Secara pribadi, saya setuju dgn bang Juara...saya yakin pasti ada penjelasan logisnya orang Karo selalu menyebut dirinya: "...adi kita Kalak Karo" tanpa kata2 Batak didalamnya.
Coba saya cari nanti buku2nya bang, terima kasih atas pencerahannya. /John Karo-karo Y!m/FS: mackaro(at)yahoo.com ----- Pesan Asli ---- Dari: Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 11 April, 2008 22:41:47 Topik: Re: Bls: [tanahkaro] [Batak_Gaul] fw : Perjalanan Panjang Menjadi Batak --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Patriawan, Carlos" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > coba apakah ada yang punya akses dengan Batak/Karo Literatur tempo > doeloe yang ditulis Belanda ? mungkin dari situ bisa dijadikan > referensi. > > Neumann, J. H , Bijdragen tot de geschiedenis der Karo Batak > stammen, Bijd., 83 (1927), 162-180. > Notes on the history of Karo Batak clans. Ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Idayu menjadi sebuah buku berjudul "Sejarah Batak Karo: Sebuah Sumbangan" (aslinya 2 edisi di journal terbitan BKI Univ. Leiden) yang dicatat oleh Carlos di atas. Tahun terbitnya aku lupa. Sewaktu kubaca di tahun 1981, kayaknya baru saja terbit saat itu. Setahu saya, Karo masuk literatur tulisan Latin pertama kali adalah dalam buku William Marsden The History of Sumatra (1811) sebagai suku tersendiri yang bukan Batak. Kekacauan pengertian Karo dan Batak muncul di John Anderson (1826) yang berjudul Mission to the East Coast of Sumatra in 1823. Untuk menelusuri bagaimana awalnya Karo akhirnya dianggap bagian Batak padahal dulunya tidak, silahkan baca "Intergroup Relations in North Sumatra" oleh Juara R. Ginting di dalam buku berjudul Tribal Communities in the Malay World: Historical, Cultural and Social Perspectives (2002) edited by Geoffrey Benjamin & Cynthia Chou (halaman 384-400). Tulisan saya itu bukan hanya membahas Karo bukan Batak, tapi menelusuri perubahan-perubahan persepsi mengenai suku-suku di Sumatera bagian Utara sejak pre-kolonial hingga sekarang. Di kesimpulan saya menekankan: "... Much of the literature takes the same approach, so that a social theory concerning group relations is in fact no more than a description of the inclusion of a group within a state. Such social theories claim to base themselves on the participants' point of view, since the participants for the most part differentiate themselves into indigenes and migrants ..." Intinya, saya mengkritik literatur yang umumnya berangkat dari kerangka berpikir "negara", padahal Karo ada (dan suku-suku lainnya di Indonesia) tanpa mengenal konsep negara. Kalau kita lepaskan kerangka berpikir negara, maka akan kita lihat tidak ada relevansinya Karo adalah bagian Batak. Di tulisan itu juga saya menggambarkan bahwa Batak mulanya terdiri dari: Toba, Humbang, Silindung dan Samosir. Itulah Batak. Tak aneh kalau belakangan yang di luar ke empat kelompok ini merasa tidak masuk dalam Batak (Tulisan saya itu disertai bukti-bukti otentik dan bukan emosi-emosian. ) jg <!-- #ygrp-mkp{ border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;} #ygrp-mkp hr{ border:1px solid #d8d8d8;} #ygrp-mkp #hd{ color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;} #ygrp-mkp #ads{ margin-bottom:10px;} #ygrp-mkp .ad{ padding:0 0;} #ygrp-mkp .ad a{ color:#0000ff;text-decoration:none;} --> <!-- #ygrp-sponsor #ygrp-lc{ font-family:Arial;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{ margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{ margin-bottom:10px;padding:0 0;} --> <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-reco { margin-bottom:20px;padding:0px;} #ygrp-reco #reco-head { font-weight:bold;color:#ff7900;} #reco-grpname{ font-weight:bold;margin-top:10px;} #reco-category{ font-size:77%;} #reco-desc{ font-size:77%;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a{ text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc{ background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o{font-size:0;} .MsoNormal{ margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq{margin:4;} --> ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
