Negara Maju Belum Sepakati Pembagian Keuntungan Vaksin Flu Burung      Jakarta, 
(Analisa)   Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, dari enam klausul 
perjanjian kerjasama pengiriman sampel virus flu burung, tinggal persoalan 
pembagian keuntungan yang belum disepakati antara negara berkembang dan negara 
maju.      Seusai mengikuti pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan 
Menteri Kesehatan Amerika Serikat Michael O Leavitt di Kantor Kepresidenan, 
Jakarta, Senin, Menkes mengatakan ia optmistis pada pertemuan menteri kesehatan 
sedunia di Jenewa 5 Mei 2008 semua klausul itu dapat disepakati.   "Ini ada 
enam poin, lima setengah sudah disetujui. Tinggal klausul benefit sharing itu 
yang belum kongkret. Itu yang bagaimana seadil mungkin untuk umat manusia di 
seluruh dunia," tuturnya.   Selama 60 tahun, lanjut dia, AS menikmati 
keuntungan dari membuat vaksin flu burung dari sampel virus yang dikirim negara 
berkembang.   Namun, negara berkembang yang menjadi negara
 penderita flu burung justru tidak mendapatkan apa-apa.   Menkes mengatakan, 
kunjungan Menkes AS ke Indonesia merupakan kesempatan yang baik guna 
menyampaikan kepada pemerintah negara itu bahwa kini saatnya mereka berlaku 
adil kepada negara-negara berkembang pengirim sampel virus flu burung.   "Kita 
sudah bersama-sama dalam posisi yang baik. Saya kira mudah-mudahan negara yang 
mengirim virus itu punya suatu harga yang pantas," ujarnya.

 between 0000-00-00 and 9999-99-99       
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.

Kirim email ke