Mjj info lengkap... sptnya pak Andreas Bangun pro pdip xixixi beritana hampir seri ras enda http://www.indopolitik.com/parpol/pdip.php?mode=sejarah
--- Andreas Bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > SEJARAH > > Bahwa PDI Perjuangan merupakan partai politik yang > sebenarnya adalah partai yang secara langsung > memiliki > tali kesejarahan dengan partai politik masa orde > lama. > PDI Perjuangan sebenarnya kelanjutan dari Partai > Demokrasi Indonesia yang berdiri pada tanggal 10 > Januari 1973. Partai Demokrasi Indonesia itu lahir > dari hasil fusi 5 (lima) partai politik. Kelima > partai > politik tersebut yaitu : > > 1. Partai Nasional Indonesia (PNI) > PNI didirikan Bung Karno tanggal 4 Juli 1927 di > Bandung. Dengan mengusung nilai-nilai dan semangat > nasionalisme, PNI kemudian berkembang pesat dalam > waktu singkat. Karena dianggap berbahaya oleh > penguasa > kolonial, tanggal 29 Desember 1929 semua kantor dan > rumah pimpinan PNI digeledah. Bung Karno, Maskun, > Supriadinata dan gatot mangkupraja ditangkap. > Berdasarkan keputusan yang ditetapkan Raad van > Justitie tanggal 17 April 1931, mereka dipidana > penjara. Keputusan ini diartikan mencap PNI sebagai > suatu organisasi yang terlarang. > Setelah tanggal 3 November 1945 keluar Maklumat > Pemerintah tentang pembentukan Partai Politik. > Dengan > landasan tersebut, tanggal 29 Januari 1946 di Kediri > PNI dibentuk oleh partai-partai yang tergabung dalam > Serikat Rakyat Indonesia atau di kenal dengan > Serrindo > pada waktu itu, PNI Pati, PNI Madiun, PNI Palembang, > PNI Sulawesi, kemudian Partai Republik Indonesia > Madiun, Partai Kedaulatan Rakyat Yogya, dan ada > beberapa lagi partai kecil lainnya yang berada di > Kediri. Fusi ini terjadi ketika ada Konggres > Serrindo > yang pertama di Kediri. Dalam Kongres tersebut PNI > dinyatakan memiliki ciri Sosio-Nasionalisne- > Demokrasi > yang merupakan asas dan cara perjuangan yang > dicetuskan Bung Karno untuk menghilangkan > kapitalisme, > imperialisme dan kolonialisme. Pengunaan asas ini > diasosiasikan sebagai "kebangkitan kembali PNI 1927" > yang pernah didirikan Bung Karno. > > Ideologi partai ini menggunakan apa yang > dikembangkan > oleh Bung Karno yaitu Marhaenisme, sebuah istilah > yang > di bangun atau dipakai oleh beliau ketika beliau > melakukan kunjungan ke salah satu daerah di Jawa > Barat > dan bertemu dengan seorang petani yang namanya > Marhaen. > > PNI merupakan partai pemenang pemilu nomor satu > dalam > pemilu tahun 1955 dengan komposisi suara kurang > lebih > 22,3%. Basis sosial dari partai ini pertama-tama > adalah masyarakat abangan di Jawa. Kekuatan > mobilisasi > terletak pada penguasaan atas birokrasi dan yang > kedua > adalah para pamong praja, lurah dan para kepala > desa. > Ini menjelaskan kenapa Golkar mengambil alih itu, > PNI > ambruk secara total. Ketika dukungan cukup merata > menyebar di seluruh Indonesia, ketika di beberapa > propinsi yang sangat terbatas seperti di Aceh, > Sumatra > Barat, dimana pendukung PNI itu jumlahnya kurang > dari > 0,7%. Di kawasan Jawa di bagian sebelah utara > Bandung > PNI tidak pernah mendapatkan basis dukungan yang > kuat. > Itu merupakan daerah Islam atau daerah Masyumi. Di > Bandung daerah selatan itu merupakan kantong utama. > Jawa Tengah adalah kantong-kantong utama, dan > kontestan yang paling serius itu datang dari Partai > Komunis Indonesia yang berada di beberapa daerah > segitiga seperti Jelanggur dan seterusnya. Blitar > bagian selatan dan sebagainya. > 2. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) > Parkindo adalah partai yang didirikan karena ada > maklumat pada waktu itu, ia baru berdiri tahun 1945 > tepatnya pada tanggal 18 November 1945 yang diketuai > Ds Probowinoto. Parkindo merupakan penggabungan dari > partai-partai Kristen lokal seperti PARKI (Partai > Kristen Indonesia) di Sumut, PKN (Partai Kristen > Nasional) di Jakarta dan PPM (Partai Politik Masehi) > di Pematang Siantar. > > 3. Partai Katolik > Partai Katolik lahir kembali pada tanggal 12 > Desember > 1945 dengan nama PKRI (Partai Katolik Republik > Indonesia) merupakan kelanjutan dari atau sempalan > dari Katolik Jawi, yang dulunya bergabung dengan > partai Katolik. Sebenarnya partai ini pada tahun > 1917-an itu sudah ada. Partai ini berdiri pada tahun > 1923 di Yogyakarta yang didirikan oleh umat Katolik > Jawa yang diketuai oleh F.S. Harijadi kemudian > diganti > oleh I.J. Kasimo dengan nama Pakepalan Politik > Katolik > Djawi (PPKD). Pada Pemilu 1971 Partai Katolik meraih > 606.740 suara (1,11%) sehingga di DPR mendapat 3 > kursi. > > 4. Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) > IPKI atau Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia > adalah partai yang didirikan terutama oleh tentara. > IPKI sejak lahirnya mencanangkan Pancasila, semangat > proklamasi dan UUD 1945 sebagai cirnya. Tokoh > dibalik > pendirian IPKI adalah AH. Nasution, Kol Gatot > Subroto > dan Kol Azis Saleh. Kelahirannya didasari oleh UU > No. > 7 tahun 1953 tentang Pemilu 1955. Dalam pemilu itu > anggota ABRI aktif dapat dipilih melalui pemilu dan > duduk di Konstituante. > > IPKI didirikan pada tanggal 20 Mei 1954 kurang lebih > satu tahun sebelum pemilu tahun 1955 yang > berlangsung > bulan September. Waktu itu, Jenderal Besar Nasution > yang berpangkat kolonel, terlibat pada peristiwa > yang > sangat terkenal yaitu peristiwa 27 Oktober. > > Peristiwa 27 Oktober ini adalah sebuah peristiwa > dimana tentara melakukan upaya untuk memaksa Bung > Karno membubarkan parlemen. Mereka datang ke istana, > gerombolan tentara yang sangat banyak dengan tank, > meriam diarahkan ke depan istana, dan meminta kepada > Bung Karno untuk membubarkan parlemen, karena > parlemen > dianggap telah mengintervensi persoalan internal > tentara. Nasution dipanggil, usianya baru 33 tahun > dan > disuruh kembali untuk memikirkan tindakannya, di > copot > jabatannya, antara Oktober 1952 sampai nantinya dia > dikembalikan pada jabatannya pada tahun 1955. Selama > tiga tahunan itu Nasution berfikir sangat serius. > Bung > Karno tidak bisa dilawan. Diantara tahun-tahun > inilah > Nasution kemudian mendirikan IPKI. > > Dalam pertemuan sangat tertutup antara wakil IPKI > dengan Soeharto pada tahun 1971. Dua tokoh IPKI yang > besar atau salah satu tokoh IPKI yang besar, mantan > Bupati Madiun, Achmad Sukarmadidjaja almarhum, > mengatakan bahwa IPKI tidak mungkin hidup di dalam > gerombolan partai-partai yang punya ideologi > aneh-aneh > dan ingin bergabung dengan golongan karya atau > menjadi > partai sendiri. > > Kedekatan dengan Golkar, menjelang Deklarasi PDI > 1973 > IPKI pernah berpikir untuk bergabung ke Golkar. > Tanggal 12 Maret 1970 Presiden Soeharto memberi > jawaban atas permintaan Achmad Sukarmadidjaja bahwa > IPKI bisa bergabung ke Golkar dengan syarat harus > membubarkan diri lebih dahulu. IPKI cukup spesifik > dan > memiliki dukungan yang konkrit menurut pemilu 1955 > kecuali sedikit di Jawa Barat, demikian juga dengan > Murba. Hanya memiliki dukungan yang sangat sedikit > di > Jawa Barat kurang lebih 290.000-an orang. Pada > Pemilu > 1971 IPKI hanya mampu memperoleh 388.403 (0,62 %) > sehingga tidak mendapat satupun kursi di DPR. > > 5. Murba > Murba didirikan pada tanggal 7 November 1948 setelah > Tan Malaka keluar dari penjara. Murba adalah > gabungan > Partai Rakyat, Partai Rakyat Jelata dan Partai > Indonesia Buruh Merdeka. > > Menurut data Kementrian Penerangan RI tentang > "Kepartaian di Indonesia" seri Pepora No. 8, > Jakarta, > 1981, istilah Murba mengacu pada pengertian > "golongan > === message truncated === =============================================== http://www.Jemari.com - Forum Online Tanah Karo =============================================== ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
