Sidikalang, (Analisa)
Ketua DPRD Dairi Leonard Samosir mengaku sangat gerah dan kesal atas kerusakan
jalan jalur Sidikalang-Karo. Kepada wartawan ditemui di gedung dewan baru-baru
ini, Leo mengatakan, entah bagaimana lagi caranya menyuarakan kondisi yang
semakin hari kian memprihatinkan itu.
Kerusakan tersebut, terutama terjadi di kawasan hutan Lae Pondom. Diakuinya,
sejumlah ruas di Kabupaten Karo yang juga merupakan jalan propinsi hingga
Kecamatan Tiga Panah mengalami hal serupa.
Namun disebutkan, dirinya kurang etis menyoroti masalah di kabupaten tetangga
itu. Tetapi yang pasti, route menuju dua kabupaten ini sangat jauh dari
kelayakan. Efeknya, cost yang dikenyamanan berlalu lintas pasti berkurang
sedang bagi pengusaha jasa angkutan dan kendaraan pribadi, biaya perawatan
bertambah. Tidak mustahil setiap perjalanan pergi pulang, baut atau mur serta
spare part lainnya akan goyang yang berpotensi merusak mesin.
Dikatakan, akibat kerusakan itu, keinginan mengikuti pertemuan penting dalam
rangka tugas semisal di Medan atau kota lainnya berkurang terutama membayangkan
lobang-lobang tadi. Kalau sudah sampe di Sumbul, pinggul kita tak lagi tenang
karena terseret ke kiri lalu ditarik ke kanan. Sekali-sekali mobil pun
terjerembab ke lobang membuat kita terpelanting dan terkejut.
Konsekwensi dari semua hal di atas, kata dia, waktu yang dibutuhkan
menyelesaikan perjalanan pun bertambah. Kalau dalam situasi mulus, jarak
Sidikalang-Medan sejauh 156 kilometer rata-rata ditempuh dalam tiga atau tiga
setengah jam tetapi sekarang paling cepat dicapai selama empat jam.
Karenanya, ia sangat mengharapkan kepedulian pemerintah provinsi Sumut melalui
unit kerja terkait agar segera membenahinya terutama pada titik terparah.
Diakui, ruas tertentu sebelumnya sudah ditambal tetapi lokasi lainnya rusak
yang diperkirakan disebabkan lalu lalangnya mobil berat over tonase. Bersamaan
itu, koordinasi dan kerja sama serta pemahaman pada pejabat berkompeten amat
dibutuhkan agar pelayanan publik secara prima dapat dirasakan.
Dikatakan, sepertinya, upaya pembenahan tidak memberi nilai maksimal karena
truk berat merajalelanya yang menimbulkan terkelupasnya lapisan hotmix.
Hal senada disampaikan Ir Arson Sihombing Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD
Dairi. Kerusakan itu sudah berlangsung hampir sepuluh tahun dan kerusakan
terberat dirasakan empat tahun belakangan. Masyarakat sangat protes atas
kondisi itu, sayangnya langkah konkrit dan terpadu dari pemerintah belum
terlihat.
Dia meminta agar anggota legislatif di DPRD Sumut memperjuangkannya sebagai
bakti nyata kepada warga yang telah mempercainya melalui pemilu lalu.
Beberapa anggota masyarakat dan kalangan sopir mengatakan, perjalanan ke Medan
saat ini sungguh melelahkan. Lobang menganga sangat rame sedang bahu jalan
(bram) banyak sompel. Kepadatan arus lalu lintas tidak sebanding dengan
kualitas infrastruktur. (ssr)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.