inggris, pada bulan Maret 2006
lalu. Kala itu, ia memeriksa seorang pasien perempuan yang mengeluhkan sakit
pada panggulnya.
Kebodohan Moore saat itu adalah ia kemudian tergoda oleh si pasien. Ia seperti
terbius ketika mengangkat tubuh pasien berusia 34 tahun itu ke atas saat
melakukan pemeriksaan dada. Ia pun lalu melakukan hubungan seks di atas meja
periksa dengan pasien yang tidak disebut namanya tersebut. Sementara pasien
lainnya yang mengantri di luar sama sekali tidak mengetahui apa yang telah
terjadi di kamar periksa.
Tiga hari kemudian, pria yang kini sudah dicabut izin praktiknya itu sempat
ditahan oleh kepolisian dengan tuduhan pemerkosaan. Namun tuduhan itu lalu
dicabut karena laporan yang diajukan si pasien perempuan itu ditarik kembali.
Namun lepas dari tuntutan hukum, Moore yang sempat sekolah di Universitas
Liverpool harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan sidang Dewan Umum
Kesehatan (General Medical Council) Inggris. Dalam sidang dengar pendapat,
Moore mengaku bersalah karena telah melakukan perbuatan tidak senonoh.
Sidang panel GMC sendiri menegaskan bahwa kemampuan Dr Moore untuk praktek
telah dirusak oleh alasan perbuatan tak senonoh tersebut. Alhasil, panel GMC
menyatakan Moore melakukan pelanggaran kepercayaan yang sangat fatal.
Penasehat GMC Bernadette Baxter menilai bahwa percakapan Dr Moore dengan
pasien perempuan itu menjadi terkesan genit dan mengarah pada seks ketika ia
menyarankan untuk melakukan pemeriksaan secar fisik. Baxter juga mengatakan
bahwa Moore, yang telah menikah kini pindah ke luar Inggris, terkejut ketika
pengakuan pasien perempuan itu. Dalam penuturannya, perempuan itu mengidamkan
pria seperti Moore setelah melihat dokter itu sebulan sebelumnya
Ms Baxter juga menyatakan bahwa Dr Moore, yang tidak hadir pada saat sidang,
merasa tersanjung dan perhatian yang diberikan si pasien semakin meningkatkan
kepercayaan dirinya . Moore mengaku bahwa pasien perempuan itu sengaja
menggunakan kedua kaki untuk mencapit pahanya selama pemeriksaan.
Keduanya lalu mulai saling mencium dan berpelukan sebelum kemudian terlibat
dalam pergumulan di atas meja pemeriksaan. "Saya harus mengatakan bahwa itu
telah membuat saya senang dan saya kira sungguh mengejutkan," ungkap Moore
dalam sebuah pernyataan yang dibacakan dalam sidang.
AC
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.