MJJ,
   
  Kebetulan skripsi saya (long time ago), mengangkat peran KUD menyalurkan KUT 
di tanah karo, untuk menyelesaikannya saja makan waktu 1 thn mengerjakannya, 
membuat saya tidak bisa menyelesaikan S-1 dalam 3.5 thn.
   
  Saya banyak belajar dari keberadaan koperasi (KUD khususnya) yang di tanah 
karo, sample acak saya saat itu adalah KUD Tigapanah, KUD simpang empat, KUD 
kabanjahe,  waduh yang paling penting dan berkesan adalah KUD yang saya lupa 
nama desanya, dulunya desa ini penghasil bunga, letaknya kalau dari kabanjahe 
di tigapanah belok kiri arah ke suka nalu, tapi dia belok ke kiri sedang suka 
nalu terus, nah lho... aduh saya bener-bener lupa namanya...
   
  Di desa yang saya lupa namanya ini, tingkat pengembalian KUT cukup tinggi, 
mereka mengakui KUT ini sangat membantu mereka, yang tingkat pengembaliannya 
yang paling parah justru di KAbanjahe, saya juga heran kenapa KUD kabanjahe 
mendapat cukup banyak jatah KUT, namun dari semua KUD yang saya ambil 
samplenya, saya menemukan suatu kenyataan bahwa penyaluran Dana memang sangat 
membantu para anggotanya (dalam hal ini petani) tapi pengelolanya tidak 
dibarengi dengan pengetehuan pengelolaan uang dengan baik, seharusnya 
pemerintah mentraining para pengelola KUD ini bagaimana caranya mengelola uang, 
dan sudah sepantasnya mereka juga mendapatkan gaji dari pengelolaan ini, jadi 
semua bisa diuntungkan, petani mudah mendapatkan pinjaman, pemerintah tak perlu 
pusing tingkat pengembalian, yang mengelolapun tidak hanya mengharapkan "upahmu 
besar di surga" plus jungut-jungut.
   
  Ini hanya salah satu dari sudut kecil permasalahan koperasi menurut saya.
   
  Oiya saya ingat bahwa pengelola KUD tigapanah, zamannya masih muda pernah di 
kirim ke Jerman sehubungan dengan koperasi yang dikelolanya, waktu itu dia 
bilang, itu sudah 30 th yang lalu, namun 10% sajapun dari yang 30 th yl di 
jerman kita tidak bisa capai... katanya...
   
  saya jadi ingat iklan rokok...... "tanya mengapa....? "
   
  salam
   
  

Kaipe_labo_mis iting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Piga puluh tahun nggo Indonesia merdeka, 
emang ada gitu Koperasi yg betul2 bersih? 
biasana siy jadi ajang KKN tuh, 
dana nya dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga si 'nguasai' koperasi, 
urusan kek gini mah udah TST (tau sama tau) 
dan bukan pula berita baru

*kok makin pesimis aja liat negara ini ya*

  ----- Original Message ----
From: shodan purba <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 6, 2008 2:31:48 AM
Subject: Re: [tanahkaro] Koperasi Karo Terima Bantuan Rp2,4 Miliar dari 
Pemerintah Pusat

    
    MJJ:
  Akap kami, Kantor Koperasi akan lebih arif menyampaikan perkmbangan dana 
bergulir yang sudah disalurkan sebelumnya, menunjukkan bahwa mereka memang 
"care" akan kinerja "dana bergulir" ini. Kalau kinerja bagus, pasti lebih 
banyak yang boleh memeroleh manfaat langsung dari dana tersebut.
  Sentabi
  Bp Nona Sampaguita

  ----- Original Message ----
From: S. Ginting <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Wednesday, February 6, 2008 2:16:00 AM
Subject: Re: [tanahkaro] Koperasi Karo Terima Bantuan Rp2,4 Miliar dari 
Pemerintah Pusat

    
  MUDAH-MUDAHAN LAH..., ASALKAN TIDAK HANYA SEKELOMPOK TERTENTU SAJ NGENCA.
   
  SPERTI KATA ISTILAH BELANDA, EERST ZIEN EN GELOVEN ==== IDAH LEBE MAKA 
PERCAYA.
   
  EMAKA ADI ENGGO PAGI BERHASIL NGATA KAM KADE-KADE, EMAKA AKU TEK.
   
  Nande Iting
 
  2008/2/5, Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED] com>:             T Karo (SIB)

Melalui Dinas Koperasi dan UKM Pemkab Karo, Kementerian Koperasi salurkan dana 
bergulir 2006-2007 sebesar Rp2,455.000. 000 kepada masyarakat Tanah Karo. 2006 
melalui 6 koperasi fungsional @ Rp50.000.000, - (total Rp300.000.000) dan 10 
koperasi lainnya, @ Rp25.000.000, - (total Rp250.000.000) serta 36 UKM @ 
Rp10.000.000 (total Rp360.000.000) .
Tahun 2007, disalurkan ke 11 koperasi fungsional, @ Rp50.500.000 
(Rp550.000.000) , 20 koperasi lainnya, @ Rp25.000.000 (Rp500.000.000) dan 6 
koperasi baru, @ Rp10.000.000 (Rp60.000.000) serta 33 UKM usaha kecil, @ 
Rp10.000.000 (Rp330.000.000) dan 21 UKM usaha mikro, @ Rp5.000.000 
(105.000.000) .

Hal ini dijelaskan Kadis Koperasi dan UKM Pemkab Karo Drs Kawar Sembiring, 
Senin (3/2) di kantornya, Kabanjahe.

Jumlah dana bergulir 2006-2007 total Rp2.455.000. 000 ini berbunga 9 
persen/tahun dan tahun ke dua pinjaman baru dibayar 10 persen selama 6 tahun. 
Pinjaman dana bergulir ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat 
dan dapat meningkatkan taraf hidup melalui usaha masing-masing anggota 
koperasi, ujar Sembiring singkat. (M37/d)

Best Regarts

www.dausmedia. cjb.net

  
  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.   
  








  



  
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now. 





  
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.  

                         


--
Ira Netty
[EMAIL PROTECTED]


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke