Mjj, adi la salah Kam Purba ndai ma bage, Impal?
Bicara kerna asal-usul Karo atau ttg Batak bisa banyak teori yang lahir, ndak
ada hukum/dalil yang pasti. Semua orang bisa berteori tergantung bagaimana
pendekatannya. Persoalannya apakah ada yang mau percaya dengan teori itu atau
tidak. Termasuk tulisan Neumann misalnya, dan yang lainnnya, meski Sejarah Karo
Sebuah Sumbangan ditulis berdasarkan folklore dan kedekatan Neumann dengan suku
Karo sebagai missionaris, tentu karyanya tsb bukanlah mutlak kebenarannya.
Teori hanya mencari pendekatan mendekati kebenaran berdasarkan data yang ada.
Namun mungkin saja ada fakta yang tercecer, atau bisa saja mislink, dsb.
Gelarna pe teori. Siapa pun biasa buat dengan berbagai pendekatan. Terlebih
dijaman informasi ini, setiap orang memiliki kesempatan berpendapat secara
bebas, bahkan ensiklopedi wikipedia pun sekarang bukan lagi ditulis orang-orang
expert, bage nina Chris Anderson (The Long Tail).
Seperti misalnya merga suku Karo ada lima (Merga si Lima), tapi sekarang
orang Sebayang suka 'bernyanyi' Mama Bayang, nina. Padahal labo lit merga
Sebayang ma bage. Teori mengatakan merga Karo lima, tapi itu bisa saja berubah
sewaktu-waktu. Budaya sebenarnya tidak statis, namun dinamis menyesuaikan diri
menurut tantangan jamannya. Piah dungna Ramona Purba pe mama Purba-ndu, nina.
Hehehe..cocok Kam rasa Pak Purba?
MP
John MacKaro <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Secara pribadi, saya setuju dgn bang Juara...saya yakin pasti ada
penjelasan logisnya orang Karo selalu menyebut dirinya: "...adi kita Kalak
Karo" tanpa kata2 Batak didalamnya.
Coba saya cari nanti buku2nya bang, terima kasih atas pencerahannya.
/John Karo-karo
Y!m/FS: mackaro(at)yahoo.com
----- Pesan Asli ----
Dari: Si Laga Man <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 11 April, 2008 22:41:47
Topik: Re: Bls: [tanahkaro] [Batak_Gaul] fw : Perjalanan Panjang Menjadi Batak
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, "Patriawan, Carlos" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> coba apakah ada yang punya akses dengan Batak/Karo Literatur tempo
> doeloe yang ditulis Belanda ? mungkin dari situ bisa dijadikan
> referensi.
>
> Neumann, J. H , Bijdragen tot de geschiedenis der Karo Batak
> stammen, Bijd., 83 (1927), 162-180.
> Notes on the history of Karo Batak clans.
Ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Idayu menjadi
sebuah buku berjudul "Sejarah Batak Karo: Sebuah Sumbangan" (aslinya
2 edisi di journal terbitan BKI Univ. Leiden) yang dicatat oleh Carlos
di atas. Tahun terbitnya aku lupa. Sewaktu kubaca di tahun 1981,
kayaknya baru saja terbit saat itu.
Setahu saya, Karo masuk literatur tulisan Latin pertama kali adalah
dalam buku William Marsden The History of Sumatra (1811) sebagai suku
tersendiri yang bukan Batak. Kekacauan pengertian Karo dan Batak
muncul di John Anderson (1826) yang berjudul Mission to the East Coast
of Sumatra in 1823.
Untuk menelusuri bagaimana awalnya Karo akhirnya dianggap bagian Batak
padahal dulunya tidak, silahkan baca "Intergroup Relations in North
Sumatra" oleh Juara R. Ginting di dalam buku berjudul Tribal
Communities in the Malay World: Historical, Cultural and Social
Perspectives (2002) edited by Geoffrey Benjamin & Cynthia Chou
(halaman 384-400).
Tulisan saya itu bukan hanya membahas Karo bukan Batak, tapi
menelusuri perubahan-perubahan persepsi mengenai suku-suku di Sumatera
bagian Utara sejak pre-kolonial hingga sekarang. Di kesimpulan saya
menekankan:
"... Much of the literature takes the same approach, so that a social
theory concerning group relations is in fact no more than a
description of the inclusion of a group within a state. Such social
theories claim to base themselves on the participants' point of view,
since the participants for the most part differentiate themselves into
indigenes and migrants ..."
Intinya, saya mengkritik literatur yang umumnya berangkat dari
kerangka berpikir "negara", padahal Karo ada (dan suku-suku lainnya di
Indonesia) tanpa mengenal konsep negara. Kalau kita lepaskan kerangka
berpikir negara, maka akan kita lihat tidak ada relevansinya Karo
adalah bagian Batak.
Di tulisan itu juga saya menggambarkan bahwa Batak mulanya terdiri
dari: Toba, Humbang, Silindung dan Samosir. Itulah Batak. Tak aneh
kalau belakangan yang di luar ke empat kelompok ini merasa tidak masuk
dalam Batak (Tulisan saya itu disertai bukti-bukti otentik dan bukan
emosi-emosian. )
jg
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers