mantabb tenan... 2008/4/13 Edi Tarigan (aka Mosokul) <[EMAIL PROTECTED]>:
> Mejuah-juah man banta kerina, > > Barangkali informasi ini bisa berguna. Syukur-syukur ada yang mau > mengembangkan Terombo nya juga. Kita bisa saling diskusi untuk > menggabungkan Terombo kita, kalau memang ada bagian yang bisa > dihubungkan. > > Tulisan yang sama dengan beberapa gambar ilustrasinya, bisa dilihat di > weblog http://me.i-gan.com > > Bujur, > Edi Tarigan > > ************************************************** > > Membuat Terombo Secara Online? Kenapa Tidak? > Oleh: Edi Natanael Tarigan > > Bagi masyarakat Karo (komunitas di sekitar tanah Karo dan Deli > Serdang), tentunya istilah Terombo tidaklah membuat bingung. Istilah > ini cukup sering disebut-sebut dalam kehidupan kekerabatan masyarakat > Karo, terutama bagi para pendahulu, orang tua, pemerhati dan pelaksana > adat. Terombo adalah salah satu kunci yang menggambarkan hubungan > kerabatan. Hal yang sama juga terlihat di dalam masyarakat Batak > secara umum. > > Terombo, secara sederhana, adalah silsilah keturunan. Bagi yang akrab > dengan bahasa Inggris, tentu saja sudah sering mendengar istilah > Family Tree (Lihat Wikipedia: > http://en.wikipedia.org/wiki/Family_tree). Bidang ilmu yang > mempelajari dan memperdalam bagaimana seluk beluk silsilah keturunan > dan berbagai aspek yang melingkupinya disebut dengan Genealogy (Lihat > Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Genealogy). Dengan kata kunci > Family Tree dan Genealogy di Google, bisa didapatkan berbagai > informasi lebih detil. > > Ternyata istilah Terombo bukan hanya dipakai oleh masyarakat Karo dan > Batak secara umum. Namun istilah yang sama juga terdengar di > masyarakat Minangkabau, Melayu, sampai juga di masyarakat negara > tetangga kita, Malaysia. Dari mana asal muasalnya dan bagaimana > sejarahnya istilah ini berkembang, tidak akan disebutkan dalam tulisan > sederhana ini. > > Dalam masyarakat Karo, banyak usaha dari berbagai kalangan untuk > menuliskan Terombo keluarganya. Ada yang menggambarkannya dalam bentuk > diagram di kertas ukuran besar, ada pula yang menuliskannya dalam > bentuk daftar. Umumnya usaha ini cukup sulit untuk diteruskan dan > dipertahankan karena data yang kurang atau kadang-kadang hilang. Dan > banyak juga karena tidak ada yang meneruskannya lagi. Belum lagi > kenyataan bahwa sanak keluarga yang masuk dalam Terombo cukup > ber-mobilitas tinggi dan tinggal di berbagai kota. > > Untunglah ada internet, yang memungkinkan orang-orang yang tinggal di > berbagai kota untuk saling berbagi, berkolaborasi dan berinteraksi. > Dengan adanya internet, suatu informasi dapat dibuat online sehingga > semua orang yang mengetahui dimana letak informasi tersebut, dapat > melihat dan menggunakan informasi itu dengan mudah. Tentunya akan > terasa lebih mudah jika Terombo yang ada dapat dilihat oleh sanak > keluarga yang berdomisili di berbagai kota. Sehingga bisa saling > memeriksa kebenaran dan ketepatan Terombo tersebut. Apalagi > masing-masing dapat melengkapi dan memperbaharui datanya > masing-masing, tentunya semakin baik lagi. > > Pertanyaannya sekarang apakah bisa membuat Terombo di Internet? > > Jawabannya adalah BISA. Salah satu tempat membuat Terombo secara > online yang sedang berkembang dan akan terus berkembang adalah Geni > (Lihat Websitenya: http://www.geni.com). Geni adalah tempat dimana > kita dapat membangun Terombo secara gratis. Geni menyediakan fasilitas > pendaftaran gratis bagi seseorang untuk mulai membangun Terombo-nya. > Kemudian bersamaan dengan berkembangnya Terombo, yang bersangkutan > dapat mengundang sanak saudaranya untuk bergabung dan melengkapi > data-data Terombo. Semakin banyak sanak saudaranya yang bergabung, > tentu saja bisa semakin lengkap Terombo, semakin mudah untuk > meneruskan karena hampir setiap orang dapat memperbaharui datanya > masing-masing. > > Pada setiap anggota Terombo, dapat dilengkapi profile-nya yang berisi > keterangan umum mengenai dirinya termasuk foto, tanggal lahir, tanggal > meninggal dan dikuburkan (jika sudah meninggal), data tempat tinggal, > pekerjaan, sekolah dan berbagai informasi personal lainnya. Tentu saja > data tersebut tidak akan langsung dapat diakses oleh publik, kecuali > yang bersangkutan mengizinkannya (mengubah setting terlebih dahulu). > > Informasi dari setiap orang dan hubungan kekerabatannya dapat > terbentuk dan terlihat dengan sendirinya. Kotak berwarna merah jambu > berarti wanita, kotak berwarna biru berarti lelaki. Kotak dengan tanda > segitiga pada sudut kiri atas menunjukkan bahwa yang bersangkutan > telah meninggal. Suami dan istri dapat dilihat dari garis yang > menghubungkannya. Demikian pula anak-anak dapat dengan mudah terlihat > dalam diagramnya. Foto dari masing-masing orang dapat ditampilkan pada > diagram, tinggal mengubat setting saja. > > Setiap anggota dalam Terombo memiliki informasi tambahan seperti kapan > menikah, dimana pernikahan berlangsung, anak keberapa dalam keluarga. > > Lebih jauh lagi, Terombo yang sudah terbentuk dapat pula dicetak, > di-share secara online dan dapat pula di-export ke dalam format GEDCOM > (Lihat Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/GEDCOM) untuk nantinya > dapat digunakan dalam software Family Tree lainnya. Ini memastikan > kompatibelitas dari data yang sudah terbangun sehingga dapat digunakan > kembali. Dengan kemampuan tersebut, pengembangan Terombo akan semakin > bermanfaat dan dapat dipastikan dapat terus dikembangkan dan > dipertahankan dari waktu ke waktu. > > Tertarik untuk mengabadikan Terombo anda? Silahkan klik langsung di > www.geni.com. Salam. > > Beberapa link yang membantu memberikan ilustrasi: > > 1. Contoh Terombo yang telah di setting untuk publik: > http://www.geni.com/share?t=5669372807440069971 > 2. Contoh Profile yang telah di setting untuk publik: > http://www.geni.com/profile/index/5665379839670048579 > 3. Contoh Profile yang tidak untuk publik: > http://www.geni.com/profile/index/5668890780860069411 > > ************************************************** > > > -- www.eethore.com ::faith is seeing the unseen, believing what others not::
