PAYO KA ME AKAPNA KATA E, TAPI SADA KUIDAH LIT SI KUAKAP LIT LA PAYONA,
TENTANG OPRAH,

PEREMPUAN PERTAMA YANG SAYA KAGUMI, DIA MEMANG SALAH SATU WANITA TERKAYA DI
DUNIA, TAPI KEKAYAANNYA INI ADALAH HASIL KERJA KERAS YANG SANGAT PANJANG.

AKU JUGA AKAN TANGAN TERHADAP KETBAHAN HARRY CLINTON TERUTAMA DALAM
MEMEPRTAHANKAN RUMAH TANGANYA, BUT I HAVE NOTHING TO DO WITH....USA.

Nande Ginting
<http://r.yuwie.com/arikena>

2008/2/8, pelangiharum <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>    --- In [EMAIL PROTECTED], "Gadis Arivia" <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
>
> *Kekuatan Pemilih Perempuan Biasa*
>
> * *
>
> *Oleh: Gadis Arivia*
>
> * *
> Seorang perempuan menelepon sebuah stasiun radio terkemuka di
> Amerika ingin menyuarakan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa ini pertama
> kali ia memberanikan diri menelepon karena ingin suaranya didengar. Ia
> mengakui bahwa ia datang dari keluarga yang konservatif dan yang selalu
> mendukung partai Republik. Tapi kali ini, di mana Amerika menurutnya berada
> di persimpangan jalan, maka, ia memutuskan memilih partai Demokrat. Partai
> Demokrat membawa perubahan yang nyata, dua kandidatnya sama-sama akan
> mengukir sejarah Amerika terbesar, yang satu kandidat pertama yang
> merepresentasikan kulit hitam dan yang satu lagi perempuan, keduanya
> membanggakan, ujarnya. Meskipun sangat sulit memilih diantara kedua kandidat
> favoritnya, namun demikian, di hari "Mega Selasa" (Super Tuesday), ia
> akhirnya memilih Hillary Clinton karena alasan mendasar, hak perempuan untuk
> menentukan tubuhnya sendiri, "pro-choice". Isu ini merupakan isu yang dekat
> di hatinya dan Hillary dapat menjamin hak-hak dasar perempuan tersebut.
>
>
>
> Hari "Mega Selasa" ini memang kemenangan bagi perempuan karena
> secara kuat mendukung calon presiden perempuan pertama di negara adidaya
> ini. Hillary Clinton secara khusus mengucapkan terima kasih kepada perempuan
> yang membuatnya meraih kemenangan di negara-negara bagian besar Amerika,
> seperti, New York, New Jersey dan California (negara-negara bagian yang
> memiliki suara utusan (Delegates) yang terbanyak. Ia berkata lantang di
> depan ribuan pendukungnya tadi malam: "saya dapat berdiri di sini dihadapan
> anda semua karena ibu saya dan ibu saya sangat bangga karena saya berdiri di
> sini".
>
>
>
> Apa yang membuat perempuan begitu kuat mendukung Hillary? Padahal kubu
> Obama sendiri sudah menerjunkan Caroline Kennedy (anak presiden Kennedy),
> Maria Shriver (istri gubernur California, Arnold Swazenegger) dan Oprah
> (ratu talk show). Ketiga perempuan yang hebat dan terkenal ini bersama-sama
> dengan Michelle Obama berkampanye di Los Angeles untuk memperebutkan suara
> perempuan di depan ribuan sorotan kamera dan peliputan
> media yang tiada hentinya. Media terus menerus memprediksikan hari-hari
> menjelang "Mega Selasa", Obama akan mudah meraih kemenangan di California
> dan juga Massachusetts tempat para politisi pria demokrat hebat bertengger
> seperti Gubernur Deval L Patrick, Senator Edward Kennedy dan Senator John
> Kerry yang ikut mendukung berusaha memenangkan Massachusetts untuk
> Obama. Namun apa yang terjadi? Massachusetts tetap dimenangkan Hillary
> dengan suara perempuan yang solid yakni 62%.
>
>
>
> "Saya tidak peduli dengan Oprah, dia hidupnya enak dan selebriti
> tau apa tentang kehidupan kami atau apa yang telah Hillary lakukan untuk
> kami?", ujar seorang perempuan berprofesi sebagai jasa pembersih (cleaning
> service). Ia bekerja siang dan malam untuk menyekolahkan anak-anaknya,
> membanting tulang untuk mereka. "Amerika menjadi impian bagi saya agar
> anak-anak bisa hidup lebih baik", menurut perempuan ini yang hijrah dari
> negara Meksiko lima tahun lalu. Ia berpendapat bahwa Hillary telah
> mengorbankan seluruh hidupnya untuk memperbaiki kehidupan kelas menengah,
> mendukung kebijakan-kebijakan yang positif untuk kaum Hispanik, berjuang
> membuat pelayanan kesehatan berlaku untuk setiap orang (Universal Health
> Care). "Saya tidak butuh orang yang memberikan inspirasi, saya membutuhkan
> orang yang bekerja keras dengan aksi-aksi nyata yang dapat dibuktikan", ujar
> seorang perempuan keturunan Asia.
>
>
>
> Sebagian besar perempuan bergembira setelah kemenangan "Mega
> Selasa", kecuali tentu media Amerika. Sebagian komentator CNN memberikan
> pembelaan panjang lebar mengapa kemenangan Hillary harus dilihat sementara
> karena Obama memiliki kekuatan keuangan yang lebih dan orang-orang besar
> yang mendukungnya sehingga pada akhirnya Obama akan menang. Obama telah
> memenangkan negara-negara bagian kecil yang lebih banyak dari Hillary ini
> kekuatan Obama. Para komentator TV tidak mengucapkan selamat pada Hillary
> tapi juga tidak menyerangnya karena tidak ada berita empuk yang dapat
> dipelintir untuk menyerangnya. Kali ini media tidak bisa menuduh Bill
> Clinton bersikap rasis terhadap Obama (meskipun record Bill untuk
> memperjuangkan kepentingan kulit hitam diakui oleh kalangan kulit hitam
> sendiri, ia presiden Amerika pertama yang disebut "presiden kulit hitam").
> Atau media tidak bisa menuduh bahwa figur Bill Clinton yang memenangkan
> Hillary. Meskipun Bill Clinton sebagai suami terus mendukung Hillary dan
> membantu berkampanye untuknya di beberapa negara bagian, namun, Hillary
> lebih banyak tampil sendiri atau bersama anak perempuannya, Chelsea (27
> tahun), berkampanye dan berjuang dengan keras. Penampilan bersama Chelsea,
> membawa banyak simpati pemilih kaum muda apalagi Chelsea tampil
> mengagumkan sebagai pendamping ibunya yang setia.
>
>
>
> Hari-hari menjelang "Mega Selasa", Obama ditayangkan di media
> secara non-stop dengan para selebritis dan politikus-politikus besar,
> bahkan pernah satu panggung dengan semuanya (Oprah, Caroline Kennedy, Ted
> Kennedy, John Kerry dan Maria Shriver) sedangkan Hillary seringkali
> sendirian di atas panggung atau lebih sering duduk berdiskusi di balai-balai
> pertemuan, café atau universitas.
>
>
>
> Menurut saya, gaya kampanye Hillary yang duduk melingkar
> berdiskusi lebih menyentuh kedekatan dengan para pemilihnya serta juga
> bisa membuat diskusi menjadi lebih mendalam dan detail. Berbeda dengan Obama
> yang selalu menyewa panggung besar dan berdiri di atas podium dengan gaya
> "berkhotbah" (intonasi Obama lebih pada intonasi berkhotbah sedangkan
> intonasi Hillary adalah intonasi konversasi). Kelemahan Obama adalah dengan
> gaya berkhotbah tersebut ia tidak bisa menjelaskan program-programnya dengan
> mendetail dan konkret. Padahal kedetailan program dan hasil konkret yang
> telah ia lakukan dalam isu-isu yang ia kampanyekan, inilah yang
> ditunggu-tunggu publik Amerika, jadi bukan sekedar mengumbar harapan-harapan
> saja.
>
>
>
> Robin Morgan, penulis terkenal yang menulis esei "Goodbye To All
> That" (esei yang membela Hillary Clinton), bersuara bersama-sama Kim Gandy
> dan Elenor Smeal, presiden dan Badan Penasehat NOW (National Organization
> for Women), mereka menyerukan untuk mengakhiri sentimen media terhadap
> Hillary yang dinilai kadang sangat seksis. Martha Burk di harian Huffington
> Post menyatakan bahwa ada paling tidak 5 hal yang perempuan perlu ingat dan
> mengapa ini merupakan alasan untuk memilih Hillary:
>
>
>
> - Bahwa Hillary terbukti sangat loyal dan dapat dipercaya, terbukti
> dari hasil kerjanya sebagai aktifis, ibu gubernur, ibu negara dan senator
> dua kali terpilih negara bagian New York, bahwa ia selalu berjuang untuk
> perempuan dari soal pelayanan kesehatan untuk perempuan hingga sistim
> peradilan yang ramah perempuan dan peningkatan pendapatan untuk kaum miskin
> (perempuan yang menjadi korban).
>
> - Bahwa Hillary akan membuat pilihan dan akses kontrasepsi lebih
> luas untuk perempuan karena ia telah membuktikan hal itu dengan bekerja
> sama dengan Senator Patty Murray melawan kebijakan administrasi Bush akan
> hal ini.
>
> - Bahwa Hillary telah bekerja untuk memperluas kebijakan
> keluarga-kerja yang bisa membuat keluarga meninggalkan pekerjaan dengan
> tetap dibayar bila ada masalah kesehatan di keluarga, meningkatkan kualitas
> kesehatan anak-anak.
>
> - Bahwa Hillary akan memperjuangkan peningkatan pelayanan keluarga
> berencana untuk keluarga kelas bawah karena ia telah memperjuangkan dana
> untuk masalah ini selama menjadi senator.
>
> - Bahwa Hillary akan selalu membela kaum perempuan bukan hanya di
> negaranya akan tetapi di seluruh dunia karena ia telah membuktikannya di
> tahun 1995 pada Konferensi Beijing dimana ia yang pertama kali menyatakan
> dengan lantang "hak-hak perempuan adalah hak-hak manusia".
>
>
>
> Amerika sedang merasakan suara gemuruh perempuan dari kalangan biasa
> menyerukan secara serentak: "Perempuan bersatu tidak dapat dikalahkan!".
> Paling tidak "Super Tuesday" telah membuktikan hal itu dan untuk pemilihan
> selanjutnya perempuan akan menjadi ajang perebutan dari kubu politik
> manapun.
>
> 
>

Kirim email ke